Bupati Inhil : Disdukpencapil Harus Lakukan Standarisasi Indikator Kemiskinan

Posted by On Thursday, March 16, 2017

Tembilahan, (puterariau.com) I --- Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) melakukan standarisasi indikator kemiskinan sebagai acuan yang dapat digunakan secara umum.

Hal ini dilakukan mengingat sampai sejauh ini sering terjadi kesimpangsiuran menyangkut angka kemiskinan rill, khususnya di Kabupaten Inhil. 

"Memang tidak dapat dipungkiri bahwa indikator kemiskinan ada berbagai macam. Sehingga, penyimpulan terhadap angka kemiskinan pun menjadi variatif. Peran Disdukpencapil dalam pengumpulan data masyarakat miskin dengan indikator yang baku tentu menjadi sebuah keharusan untuk menghindari kesimpangsiuran," ujar Wardan disela kegiatan Forum Komunikasi Publik, Senin lalu (13/3).

Ihwal kesimpangsiuran ini, Wardan mencontohkan antara data rilisan Badan Pusat Statistik Kabupaten Inhil dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tembilahan terdapat perbedaan.

"Hal tersebut terjadi karena terdapat indikator yang berbeda dari dua lembaga mengenai angka kemiskinan. Yang mana, BPS mengacu pada hasil survei di lapangan, sedangkan BPJS berpedoman pada jumlah peserta yang mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan iuran. Sehingga, angka kemiskinan membengkak," pungkasnya.

Lebih lanjut, Wardan mengungkapkan kasus membengkaknya angka kemiskinan seperti yang terjadi di BPJS Tembilahan, disebabkan oleh banyaknya masyarakat 'mengaku miskin' yang mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan iuran.

"Makanya, nanti dari Disdukpencapil, harus ada indikator-indikator yang tepat, indikator yang akurat dalam penghitungan angka kemiskinan, dalam estimasi masyarakat rentan miskin dan sebagainya," tutup Wardan. (Beni/advDiskominfo)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »