Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran di Ponpes Anwarul Ulum

Posted by On Saturday, March 11, 2017

Lintas Utara, (puterariau.com) I --- Bupati Inhil HM Wardan mengunjungi dan meninjau langsung lokasi kebakaran di Ponpes Anwarul  Ulum Desa Lintas Utara Kecamatan Keritang pada Sabtu, 11 Maret 2017.

Peninjauan tersebut didampingi Ketua PMI Inhil, anggota DPRD Inhil, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Inhil, Pengasuh Ponpes Anwarul Ulum Kecamatan Keritang, dan para santri Ponpes Anwarul Ulum Kecamatan Keritang.

Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut oleh barisan santriwan dan santriwati ponpes Anwarul Ulum. Terlihat wajah bahagia dari para santri saat dikunjungi oleh orang nomor 1 di Inhil tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati dan rombongan memberikan bantuan kepada keluarga besar Ponpes Anwarul Ulum untuk meringankan beban para santri di ponpes tersebut.


Bupati Wardan mengatakan bahwa pihaknya memiliki rasa simpatik dan kepedulian terhadap musibah kebakaran yang terjadi di Ponpes Anwarul Ulum. “Hari ini saya selaku Bupati mewakili seluruh jajaran peduli terhadap musibah kebakaran yang terjadi di beberapa titik di  Inhil yang belum lama terjadi dimana terjadinya musibah ini hampir bersamaan, makanya kita membuat posko peduli musibah walaupun selama ini Pemkab Inhil secara sigap, tanggap, dan cepat membantu musibah ini dan sudah menyalurkan bantuan, maka hari ini kapasitas saya selaku keluarga besar Golkar bersama AMPG Inhil dan teman2 yang ada di fraksi Golkar juga BNN serta ketua PMI melihat secara langsung terjadinya musibah ini.” 

Wardan juga berharap agar proses belajar mengajar di Ponpes Anwarul Ulum tetap dilaksanakan dengan baik walaupun belum bisa mencapai keefektifan dan keefisienannya untuk saat ini. “Tentunya karena yang kena ini adalah lembaga pendidikan, kita berharap jangan sampai karena terjadinya musibah ini proses belajar mengajar menjadi terganggu, kalau terhambat jelas jadi terhambat, biasanya lokalnya tersedia sekarang tidak ada. Bisa jadi seperti menjadi ber-ship. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban para santri ponpes Anwarul Ulum ini. Saya ingin adanya laporan terlebih dahulu dari pihak yayasan dan direkomendasikan melalui Camat mengenai musibah ini, setelah itu barulah kita akan berupaya mencarikan dana untuk bantuan pembangunan ruang belajar yang baru. Himbauan terhadap masyarakat daerah ini merupakan daerah rawan kebakaran, baik itu kebakaran dari segi bangunan mau pun lahan yang mana lahan kita ini merupakan tanah gambut, oleh sebab itu saya himbau kepada seluruh masyarakat untuk berjaga-jaga dan berhati-hati untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran ini. Hendaknya ketika ingin meninggalkan rumah, dilihat, perhatikan, dan matikan listrik, kompor, maupun sumber api lainnya. Penyuluhan dan sosialisasi tentang musibah ini kita lakukan, yang penting kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat.”


Sementara itu Ketua PMI, Hj. Zulaikhah Wardan mengucapkan rasa keprihatinannya terhadap musibah yang terjadi di Ponpes Anwarul Ulum. “Saya bersama Bupati telah melakukan peninjauan musibah kebakaran yang terjadi di ponpes Anwarul Ulum Kec. Keritang ini, dan kami merasa prihatin dengan adanya musibah ini karena hampir seluruhnya ruang kelas habis ludes. Untuk itu kami selaku Ketua PMI ikut prihatin dan mengucapkan bela sungkawa dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban korban yaitu berupa 100 kg beras dan 10 kotak telur. Semoga ada bantuan dan cepat didirikan kembali sekolah ini sehingga para santri dapat mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Dengan kondisi yang sangat terbatas ini tentu mereka membutuhkan bantuan dari kita semua. Jadi kita harapkan baik itu dari pemerintah maupun swasta bisa membantu untuk segera membangun kembali bangunan sekolah sehingga anak-anak disini dapat belajar sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan kondisi ini tidak terlalu lama, karena para santri pasti terganggu dengan keadaan belajar seperti ini.”


Abdul majid, selaku pengasuh ponpes  Anwarul Ulum mengatakan ada 13 ruang yang terbakar yang terdiri dari 11 ruang belajar, 1 ruang guru, dan 1 ruang TU. Ia juga menjelaskan mengenai proses belajar mengajar semenjak musibah kebakaran terjadi. "Proses belajar mengajar dilaksanakan dengan darurat yaitu dengan lesehan yang penting anak-anak bisa belajar walau pun tidak maksimal, tapi pembelajarannya bisa dilaksanakan. Kemarin dari pihak kementrian agama sudah meminta agar kami membuat proposal, dan Alhamdulillah Jum’at 10 Maret sudah kami kirimkan. Harapannya semoga bisa terealisasi dengan baik apa yang sudah kita sampaikan. Alhamdulillah dengan adanya musibah ini dibaliknya ada rahmat, terbukti banyak masyarakat, baik masyarakat umum maupun wali murid, kawan-kawan, instansi pemerintahan, bahkan Pemerintah Kabupaten datang memberi bantuan yang tidak terhingga termasuk juga dari TNI, mudah-mudahan semuanya menjadi amal baik yang diterima oleh Allah SWT," katanya. 

Selain meninjau dan memberi bantuan di Ponpes Anwarul Ulum, rombongan tersebut juga meninjau dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Sapta Marga Tembilahan, dan korban kebakaran di Desa Sungai Gantang sekitar SPBU Rumbai Jaya Kecamatan Kempas baru-baru ini. (beni/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »