Alamak..... Limbah PKS Keritang Hulu Cemari Sungai Warga

Posted by On Tuesday, February 21, 2017

Kemuning, (puterariau.com) I -----Lagi-lagi pabrik kelapa sawit Putra Keritang Sawit (PKS) yang berlokasi di desa Keritang Hulu Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Riau meresahkan warga desa Keritang Hulu. Pasalnya, PKS tersebut membuang limbah secara sembarangan di aliran sungai yang merupakan sumber kebutuhan warga setempat.

Akibatnya, warga kesulitan beraktivitas disekitar sungai itu lantaran sungai menjadi berubah warna, bercampur minyak dan disertai bau yang kurang sedap.

Biasanya warga setempat dalam kehidupan sehari-harinya mempergunakan sungai tersebut untuk mandi dan menyuci pakaian, namun akibat tercemarnya sungai membuat masyarakat  desa Keritang Hulu kesal karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

SZ (40) adalah salah seorang warga desa Keritang Hulu yang menuturkan kekesalannya terkait masalah limbah tersebut. DN mengatakan bahwa pihak Perusahaan pabrik PKS Keritang Hulu sangat tidak punya hati nurani sehingga tega mencemari sungai yang merupakan sumber kebutuhan warga.

"Sungai itu kan sangat dibutuhkan warga mas, sangat tegalah pihak pabrik itu buang limbah sembarangan, kami kesal dan sangat keberatan ulah PKS Itu," kesalnya.

"Iya, sangat ironis pak, pihak pabrik itu, hal ini sudah dilakukan berulang-ulang, kami sebagai warga hanya bisa pasrah, tapi jangan mentang-mentang mereka (pihak perusahaan) banyak uang bisa melakukan seenaknya saja. Apalagi masalah limbah ini sangat mengganggu kenyamanan warga," sambut warga lain senada.

Sementara itu, Sekretaris DPD LSM Peduli Sumber Daya Manusia Provinsi Riau-Kabupaten Indragiri Hilir, Alviman Hulu ketika diminta tanggapannya perihal limbah tersebut sangat menyayangkan perilaku pihak PKS Keritang Hulu yang tidak ramah dengan lingkungan bahkan menurutnya sangat ironis sekali jika pihak perusahaan malah membuat keresahan diantara warga.

"Ini sudah keterlaluan, seharusnya kehadiran perusahaan ditengah-tengah masyarakat mampu memberikan nilai-nilai positif yang membangun dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat setempat, bukan malah mengotori lingkungan dan membuat masyarakat resah," sebut Alvin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa jika dugaan pencemaran sungai itu benar adanya, maka jelas pihak PKS tersebut melanggar UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dan hal ini bisa dibawa ke ranah hukum serta pihak pemerintah daerah bisa mencabut izin perusahaan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak perusahaan PKS Keritang Hulu dan juga pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Namun putera riau akan segera menelusuri dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak  terkait. (Samsul/zamri)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »