Haris Rozie : "Update Data Untuk Pencapaian Target PAD Kota Pekanbaru"

Posted by On Wednesday, January 11, 2017

Pekanbaru-(puterariau.com)  
Tahun baru bagi Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru dimaknai dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, semangat baru, harapan baru untuk pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD)  yang baru sebesar  Rp. 802.616.131.807,00. Nominal yang cukup besar, namun bukan hal yang mustahil untuk direalisasikan. Sikap optimis ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Drs. H. Azharisman Rozie, M.Si dihadapan seluruh pejabat administrator, pengawas,  Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL).  Sikap optimis ini menjadi beralasan karena Haris  telah mempersiapkan strategi untuk mencapainya.


Ditemui terpisah Drs. H. Azharisman Rozie,  Msi menjelaskan bahwa update data adalah langkah awal strategi yang akan dilaksanakan untuk pencapaian target PAD. Kegiatan ini di rencanakan selesai di triwulan pertama 2017. Meng-update data wajib dan objek pajak diyakini akan dapat lebih meningkatkan PAD mengingat data yang valid sangat berpengaruh terhadap besaran penetapan pajak. Haris mengillustrasikan tentang besaran penetapan PBB dan pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dengan ZNT (Zona Nilai Tanah) yang tepat dan besaran transaksi yang benar diyakini akan dapat meningkatkan penerimaan BPHTB. Untuk tahun 2017 penerimaan dari BPHTB masih menjadi primadona mengingat dari 802 M lebih target PAD, sebanyak  Rp. 180.447.654.926,00 merupakan target yang harus dicapai dari penerimaan BPHTB atau sebesar 22,48 % dari target PAD yang ditetapkan.

Up date data potensi pajak restoran juga dirasa penting, mengingat target pajak restoran sebesar Rp.129.922.311.547,00 (16.18% dari target PAD)  merupakan penerimaan terbesar kedua setelah BPHTB.  Langkah berikutnya yakni  dengan membentuk juru sita pajak dan pemeriksa pajak yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar,  serta penerapan sistim IT dalam setiap transaksi juga merupakan strategi yang diyakini dapat menekan angka kebocoran. Disamping itu koordinasi dengan yang terkait seperti Notaris, PPAT, REI, dll juga lebih di intensifkan. Untuk menunjang strategi ini, Haris menginstruksikan untuk lebih memaksimalkan peran Unit Pelaksana Tekhnis Badan (UPTB) sebagai lembaga teknis Badan Pendapatan Daerah yang berada di Kecamatan sebagai fresh blood (darah segar) untuk membantu Bidang terkait dalam pencapaian target. Pengoptimalan fungsi UPTB ini bersifat proporsional, sehingga dapat  mengukur capaian kinerja yang ditetapkan.

Menindaklanjuti instruksi ini secara maraton Kepala UPTB langsung dikumpulkan Sekretaris Badan Drs. H. Kendi Harahap, MT yang juga diikuti oleh Kepala Bidang Pajak Daerah lainnya Andry Yulius Hamidy,  ST, M.Si dan staf di ruangan kerjanya. Kendi Harahap membagi habis target pajak daerah yang ada sesuai dengan potensi yang ada di wilayah kerja masing-masing UPTB. Hal ini bukan berarti Bidang terkait menjadi berleha-leha dan tidak bekerja tegasnya, tetapi justru antara Bidang dan UPTB harus saling bersinergi dengan tugas yang ada sebut Kendi Harahap.  Seluruh Kepala UPTB pada prinsipnya dapat menerima penugasan ini dan mengaku bersemangat untuk mencapai target yang ditetapkan, seperti yang disampaikan Kepala UPTB Bukitraya Indah Rasuta, SIP. Kepala UPTB wanita satu-satunya ini mengaku senang dengan sistem yang baru ini.  ”Kami siap dan akan berupaya bersinergi dengan seluruh stakeholder dan Bidang terkait untuk mencapai target PAD yang ditetapkan”. Tutupnya(dil/rls).



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »