Aktifis UMY Sinyalir Ada Agenda Jambore Nasional Mahasiswa Untuk Bungkam Suara Mahasiswa

Posted by On Tuesday, February 07, 2017

Jakarta, (puterariau.com)  | ------ Kegiatan Jambore nasional mahasiswa yang digagas politikus salah satu partai penguasa saat ini, berinisial AN di bumi perkemahan Cibubur diduga memiliki tujuan untuk mematikan gerakan mahasiswa.

 "Agenda Jambore Nasional yang digagas politikus tersebut menurut saya sangat sengaja diarahkan untuk mematikan gerakan mahasiswa dan menghidupkan komunis," kata mantan Presiden BEM UMY, Zainuddin Arsyad dalam keterangan persnya. Zainuddin melihat ada kesan bahwa Jambore mahasiswa itu menghidupkan gerakan komunis dan mahasiswa dipolitisir untuk dijadikan tameng. 

Ia mencurigai peserta Jambore akan diangkut untuk aksi kebhinnekaan di depan Istana Negara. "Seluruh pembiayaan mereka ditanggung oleh pihak AN dan politisi anti islam dan NKRI," tegas Zainuddin. Sebagaimana diketahui, kegiatan Jambore nasional mahasiswa tersebut berlangsung pada tanggal 4-6 Februari 2017, bertempat di bumi perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Ribuan mahasiswa dari 500 kampus di 25 Propinsi di Indonesia turut serta dalam kegiatan tersebut. 

Pernyataan Sikap Aliansi Mahasiswa Indonesia Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Indonesia memberikan pernyataan sikap menolak Jambore nasional mahasiswa Indonesia yang berlangsung di Buperta Cibubur pada tanggal 4-6 Februari 2017 karena agenda yang digagas dari aktor-aktor partai politik merupakan bagian pembungkaman mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan Pemerintah, harus mendapatkan perlakuan tidak terhormat dengan pengusiran mahasiswa UMY, UBK, UIJ dan Universitas Ibnu Khaldun Jakarta dari forum tersebut. Saat ini, ratusan mahasiswa yang walk out dari agenda tersebut diantaranya dari Aceh, Padang, Sulawesi, Lampung dan lain-lainnya.

Agenda ini banyak kejanggalan diantaranya adalah bendera nasional tidak disediakan panitia, dan bendera sempat tidak berkibar sehingga dari peserta membawa bendera naik ke panggung. Logo Pancasila tidak ada dalam ruangan agenda, tidak ada pembacaan doa apalagi pembacaan kitab suci, tidak ada undangan resmi kebanyakan, materi selalu menyudutkan ormas islam dan mantan Presiden RI ke-6, pengusiran mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, dan lain sebagainya. 
Dengan adanya pengkhianatan terhadap tradisi Indonesia dan Pancasila serta pembungkaman mahasiswa merupakan sebuah penghinaan terhadap kedaulatan berbangsa yang sesungguhnya, maka Aliansi Mahasiswa Indonesia menolak dan mengutuk keras segala upaya pembungkaman suara mahasiswa yang dilakukan Pemerintah di Buperta Cibubur pada 4-6 Februari 2017. Aliansi Mahasiswa Indonesia juga menolak segala klaim mahasiswa Indonesia dalam agenda tersebut, karena pihak mahasiswa secara tegas menyatakan akan senantiasa berada dalam posisi lurus yang menjunjung idealisme dan independensi sebagai kelompok intelektual. 
Aliansi Mahasiswa Indonesia juga menolak segala hasil dari agenda Jambore mahasiswa itu karena forum tersebut sudah terkontaminasi dengan kepentingan penguasa dan Partai Politik. Kemudian menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk merapatkan barisan dan bergandengan tangan melawan segala upaya pembungkaman suara-suara mahasiswa yang dilakukan dengan cara apapun. Terpenting adalah mendesak kepada seluruh mahasiswa untuk membongkar aktor intelektual dibalik agenda Jambore nasional mahasiswa di Buperta Cibubur, dan mengecam aktor intelektual yang telah tega menggadaikan seluruh mahasiswa untuk kepentingan politik pribadi dan golongan tertentu. (aris/beni/pr)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »