Karena "KKN", Lawan Politik Tidak Suka Firdaus - Ayat

Posted by On Tuesday, January 10, 2017

Pekanbaru, puterariau.com-
     Aroma Pemilukada memang kental akan persaingan politik, tak terkecuali di Kota Pekanbaru yang merupakan barometernya Propinsi Riau. Namun, menjelang hari H, makin banyak berseliweran isu-isu politis yang bergulir di tengah masyarakat. Dikarenakan pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi KKN, maka banyak lawan politik mereka pada Pemilukada kali ini yang tak menyukainya.
      Terkait KKN, Ketua APP (Aliansi Pedagang Pekanbaru), Aldi memiliki argumen tersendiri, yakni pasangan Firdaus-Ayat komitmen dan konsisten dalam menjalankan pemerintahan Kota Pekanbaru selama ini, Kemudian K yang kedua, kerja keras dalam membangun seluruh pelosok Kota Pekanbaru dan terakhir, Nawaitu pasangan ini fokus hanya untuk membangun Kota.
   "Karena KKN tersebutlah, banyak lawan politik lainnya tak menyukai," kata Aldi menjelaskan. Ia berpendapat bahwa selama ini, atmosfer perpolitikan kota Pekanbaru cukup dinamis, sehingga kans Firdaus-Ayat tetap besar dalam menghadapi Pemilukada kali ini. Oleh karena keberhasilan pasangan ini membangun kota, menjadi tantangan pasangan lain untuk bersaing dalam kancah pesta demokrasi rakyat kali ini.
     "Yang jelas incumben punya peluang besar, salah satunya karena KKN (komitmen dan konsisten, kerja keras dan nawaitu yang baik mereka-lah yang menjadi ketakutan paslon lain," sebunya.
Firdaus-Ayat Menjawab Dengan Bukti

Sementara itu kepada Putera Riau, juru bicara tim Firdaus-Ayat Cahyadi, Ustadz Muhammad Fadri AR mengatakan bahwa memang akhir-akhir ini 'black campaign' kerapkali dilakukan karena tim lain kekurangan ide untuk menaikkan elektabilitas paslon mereka. Terlebih lagi dengan memanasnya suhu politik menjelang hari H, membuat semakin banyaknya isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.
     Menyikapi maraknya isu, Muhammad Fadri AR selalu mengedepankan dialog, silaturahim semaksimal mungkin dengan masyarakat yang ada. "Kita selalu berusaha melakukan itu, karena banyak masyarakat yang belum mengetahui capaian-capaian keberhasilan kerja mereka selama menjabat," katanya.
   Mengenai peluang paslon Firdaus-Ayat, Ustadz Fadri cukup optimis atas tingginya dukungan rakyat terhadap mereka. "Insya Allah peluang sangat besar, sebagai petahana dengan banyak calon, maka peluang petahana idealnya besar, Insya Allah," sebut Fadri optimis.
    Dilihat dari pengalaman Firdaus-Ayat, tentunya warga tak memungkiri akan capaian-capaian keberhasilan selama ini. Dimana Kota Pekanbaru berubah menjadi salah satu kota metropolitan yang menjadi dambaan setiap orang. Menurut Fadri, paslon Firdaus-Ayat tetap mengedepankan simpati dan tidak elitis. 
"Firdaus-Ayat harus membaur dan cair dengan masyarakat umum. Karena tren Pilkada saat ini mesti tidak terlalu protokoler dan sangat birokratis," katanya.
      Di lain sisi, tokoh muda kota Pekanbaru, Alvi Abidin mengakui bahwa dalam Pilkada, isu-isu negatif itu adalah hal yang biasa. Akan tetapi menurutnya, isu tersebut jangan sampai terjadi hal-hal anarkisme bagi paslon. 
     "Kalau hanya sekedar isu-isu, boleh saja. Tapi harus dibuktikan dengan nyata dan jangan asal menyebarkan isu tersebut," ujar Alvi yang juga merupakan pengurus ICMI muda Pekanbaru ini. (beni)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »