Listrik Sering Mati, Masyarakat Nias Pertanyakan Janji Presiden Jokowi

Posted by On Thursday, January 05, 2017

Gunung Sitoli, Sumut, (puterariau.com)


Pasca APR (American Power Rental) memutuskan kerja sama dengan pihak PLN area Nias, pasokan daya listrik di wilayah Kepulauan Nias menjadi tidak seimbang dan mengakibatkan diberlakukannya pemadaman bergilir di beberapa daerah. Kondisi itu memicu gelombang protes masyarakat setempat yang berujung pada penangkapan 8 aktifis oleh pihak keamanan beberapa waktu lalu.

Namun kunjungan perdana Presiden Joko Widodo ke Kepulauan Nias pada bulan Agustus lalu, telah membuka peluang untuk meningkatkan daya listrik yang selama ini kurang memadai. Berdasarkan perhitungan, wilayah Kepulauan Nias mengalami krisis daya sebesar 27 MW.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menjanjikan penambahan daya sebesar 50 MW yang dibagi dalam dua tahap. Tahap I diselesaikan akhir Oktober 2016 sebesar 25 MW, sementara sisanya tahap II di akhir Oktober 2017.

"Saya jawab langsung tadi, saya tambah 25 MW. Yang sekarang 27 MW, nanti selesai bulan Oktober," kata Jokowi pada kunjungannya saat itu (doc.19/10/16).

Kegembiraan masyarakat akan keputusan Presiden itu, seiring waktu semakin memudar. Sebab dari awal Januari ini, kondisi belum sama sekali dapat dipulihkan. Hampir setiap saat pemadaman terus berlangsung bahkan terkadang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Warga Nias begitu kecewa terhadap janji seorang Presiden yang tidak ditepatinya. Ditemui Januari ini, warga cukup menyesalkan. "Ternyata Jokowi tidak bisa dipercaya. Padahal yang bicara itu seorang Kepala Negara. Katanya, Oktober lalu lampu sudah nyala, tapi kenyataannya, setiap hari, lampu kami sering dipadamkan," ungkap seorang tukang becak di Nias yang ditemui putera riau. (alvinman hulu)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »