Peningkatan Jalan Propinsi Jurusan Afulu Nias Barat Diduga Jadi Ajang Korupsi

Posted by On Monday, January 23, 2017

Nias Utara, (puterariau.com) ---- Proyek peningkatan infrastruktur jalan Propinsi jurusan Afulu batas Nias Barat di Kabupaten Nias Utara TA 2016 dengan nilai kontrak 3.747.998.462 (tiga millyar tujuh ratus empat puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu empat ratus enam puluh dua rupiah) yang dikerjakan oleh PT. Cipta Nusantara diduga kuat sebagai ajang korupsi.
Pasalnya, pelaksanaan fisik jalan tersebut terkesan asal-asalan  sehingga hasilnya terlihat sangat memprihatinkan.
         Pantauan awak media di lapangan, bahan yang digunakan seperti kerikil tidak memenuhi standar operasional, sebab kerikil yang dipakai kebanyakan bercampur batu kapur yang mudah pecah dan tidak tahan lama. Ironisnya lagi, alat berat yang digunakan sebagai penggilas saat pengaspalan tidak sesuai standar dimana walas yang digunakan hanya berukuran kurang lebih 6,8 ton.
         Begitu juga ketebalan lapen (aspal) diperkirakan sekitar 3-4 cm sehingga patut diduga telah terjadi kekurangan volume pada pekerjaan itu yang mengakibatkan kerugian Negara mencapai millyaran rupiah.
         Beberapa masyarakat desa Afulu yang tidak mau disebut namanya menyampaikan rasa kesal terhadap pekerjaan tersebut dimana menurut mereka, hasilnya sangat tidak memuaskan bahkan terlihat seperti belum dikerjakan sebab metode pengerjaannya sangat jauh dari apa yang diinginkan.
         "Kita sangat prihatin dan menyayangkan dengan hasil pekerjaan ini, lihat saja pengaspalan yang dilakukan tidak serta merta dikerjakan bagaikan kodok yang melompat kesana kesini sehingga patut kita duga adanya persengkongkolan antara pihak rekanan dengan PPK dan konsultan pengawas untuk mempereteli yang namanya KKN di pekerjaan ini," ujar mereka dengan nada kesal.
          Dipaparkan, semenjak dimulainya pekerjaan, tidak pernah dihadiri oleh konsultan pengawas sehingga pihak rekanan berbuat sewenang-wenang dengan tidak menghiraukan ketentuan yang berlaku, dimana banyak kejanggalan yang ditemukan seperti As jalan yang semestinya harus ada namun di jalan ini tidak ada sama sekali.
         Begitu juga kematangan  aspalnya tidak sesuai dengan ketentuan  serta pengerjaan box culvert pada pekerjaan tersebut diduga kuat belum dikerjakan sama sekali, papar sumber tersebut.
        Sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi kepada Kepala UPTD Bina Marga Gunung Sitoli karena tiap didatangi beliau tidak berada di kantor dengan alasan sedang dinas diluar daerah. (Tim/Alvyn)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 comments: