Masih Galau, Publik Pertanyakan Konsistensi PKB Inhil

Posted by On Tuesday, February 14, 2017

Tembilahan, (puterariau.com) I ----Banyaknya netizen di Inhil yang mempertanyakan tentang konsistensi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Inhil dalam mengusung calon untuk Pilbub 2018 mendatang menjadi kontroversi. Isu publik diarahkan untuk mendukung Dani Nursalam, dan sebagian lagi ke Abdul Wahid menjadi dilema tersendiri. Kenapa demikian ?
Dalam penelusuran Putera Riau di lapangan, beragam argumen muncul di tengah masyarakat terkait isu yang beredar. Meskipun perhelatan Pilbub masih lama, tapi tak sedikit warga yang asyik memperbincangkan hal ini di setiap penjuru daerah. Bahkan, ada yang memberikan masukan dan kritikannya melalui jajaran Putera Riau di lapangan.
Apalagi setelah munculnya isu PKB Inhil pecah dua antara kubu Dani dengan kubu Wahid di lapangan, makin banyak riak-riak spekulasi warga. Walau banyak statemen mengatakan itu tidak benar, namun realitas komentar warga di lapangan tidak bisa dihilangkan begitu saja. Sebab, kedua kubu sama-sama memiliki pendukung fanatik yang bisa saja saling mengklaim paling unggul. "Itulah dinamika politik saat ini yang mesti sama-sama dihargai," ujar Agusman warga Keritang pendukung Wahid berasumsi.
Konsistensi terkait siapa sosok yang akan diusung PKB Inhil kedepan juga masih simpang siur. "Beda dengan Partai Golkar yang hampir pasti mengusung Pak Wardan mencalon kembali," kata salah seorang warga dengan argumen lapangannya. Menurutnya, PKB masih gamang untuk mengusung calon karena masih 'wait and see' dalam Pilbup kedepan.
Kenapa Golkar berani mengusung HM Wardan kembali ? Menurut informasi yang dikutip dari berbagai sumber lapangan karena HM Wardan memiliki 'nilai jual' yang tinggi di Pilkada Inhil kedepan. Sehingga dalam sebuah postingan statemen pemilik akun salah satu kader Partai Golkar di medsos, HM Wardan masih memiliki kans yang tinggi di mata masyarakat.

Kader PKB Tepis Isu PKB Pecah Dua

Sementara itu, dari sebuah media online lain, kader PKB Inhil menepis isu perpecahan di tubuh PKB Inhil. Menurutnya hal itu terjadi karena ada dua kader terbaik di PKB yang digadang-gadang akan bertarung dalam Pilkada 2018 mendatang.
"PKB solid, tetap satu tidak ada namanya PKB pecah untuk di Riau khususnya di Inhil pasti satu. Siapapun itu tetap satu," ujar Iwan Taruna, anggota DPRD Inhil yang dikutip PR dari media tersebut.
Dikatakan Iwan Taruna, ada dua nama yang selalu tersiar akan maju yakni Ketua PKB Riau Abdul Wahid yang saat ini menjadi anggota DPRD Riau. Namun yang menjadi perhatian lagi adalah nama Dani Nursalam yang digadang-gadang siap untuk menjadi pendamping HM Wardan pada Pilkada kedepan.
"Walaupun hari ini yang digadang-gadangkan ada dua orang kader PKB, tapi kita didalam selalu solid dan Insya Allah akan solid seterusnya," tegasnya saat berkomentar di media online tersebut.
Dalam pernyataan Iwan Taruna ini juga menjadi perhatian publik Inhil adalah belum jelasnya usungan kandidat karena PKB seakan bingung untuk menawarkan kandidatnya yang layak jual. Hal ini terkait konsistensi Partai tersebut apakah tetap mengusung Wahid atau Dani yang menjadi sorotan publik.
"Sebab kalau dari sekarang aja sudah tak jelas masih melihat-lihat, bagaimana kedepannya ? Kalau masalah 'wait and see', dari dulu jawaban elit politik lain juga begitu," ujar Agus, salah seorang warga pengagum Abdul Wahid yang ditemui.

Dani dan Wahid Masih Sama-Sama Menunggu

Dani Nursalam yang dikonfirmasi Putera Riau beberapa waktu lalu hanya berkomentar datar ketika disampaikan intensitas warga yang memperbincangkan dirinya untuk maju menjadi bakal calon orang nomor satu di Inhil. Terlebih lagi terhadap kebingungan masyarakat melihat sosok Dani atau Wahid yang bakal diusung PKB, ia belum berani memberikan statemen apapun. "Kita liat aja nanti," singkatnya pada Putera Riau.

Sementara itu, Abdul Wahid yang dihubungi Putera Riau justeru memberikan pandangan bahwa blusukan yang dilakukan untuk melihat respons masyarakat terkait peluang kedepan. Mengenai apakah Ketua PKB Inhil atau Ketua PKB Riau yang mesti diusung, ia belum berani berkomentar. 

Menurutnya, ia masih melihat situasi dan perkembangan politik kedepan. Mengenai dirinya yang selalu turun ke lapangan, Wahid kembali berargumen bahwa itu sebuah strategi melihat persoalan masyarakat langsung ke daerah. "Memang sengaja, supaya ingatan masyarakat melekat," ujar Wahid singkat. (timpr)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »