PT. Rekadaya Elektrika Diduga Kuat Perhambat Proyek Nias Terang

Posted by On Wednesday, January 11, 2017

Gunung Sitoli, (puterariau.com)
Pembangunan Proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV  Gunungsitoli – Teluk Dalam yang dikerjakan oleh  PT. REKADAYA ELETRIKA sebagai Kontraktor Utama (Main-Cont) dari PT PLN UIP II Medan yang diperkirakan akan selesai pada akhir bulan April 2017 sepertinya hanyalah mimpi belaka. Pasalnya, dari 393 titik tower yang dikerjakan  baru 22 titik tower yang pondasinya telah selesai pengerjaannya atau persentasenya baru mencapai 6 %  dari total keseluruhan hingga awal Januari 2017 ini. Ke- 22 Titik Tower yang pondasinya telah selesai dikerjakan tersebut, 14 titik tower yang dikerjakan oleh subkon Local sedangkan sisanya dikerjakan oleh PT. Rekadaya Elektrika yang membawahi 5 PT diantaranya : PT. OGY, PT. KRISTI, PT. INDORAJA, PT. MALINDO dan PT. BPS

Dari pantauan dilapangan, keterlambatan pengerjaan proyek ini diduga disebabkan oleh amburadulnya manajemen dari Site Manager PT. Rekadaya Elektrika, Hafizh Fathurachman yang dinilai plin-plan atau tidak konsisten dalam mengerjakan proyek dimaksud. Bahkan menurut informasi yang beredar PT. Rekadaya Elektrika ini belum memiliki pengalaman dalam hal pengerjaan Proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)

Mirisnya lagi, Site Manager PT. Rekadaya Elektrika, Hafizh Fathurachman diduga kuat memiliki keinginan untuk menyingkirkan para Subkon Local yang selama ini telah serius bekerja dalam rangka mempercepat Program Percepatan Nias Terang.

Untuk diketahui, peletakan batu pertama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Gunungsitoli-Teluk Dalam dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo saat melaksanakan kunjungan kerjanya di Kepulauan Nias pada 19 Agustus 2016 yang lalu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. Rekadaya Elektrika. Saat kru media ini mencoba menghubungi Site Manager PT. Rekadaya Elektrika, Hafizh Fathurachman nomornya sedang sibuk atau berada di luar jangkauan. (Tim)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »