Isu Kepemimpinan Inhil Terbelah, Wardan adalah 'Man Of The Match'

Posted by On Monday, January 02, 2017

Akhir-akhir ini berkembang isu bahwa ada keretakan hubungan kepemimpinan di Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir. Sejumlah komponen masyarakat awam tersentak mendengar kabar itu, apalagi bagi mereka yang menerima isu itu bulat-bulat tanpa crosschek lapangan. Ya, ada informasi yang menyebutkan bahwa Bupati HM Wardan dengan Wakil Bupati Rosman Malomo sudah tidak sejalan.

Bermula dari kabar yang berhembus dari mulut ke mulut, hingga ada isu-isu tak sedap lainnya yang menyatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati telah pecah kongsi. Hal ini bahkan pernah dipertegas oleh Bupati Inhil HM Wardan bahwa isu yang beredar di publik tidak benar dan tidak mendasar. Bahkan menurut Bupati, pemerintahan di Inhil berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Dalam menyikapi isu terbelahnya pemerintahan di Kabupaten Indragiri Hilir ini, masyarakat perlu bijak mencermati. Sebab, sangat mudah ditemui statemen lapangan yang tidak bertanggung jawab. Penulis sendiri acapkali bertemu dengan masyarakat bertipe 'pengumbar informasi' tapi nihil data dan fakta. Bercerita tanpa data dan fakta plus keilmuan yang memadai hanya akan menambah informasi miring di tengah masyarakat. Bahkan, banyak informasi 'hampul' alias miskin kebenaran yang selalu diutarakan di setiap kesempatan.

Tidak terlalu berlebihan jika mencap informasi itu tidak benar keseluruhan, barangkali ada unsur kebenaran. Hanya saja, setiap pemangku kepentingan perlu mencari data dan sumber terpercaya. Isu pecah kongsi bisa saja dibuat untuk memberikan efek moral kepada pemimpin Inhil untuk lebih tegas lagi bertindak dan mengambil keputusan. Hal ini disebabkan banyaknya satker-satker yang dianggap low kinerja dan belum bisa berbuat banyak dalam mendukung Pemerintahan yang bertemakan 'Warohmah' ini.

Kemudian beberapa waktu lalu ada indikasi ditemukan dua kubu tim sukses yang saling berebut 'kue pembangunan' dan hal itu terlihat begitu vulgar di tengah masyarakat. Hanya mereka yang tergabung dalam koloni HM Wardan dan Rosman Malomo-lah yang seakan mencicipi kue proyek yang ada. Hal ini dapat berdampak adanya kecemburuan sosial. Bisa jadi, diantara kubu ada yang dapat lebih sementara yang lainnya kurang, asumsi yang berkembang.

Selain itu, parlemen yang ada di Inhil kurang bijak menyikapi opini publik. Mereka masih sibuk mengurusi dana aspirasi untuk koloninya masing-masing. Wakil rakyat di negeri seribu parit ini justeru memainkan politik 'belah bambu' yakni memilah masyarakat tertentu yang dianggap massanya. Mereka seakan kurang mampu menangkap isu-isu yang beredar di masyarakat. Bukan rahasia umum lagi, kue pembangunan itu juga terkesan hanya dicicipi oleh oknum-oknum wakil rakyat yang notabene merupakan salah satu koloni dari tim HM Wardan maupun Rosman Malomo.

Selanjutnya, bisa saja salah satu tujuan pelemparan isu pecah kongsi ini untuk memancing reaksi publik oleh oknum-oknum tertentu. Mereka ingin melihat bagaimana pandangan masyarakat dalam menerima kabar tersebut. Tentunya hal ini merupakan permainan orang politik. Dan terpenting untuk melihat bagaimana kans Bupati Wardan kedepan dari pandangan rakyatnya. Untungnya, rakyat Indragiri Hilir masih banyak berkomitmen mendukung Bupati Wardan yang memang sedang giat-giatnya membangun negeri seribu parit tersebut.

Kalau memang ada wakil rakyat sebagai produksi isu negatif itu, mesti diberi hukum sosial oleh publik dan masyarakatnya. Apabila perlu wakil rakyat itu di-recall dari parlemen tanpa ampun. Bukankah mereka duduk atas suara rakyat yang telah memilih mereka ? Bukan mengkerdilkan parlemen, namun itu sebuah konsekuensi bagi pekerja rakyat tersebut.

Disisi lain pun, selaku pemimpin daerah, Bupati HM Wardan memiliki power untuk menetralkan isu-isu tak sedap itu. Wardan mempunyai banyak instrumen 'carrot and stick' sebagai penguasa eksekutif. Baik terkait anggaran, program-program pembangunan, dan lain sebagainya. Akan ada ruang baru bagi Bupati untuk mensterilkan pemerintahannya dari pejabat-pejabat kiri yang dianggap tidak mendukung pemerintahannya.

Bupati HM Wardan adalah 'man of the match' dalam pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir yang sedang berjalan. Bagaimanapun kabar miring yang dilontarkan, Bupati tetap memiliki power untuk menetralisir kebenaran itu demi tegaknya pemerintahan yang bersih dan berwibawa di daerahnya. Kalau memang sudah tak bisa dipertahankan lagi, sudah sepantasnya Bupati mengeliminasi kabinetnya yang seakan sudah terbelah oleh isu-isu lapangan tadi.

Wakil Bupati Rosman Malomo pun harus demikian, harus mampu memilah jajaran yang tidak berenergi. Meskipun seorang itu masuk lingkaran keluarga ataupun tim sukses, ketegasan merupakan prioritas. Boleh jadi, isu keretakan ini dihembus oleh tim sendiri atau eksternal tim, wallahu a'lam bissawab. Yang penting mereka berdua harus menjawab dengan kinerja kedepan. Semoga kabar pecah kongsi ini hanya sebuah isapan jempol belaka bagi mereka yang memang sedang tergusur oleh kebijakan tegas sang pemimpin, lihat saja...***

Oleh : Beni Yussandra,SMn, Pimpinan Redaksi SKM Putera Riau
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »