Terkesan Bandel, Ketua DPRD Bengkalis Bakal Diangkut Paksa

Posted by On Friday, December 30, 2016

Bengkalis, (puterariau.com)
Politisi PAN, Heru Wahyudi terancam dijemput paksa pihak Kepolisian. Sebagaimana diketahui, Heru ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan tiga alat bukti antara lain keterangan saksi dari kelompok dana hibah, hasil audit investigasi BPKP Propinsi Riau dan keterangan ahli Kementerian Dalam Negeri terkait penggunaan dana bansos.

Heru Wahyudi yang menjadi tersangka merupakan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis tahun 2015-2020. Dimana saat dikonfirmasi putera riau beberapa waktu lalu sangat sulit dimintai keterangannya. Dalam catatan yang diterima, total kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 31 Miliar.

Menurut informasi yang diterima, Ketua DPRD Bengkalis itu sudah dua kali dipanggil penyidik dan tetap diabaikannya. Jika surat panggilang ketiga tetap diacuhkannya, diprediksikan bahwa penegak hukum akan segera memanggil paksa sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Kalau tidak hadir dalam panggilan, kita akan bawa paksa dengan dilengkapi surat perintah membawa (penangkapan)," sebut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinambela pada wartawan.

Menurut Dir Reskrimsus Polda Riau itu, pemanggilan ini untuk menyerahkan tersangka kepada pihak Kejaksaan Tinggi Riau karena berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21. Sebab sebelumnya, Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah memerintahkan jajarannya untuk segera menahan tersangka yang berkasnya sudah dinyatakan lengkap.

Dari data yang diterima melalui hasil audit BPKP perwakilan Propinsi Riau No.SR-250/PW04/5/2015 tanggal 3 Juli 2015, ada perbuatan yang secara bersama-sama (oknum anggota DPRD Bengkalis-red) yang telah merugikan keuangan Negara dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebesar Rp.31.357.740.000,00 (Tiga puluh satu miliar tiga ratus lima puluh tujuh juta tujuh ratus empat puluh ribu rupiah) yang diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun dari data tersebut, memang Heru terlihat hanya memakan duit sebesar Rp.15.000.000,00 yang tercatat. Hanya saja dalam pengusulan proposal yang diakomodir Heru Wahyudi itu terdiri dari 148 kelompok adalah sebesar Rp.11.985.000.000,00. Sungguh sangat aneh jika ia hanya 'menikmati' sedikit dari dana miliaran yang dianggarkan. Namun tujuan PR bukan menuduhnya bahkan memvonis sang Ketua, hanya meminta keterangan sedikit apa benar data tersebut dan kenapa bisa terjadi demikian. Ketua DPRD Bengkalis inipun tetap diam tanpa satu patah kalimatpun baik dari mulut maupun dari smsnya, sehingga berpuluh-puluh kali pesan pendek putera riau sejak beberapa bulan lalu tak pernah digubrisnya.

Selain Heru, kegiatan yang mengandung unsur memperkaya diri sendiri itu terdapat nama Amril Mukminin yang saat ini menjadi Bupati Bengkalis. Dalam data itu, sekitar Rp.6.578.500.000 diterima oleh Ketua dan beberapa oknum yang sudah menjadi tersangka. Jamal menerima Rp.2.779.500.000, Hidayat Tagor makan Rp.133.500.000, Rismayeni makan Rp.386.000.000, Purboyo makan Rp.752.000.000, Tarmizi makan Rp.600.000.000, Suhendri Asnan makan Rp.280.500.000, Dani Purba makan Rp.60.000.000, Mira Roza makan Rp.35.000.000, Yudi makan Rp.25.000.000, Heru Wahyudi makan (Ketua DPRD Bengkalis/PAN) makan Rp.15.000.000, dan Amril Mukminin (Bupati Bengkalis) makan sebesar Rp.10.000.000. (timpr)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »