Aduan Pelanggaran Saat Pilwako Pekanbaru Lemah Bukti Dan Data

Posted by On Tuesday, February 21, 2017

Pekanbaru, (puterariau.com) I ----Beberapa pengaduan pelanggaran yang diterima Panwaslu Kota Pekanbaru pada Pilwako serentak 15 Februari lalu sudah diproses. Dimana sekitar 15 aduan pelanggaran, diantaranya sudah mendapat rekomendasi Panwaslu Kota untuk diteruskan.

"15 perkara yang masuk Panwas, 9 merupakan laporan masyarakat, 6 temuan pelanggaran," kata Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution. Ia menerangkan bahwa ke-15 perkara tersebut sudah dilakukan proses penyelesaian karena SOP-nya Panwaslu diberi waktu 7 hari untuk memutuskan rekomendasi penyelesaiannya.

Menurut Ketua Panwaslu, pihak Panwas hanya bisa memberikan rekomendasi bagi penyelesaian kasus perkara Pilkada kepada institusi yang disangkakan. Sedangkan eksekutor untuk menetapkan sanksi itu dikembalikan pada lembaga yang bersangkutan.
Jika kasus yang berkaitan dengan pidana dan cukup bukti, hal itu akan dilanjutkan ke Kepolisian. "Produk yang kita hasilkan itu hanya rekomendasi bukan eksekusi," katanya.

Terkait adanya ASN Pemko Pekanbaru yang dilaporkan melakukan pelanggaran Pilkada karena mengkampanyekan salah satu pasang calon, juga sudah disidangkan dan direkomendasikan untuk diselesaikan secara sanksi oleh BKD sesuai aturan yang berlaku di Pemerintahan.

Demikian juga dengan adanya pengaduan temuan DPT ganda, menurut Panwaslu Kota juga sudah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk memberlakukan satu C6 bagi satu DPT. Ketua Panwaslu menyebutkan bahwa dari 15 pengaduan yang masuk, tidak semua dapat dibuktikan pelanggaran. Karena setelah diperiksa tidak ditemukan bukti dan datanya.

"Disimpulkan lebih banyak dari laporan pelanggaran itu tidak bisa diusut karena tidak ada buktinya," katanya. (beni/arc/rls)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »