Untuk Layani Kesehatan Masyarakat, Pemkab Inhil Akan Bangun Sejumlah Pustu

Posted by On Tuesday, February 21, 2017

Tembilahan, (puterariau.com) I ----Agar pelayanan kesehatan merata hingga ke pelosok desa, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan membangun 22 Puskesmas Pembantu (Pustu) pada tahun 2017.

"Insya Allah pada tahun ini akan dibangun  22 Pustu di Inhil. 22 Pustu tersebut akan kita sebarkan pembangunannya ke desa-desa di Inhil. Pembangunan ini dilakukan kembali sebagai upaya Pemkab Inhil dalam pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa," katanya kepada wartawan, disela kunjungan Bupati Inhil, H M Wardan saat meresmikan Puskesmas di Kecamatan Concong baru-baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kab Inhil Zainal Arifin mengatakan bahwa Pemkab Inhil juga akan membangun tiga gedung Puskesmas di beberapa ibukota kecamatan serta sebuah gudang farmasi yang nantinya akan digunakan sebagai gudang obat supaya terjaminnya kebutuhan obat-obatan di Inhil.

 Pembangunan Puskesmas itu akan disebar ke beberapa ibukota kecamatan. Masing-masing satu unit di Guntung, Selensen dan Kuala Enok. Sementara untuk Gudang Farmasi akan dibangun di Tembilahan. Nantinya gudang tersebut dapat menyimpan sebagai stok kebutuhan obat obatan di inhil.

Selain itu, 2017 ini juga akan diadakan dua unit ambulans laut. Masing-masing boat dengan berkekuatan mesin 400 pk itu akan diletakkan satu unit di Inhil Utara dan satu unit di Inhil Selatan kata Zainal.

Yang disampaikan bupati saat sambutan pada acara peresmian Puskesmas di Concong,  kita terus mengupayakan bagaimana pelayanan kesehatan di Inhil ini dapat terus meningkat. Makanya berbagai cara kita lakukan, termasuk menjemput dana ke provinsi maupun pusat untuk keperluan itu," kata Zainal.

Saat menyampaikan pidato sambutannya dalam rangka meresmikan Puskesmas di Kecamatan Concong, Bupati Wardan menyatakan bahwa dirinya tetap terus mengupayakan menjemput dana untuk kebutuhan pembangunan di Inhil.

"Kondisi geografisnya yang cukup sulit ini, tentu memerlukan anggaran yang besar untuk berbagai kebutuhan pembangunan. Sementara jika hanya mengandalkan APBD kita yang besarnya dibandingkan kabupaten lain di Riau ini sangat kecil, tentu akan sulit. Makanya saya tak pernah berhenti melobi, baik Pemerintah Provinsi juga Pusat. Hal ini agar kebutuhan masyarakat dapat kita penuhi," tegas Wardan.

Sebagai informasi, seperti yang dipaparkan Zainal, pada 2017 ini Pemkab Inhil kembali mengalami peningkatan yang luar biasa dalam raihan anggaran ke pusat. Jika 2016 lalu Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk Dinkes hanya berhasil dijemput Rp16 miliar, tahun ini mereka mengucurkan Rp48 miliar.

"Begitu pula dari provinsi, alhamdulillah kita mendapat peningkatan. Ini tentu berkat lobi-lobi yang tak pernah henti dilakukan bupati kita, sehingga dana-dana tersebut dapat kita tarik ke Inhil," kata Zainal. (Beni/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »