Serikat Petani Indragiri Minta Bupati Inhil Komitmen Majukan Petani Kelapa

Posted by On Saturday, February 25, 2017

Tembilahan, (puterariau.com) I ---- Ekspektasi yang begitu tinggi terhadap potensi ekonomi di Kabupaten Indragiri Hilir merupakan sebuah cerminan bahwa Negeri Seribu Parit masih memiliki segudang harapan. Betapa tidak, dalam beberapa pekan lalu, harga kelapa di Inhil mulai membaik. Begitu juga dengan beberapa komoditi pertanian lainnya seperti pinang, kelapa sawit dan lain sebagainya. Ini berarti Inhil akan memproduksi 'petani sejahtera' kedepannya, dengan satu syarat bahwa harga komoditi tersebut dapat dipertahankan.
Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang dinakhodai oleh HM Wardan dalam menjadikan Inhil sebagai negeri penghasil kelapa. "Pemerintah terus memfokuskan perbaikan perkebunan kelapa agar memiliki harga yang baik," beber Bupati Indragiri Hilir beberapa waktu lalu sempena acara Istighosah dan doa bersama di Desa Lintas Utara Kecamatan Keritang.
Kenapa mesti kelapa yang jadi fokus Bupati Inhil ? Salah satu alasannya adalah karena mayoritas petani di Inhil adalah petani kelapa. Sekitar 65 persen masyarakat di Inhil adalah petani kelapa, yang artinya kelapa merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir.
"Wajar bila kita memiliki ekspektasi tinggi tentang potensi ekonomi daerah, artinya kita masih punya optimisme terhadap masa depan petani kita," ujar Beni Yussandra,SMn, Ketua Serikat Petani Indragiri. Ia mengatakan bahwa dengan membaiknya harga kelapa petani tentunya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pihak SPI berharap Pemerintah dapat mengontrol harga yang bagus ini secara berkelanjutan.
Menurutnya, seorang ekonom tak mesti hanya mengerti soal model ekonomi semata, namun ia harus memahami politik, kepentingan, konflik dan lainnya yang selalu hadir dan tumbuh dalam kehidupan nyata. Artinya, kebijakan ekonomi itu tak akan berhasil tanpa dukungan kebijakan politik, termasuk bagi petani, nelayan, buruh dan lain sebagainya. 
Selama ini selalu terbersit di benak masyarakat bahwa harga kelapa itu akan turun jika ada kegiatan politik, pemerintah atau peringatan hari besar lainnya. Namun, dengan kondisi masyarakat yang mulai melek informasi saat ini, persepsi demikian diharapkan akan sirna seiring dengan membaiknya harga komoditi petani plus komitmen Pemerintah dalam perbaikan perkebunan masyarakat.
Pihak Serikat Petani Indragiri berharap pada Bupati Inhil HM Wardan untuk terus berkomitmen melakukan program perbaikan kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir. "Perbaikan kebun kelapa petani itu harus terus dilaksanakan dan jangan ada pilih kasih serta 'calo' dalam penyaluran bantuan buat petani," ujar Beni.
Dari penelurusan lapangan selama ini, masih ada kesan 'vested interest' dalam apapun bentuk program dan bantuan pemerintah. Dalam artian hanya untuk kepentingan golongan tertentu atau kelompok yang pandai bermain. Sehingga dalam realisasinya ada kelompok petani yang selalu dikondisikan, ada pula kelompok petani yang belum pernah merasakan bantuan program Pemerintah tersebut.
"Kita berharap pada instansi terkait untuk benar-benar adil dan bijak dalam penyaluran segala program yang menjurus ke petani," pintanya.
Dalam beberapa waktu kedepan, pihak Serikat Petani Indragiri akan berkordinasi dengan Bupati Inhil terkait program Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam menjadikan Inhil sebagai negeri kelapa. Setidaknya kebijakan Pemerintah dapat dibicarakan dengan petani sehingga kedepannya tidak ada lagi permasalahan yang timbul. (Zamri/Fadil/adv)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »