Warga Rohil Kesal Dengan Pelayanan RSUD Bagansiapiapi Karena Acuh Terhadap Pasien ?

Posted by On Friday, January 13, 2017

ROKAN HILIR(PUTERARIAU.COM)
 Warga Bagansiapiapi Rokan Hilir menyayangi sikap pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Protomo acuh terhadap Pasien untuk mendapatkan Pelayanan dengan maksimal.
Salah seorang warga Bagansiapiapi Jaswadi (48) menceritakan kepada wartawan dirinya merasa kecewa dan marah kepada pihak rumah sakit umum dalam menangani pasien seperti acuh tak acuh
Kekesal itu tepat pada anak saya sendiri Raka jaya (7)  mengalami patah tangan tidak ditindak lanjuti pihak RSU untuk mendapat pemeriksaan para Dokter Spesialis RSU tak kunjung berada ditempat, Hal tersebut dikatakan Jasmadi Kepada Wartawan Kamis 12/1/17 Dikediamannya.

Menurut Jasmadi, Kejadian anaknys Raka jaya kemaren 11/1/17 jatuh ditempat Sekolah Les sekitar 16.00 Wib didapati mengalami patah tulang Pada lengan kirinya setelah itu langsung dibawa ke RSUD . Agar mengetahui hasil pemeriksaan Rontgen atau alat Potret untuk mendapat kepastian bagian mana yang mengalami tubuh patuh pada anak saya tersebut .

Setelah dilakukan Rontgen,anak saya dilanjutkan pemeriksaan oleh Dokter Spesialis namun apa yang terjadi dokter yang diharap-harapkan untuk datang pemeriksaan darurat tidak tak kunjung tiba .
"Kami tunggu Ruang UGD Dokter Spesialis lebih kurang satu jam stengah tidak juga datang-datang padahal telah dihubungi pihak rumah sakit saat itu dengan Inisiatif kami lakukan membawa anak saya berobat tradisional Sinse tionghua bagansiapiapi, "Imbuhnya.

"Dia menegaskan kepada pemerintah daerah untuk menevaluasi keberada Dokter Spesialis yang bertugas dibagansiapiapi Rokan Hilir kejadi ini tepat keluarga kami,kalau orang lain yang mengharapkan pelayanan yang tak punya ahli waris mungkin lebih acuhkan, "katanya.

"Saya minta kepada Bupati dan Ketua DPRD Rohil untuk mengevaluasi  keberada dokter -dokter spesialis yang bertugas dikabupaten Rokan Hilir ini kenyataan pahit yang menimpa keluarga saya untuk mendapat pemeriksaan darurat tapi kenyataannya diharapkan tidak berada ditempat," Pinta Jasmadi.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi, Tribuana Tungga Dewi mengatakan bahwa dari hasil rontgen yang bersangkutan mengalami retak tulang dan sudah diobati.
"Cuma retak garis kecil gitu aja. Lagi pula retak kan tidak bisa diapain dan sudah kami pasang pembalut," katanya. Menanggapi tidak datangnya dokter tersebut, Tri menegaskan bahwa kala itu dokter spesialis sedang baru selesai melakukan tiga operasi.

"Bukan karena keterbatasan dokter, karena ada tingkatannya mana yang emergency mana yang nggak. Kan ada tingkatan-tingkatannya lho. Kecuali kasusnya emergency apakah itu tulangnya menonjol, bergeser atau lainnya itu wajar orangtuanya ngamuk," sebut dia.
Ia menilai ada batasan-batasan yang memang harus ditangani oleh dokter spesialis.
"Kalau kasus seperti patah tulang terbuka baru kami jemput dokter itu, nyatanya mereka mau. Tapi kalau retak secara logika mau diapain selain diplaster dan kasi obat," katanya. (syn) 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »