Ditangkap Pulang 'Ngedate', Bunga Malah 'Dikerjai'

Posted by On Sunday, January 22, 2017

Sungai Guntung, puterariau.com I ----Bagi anak muda sekarang berhati-hatilah kalau hendak 'ngedate'. Jangan coba-coba pergi ke daerah sepi ataupun berbahaya, bisa-bisa menjadi ajang kesempatan pelaku kriminal untuk melakukan aksinya. Misalnya saja yang terjadi di daerah Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir.

Tuti alias Bunga (16 tahun) menjadi korban pemaksaan persetubuhan oleh pelaku yang mengaku atas nama tim pengamanan. Alhasil, Bunga telah direnggut kehormatannya oleh pelaku yang terbilang sudah tidak muda lagi.

Mengenai hal ini, orang tua Bunga, AR (48) tahun melaporkan kejadian yang menimpa putrinya itu ke Polsek Kateman pada Sabtu (21/01) lalu pukul 16.00 WIB yang akhirnya pelaku H (40 tahun) dan U (44 tahun), keduanya adalah warga Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman ditangkap pihak berwajib.

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kapolsek Kateman, Kompol Bainar SH MH mengatakan bahwa hal ini bermula ketika korban pada hari Selasa (17/01) pukul 21.00 WIB melewati TKP di Kelurahan Tagaraja Kecamatan Kateman dengan menggunakan sepeda motor.

Yang namanya anak muda, pulang pacaran menuju rumah dengan tak memiliki perasaan waspada sehingga saat (Tuti alias Bunga, Tendi alias Bujang) melewati jala licin menuju rumah, Bunga terpaksa turun dari sepeda motor. Tiba-tiba datang dua orang pelaku (U dan H) yang langsung menuduh Bunga dan Bujang telah berbuat asusila.

Bunga dan Bujang membantah tuduhan, namun kedua pelaku tidak mempercayainya. Dengan mengatasnamakan pengamanan warga, mereka memaksa Bunga dan Bujang untuk melakukan hubungan bdan layaknya suami istri. "Kami pengamanan disini, kami harus tahu kalian buat apa disini," gertak pelaku seperti yang dikutip putera riau.

Karena takut dalam ancaman, korban mengikuti perintah pelaku untuk berhubungan. Setelah selesai, pelaku H, menyuruh pelaku U dan korban Bujang pergi mengambil sepeda motornya dan meninggalkan Bunga dan H berdua saja.

Saat berdua itulah, pelaku H memaksa Bunga untuk 'indehoi' sesaat melayani nafsu birahinya. Karena korban menolak, H menjatuhkan korban yang langsung mengerjai tanpa ampun. Setelah selesai, H mengajak Bunga keluar dari semak-semak dan berjumpa dengan pelaku U dan Bujang yang selanjutnya kedua pelaku meninggalkan TKP.

Bunga akhirnya mengaku dengan orang tuanya atas perlakuan yang tidak senonoh tersebut dan orang tua Bunga langsung melaporkan ke Polsek Kateman. Kapolsek Kateman, Kompol Bainar SH MH langsung memerintahkan unit opsnal Polsek Kateman menangkap kedua pelaku bejat tersebut. Saat ini, kedua pelaku telah meringkuk dalam tahanan Polsek Kateman untuk penyidikan lebih lanjut.

Pelaku akan diancam dengan Pasal 76D dan Pasal 81 UU No.35 tahun 2014, perubahan UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun dan denda 5 miliar rupiah. (ridho/roder)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »