Eks Cabub Inhu Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Deposito BSM

Posted by On Tuesday, January 31, 2017

Tanjung Pinang, (puterariau.com) I ------Bekas calon Bupati Indragiri Hulu, Drs.H Tengku Mukhtarudin yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Kepulauan Anambas Kepri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi gratifikasi dana deposito investasi jangka pendek dari Bank Syariah Mandiri cabang Tanjung Pinang sebesar 1,2 miliar oleh Kejati Kepulauan Riau.

Tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Kepri juga menetapkan mantan Kabag Keuangan Pemkab Anambas, Ipan SE sebagai tersangka bersama mantan Kepala cabang Bank Syariah Mandiri di Tanjung Pinang berinisial KM.

"Hasil penyidikan serta beberapa kali gelar perkara yang telah kita lakukan, maka hari ini kita tetapkan tiga tersangka dugaan kasus korupsi dana deposito dari Pemkab Anambas ke Bank Syariah Mandiri cabang Tanjung Pinang, yakni TM (mantan Bupati Anambas), IP mantan Kabag Keuangan dan KM mantan Kepala cabang BSM di Tanjung Pinang," kata Kajati Kepri, Yunan Harjaka SH MH didampingi wakil Kejati, Asri Agung SH MH, Apidsus, Feri Taslim SH MH dan sejumlah kordinator serta Kasi di Kejati Kepri lainnya di Senggarang, Tanjung Pinang (31/01).

Modus yang dilakukan atas dugaan kasus korupsi ini, disebutkan Kajati, ketika Pemkab Anambas menyimpan dana APBD tahun 2011 melalui dana deposito di Bank Syariah Mandiri cabang Tanjung Pinang sebesar Rp.80 miliar, menyusul tahun yang sama Rp.30 miliar dan tahun 2012 sebesar Rp.10 miliar, sehingga bertotal nilai Rp.120 miliar.

Yunan Harjaka menyebutkan bahwa melalui dana deposito tersebut diperoleh hadiah dari pihak Bank sebanyak 25 unit sepeda motor, termasuk 1 unit Toyota Avanza dan 1 unit Fortuner. "Hadiah tersebut seharusnya merupakan milik Pemkab Anambas, namun kenyataannya tidak, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.1,2 miliar," ungkapnya.

Menurut Yunan lagi, akan ada menyusul tersangka lainnya disamping tiga tersangka yang sudah ditetapkan sesuai dengan hasil penyidikan yang dilakukan. Sejumlah saksi termasuk ketiga tersangka sudah diperiksa. Termasuk bukti faktur penjualan sejumlah kendaraan itu juga akan ditelusuri keberadaannya termasuk dua unit mobil yang merupakan hadiah tersebut.

Ketiga tersangka dijerat sesuai Pasal 2 jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 jo Pasal 55 tentang tindak pidana korupsi. Hal ini terkuak berdasarkan laporan dari sebuah LSM di Kepri beberapa bulan lalu. (pr/rls/ktd)




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »