"Apak Rutiang" Garap Anak Kandung Hingga Hamil

Posted by On Saturday, December 31, 2016

Tembilahan, (puterariau.com)
Seorang ayah diamanahkan untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya, terlebih lagi pada anak wanita. Namun bagaimana jika seorang ayah itu malah berbuat tak senonoh bahkan menodai anak kandungnya sendiri ? Tentu sumpah serapah yang cocok dialamatkan buat ayah bejat tersebut. Nah, inilah fakta yang terjadi di Kota Tembilahan belum lama ini.

Sebagaimana informasi yang diterima putera riau, Ra (50 tahun) ayah korban, dan Ar (18 tahun) abang kandung korban, warga Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Propinsi Riau dilaporkan telah menyetubuhi hingga hamil, Sa (16 tahun). Sa adalah anak kandung dan adik kandung dari kedua lak-laki bejat tersebut.

Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung SIK melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Ary Prasetyo menceritakan bahwa peristiwa memalukan itu terbongkar setelah abang angkat korban yang bernama Ba (32 tahun) warga parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu pada hari Rabu, 14 Desember 2016 lalu mendapat informasi bahwa korban saat ini dalam keadaan hamil.

Mendengar hal itu, esok harinya Ba mendatangi korban dan menanyakan kebenaran informasi tersebut dan saat itu, korban mengakui bahwa dia memang hamil dan mengatakan bahwa penyebab kehamilannya adalah ayah kandung dan abang kandungnya sendiri.

Mendapat pengakuan tersebut, Ba kemudian melaporkan permasalahan tersebut kepada An (paman korban) dan kemudian mereka sepakat melaporkan peristiwa itu ke Polres Inhil pada Rabu, 28 Desember 2016.

Berdasarkan laporan resmi dari pihak keluarga korban, Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Arry Prasetyo SH MH memerintahkan tim Opsnal Sat Reskrim Polres Inhil untuk melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan kedua pelaku saat mereka berada di rumahnya.

Dari hasil interogasi Kepolisian, Ra mengakui telah menyetubuhi anak kandungnya sebanyak 3 kali yang dilakukan pada bulan Juni 2016. Sedangkan Ar mengakui telah menggarap adik kandungnya itu sebanyak 10 kali yang terjadi pada bulan Mei 2016, dan akibat kebiadan kedua lelaki yang seharusnya melindungi dan menjaganya tersebut, korban saat ini sudah hamil besar sekitar 8 bulan. Yang jelas, dalam tubuh korban sudah terdapat janin bayi yang entah dari siapa diantara kedua lak-laki tersebut.

Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan Polres Inhil untuk melakukan proses penyidikan lebih lanjut, dan terhadap mereka diancam dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014, peralihan dari UU No.23 Tahun 2002 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (zamri/beni)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »