'Firdaus Pukul Istri Karena Cemburu'

Posted by On Tuesday, December 20, 2016

Pekanbaru, (puterariau.com)

Firdaus begitu tega memperlakukan istrinya dengan semena-mena. Betapa tidak, sang istri yang seharusnya dijaga dan dikasihani malah babak belur dipukulnya. Ini terjadi di Kelurahan Kempas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Propinsi Riau, beberapa waktu yang lalu.

Keterangan yang diperoleh dari Santi Jayanti warga Kelurahan Kempas Jaya bahwa benar Pada tanggal 13 September 2016 ia berjualan di lokasi pasar malam di RT 02 RW 01 Kelurahan Kempas Jaya. Pada malam itu, sekitar pukul 23.00, ia melihat suaminya (Firdaus) dalam keadaan mabuk berat. Sang suami langsung menyuruh dirinya pulang. Namun karena sedang berjualan, ia menolak untuk pulang ke rumah. Tak ayal lagi, sang suami langsung memukul dirinya di bagian tengkuk belakang hingga sempoyongan.

Hariansah, (adik Santi Jayanti) tak terima jika kakaknya diperlakukan Firdaus seperti itu. Hariansah kemudian membalas memukul Firdaus dengan gelas minumannya. Akibat pukulan itu, Firdaus terluka. Untuk menghindari pertengkaran susulan, Hariansah segera melarikan diri.

Sang istri, Santi berusaha mencegah Firdaus agar jangan mengejar adiknya Hariansah yang akhirnya Santi pun jatuh pingsan. Baru sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, Santi mulai sadar dan diantar ke rumah orang tuanya. Ketika hendak masuk ke rumah, ia melihat pintu rumah pecah, jendela nako pecah dan tirai dirumah robek.

Hal ini sesuai dengan hasil visum Puskesmas Kempas Jaya Visum Et Revertum dengan nomor: 1126/VIII/VER/2016 tanggal 19 September 2016 oleh dr. Nursamsir ditemukan benjolan dan memar akibat trauma benda tumpul dengan ukuran diameter sekitar 1 cm pada kepala bagian belakang sebelah kiri.
 
Santi Jayanti mempertanyakan kenapa Hariansah langsung ditahan, sementara Firdaus yang memukulnya  sampai  berakibat tak sadarkan diri, dan merusak rumah orang tuanya   sampai saat ini masih bebas berkeliaran kemana-mana. "Dimana keadilan hukum di Polsek Kempas ini, Saya bermohon kepada Kapolres Indragiri  Hilir, demi keadilan hukum mohon ditangkap segera Firdaus atas perbuatannya tersebut. Karena perbuatan memukuli isteri sebenarnya sudah terjadi berulang-ulang, dan sudah sering didamaikan orang tua dan sebelum kejadian ini belum pernah kami laporkan. Karena sudah tak tahan lagi baru kali ini  dilaporkan, karena sudah tak tahan lagi perbuatannya," katanya.


Warga Benarkan Ada Pertengkaran

Keterangan yang diperoleh dari sdr.Suryanto Sembiring warga Kelurahan Kempas Jaya, bahwa ketika dirinya membeli rokok ke warung Santi Jayanti, ia melihat pasutri itu sudah mulai bertengkar. Ketika mengambil kembali uang pembeli rokok, ia melihat Firdaus memukul santi Jayanti sebanyak 2 kali terlihat dibagian kepala bagian belakang kepalanya, membuat Santi Jayanti sempoyongan akibat dipukul Firdaus.

Sembiring menilai bahwa pekelahian suami isteri tersebut (masalah rumah tangga) maka dirinya enggan mencampurinya. Suryanto pun kembali ketempat minum sebelumnya yakni di warung buk Nurjannah (warung buk Ulis), diseberang warung Santi Jayanti tersebut.

Kemudian, keterangan lain diperoleh juga dari sdr.Yogi Sumantri (karyawan pasar malam Kempas Jaya) bahwa dia melihat Santi Jayanti pingsan, ketika dia sedang duduk disekitar lokasi booling pasar malam. Melihat Santi Jayanti pingsan terbaring dijalan, langsung secara spontan mengangkatnya dan membaringkan di meja booling pasar malam, karena kegiatan pasar malam pada saat itu sudah berhenti. Setelah ia mengangkat Santi Jayanti, ia kembali bersama temannya sesama pekerja pasar malam.

Sementara itu, menurut sdr. Nurjannah (buk Ulis) warga Kelurahan Kempas Jaya, bahwa ia membenarkan melihat Santi Jayanti telah pingsan terbaring dimeja booling pasar malam. Karena mengenal Santi Jayanti, maka ia menyarankan untuk dibawa ke warung miliknya. Kemudian Nurjannah menyarankan agar Santi dibawa ke rumah RT sebagai langkah pengamanan.

Disebutkan, bahwa Santi Jayanti diangkat oleh sdr.Junaidi ke sepeda motor yang dikendarai oleh Bambang. Nurjannah memegang Santi Jayanti dari belakang dan dibawa kerumah Pak RT 02 Kelurahan Kempas. Santi yang dalam keadaan pingsan diantar ke rumah RT, yang kebetulan sat itu hanya ada ibu RT.


Dilain sisi, Kapolsek Kempas, Iptu Anwar membenarkan bahwa sudah ada laporan  kasus KDRT yang diduga dilakukan oleh Firdaus terhadap Santi Jayanti. Kapolsek menjelaskan bahwa keterlambatan penanganan kasus tersebut, karena keterbatasan personil reskrim, dimana personil reskrim  hanya ada satu orang, yakni Bripka Benyamin (Kanit Reserse Polsek Kempas), sehingga penanganan kasus KDRT tersebut agak terlambat (sekitar 2 bulan pada saat dikonfirmasi wartawan di Mapolsek Kempas) yang masih dalam status penyelidikan. Kapolsek pun berjanji akan berkordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir untuk percepatan penanganan kasus tersebut.

Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kempas, Bripka Benyamin mengatakan bahwa Polsek Kempas sudah melakukan proses penyelidikan atas kasus KDRT tersebut. Dimana, pihak Polsek Kempas sudah memeriksa  Santi Jayanti selaku saksi korban, yakni sdr.Firdaus selaku diduga pelaku, dengan saksi-saksi; sdr.Sembiring, warga Kelurahan Kempas Jaya, Hariansah warga Kelurahan Kempas, sdr. Adha warga Kelurahan Kempas, sdr.Udin dan sdr.Sijon.

Namun, menurut Bripka Benyamin, menyebutkan bahwa keterangan ketiga orang saksi pada saat penyelidikan tidak ada yang menerangkan bahwa Santi jayanti pingsan.  Hanya 1 orang saksi yang menerangkan Santi Jayanti pingsan itupun keluarga Santi. Sehingga menurut beliau kasus KDRT tersebut melanggar Undang-Undang KDRT pasal 44 ayat 4 dengan ancaman 6 bulan penjara.

Kanit Reserse bahkan bersedia memanggil saksi-saksi tambahan untuk mengembangkan penyidikan. Proses hukum kasus tersebut sudah berada pada tahap penyidikan, sehingga status sdr. Firdaus sudah sebagai tersangka. Sampai berita ini dimuat bahwa sdr.Santi Jayanti (saksi korban) sudah di BAP ulang,  sdr.Suryanto Sembiring sudah di-BAP ulang, dan tiga orang saksi yaitu sdr.Nurjannnah (saksi tambahan), sdr.Yogi (saksi tambahan), sdr.Junaidi (saksi tambahan) juga di BAP ulang.
   
Selanjutnya, keterangan yang diperoleh putera riau dari IPTU Adi Prasetio di Mapolres Indragiri Hilir, bahwa benar telah dilakukan proses penyelidikan terhadap kasus KDRT oleh Polsek Kempas yang baru pada tahap penyelidikan.

Kasat Reskrim berjanji akan mengembangkan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus KDRT tersebut. Kasat juga menambahkan bahwa kasus dugaan pengrusakan akan dikembangkan penyelidikan dan penyidikan yang diduga pelakunya sama dengan pelaku KDRT.

Ketua PJI, Salehudin Angkat Bicara

Sementara itu, Drs.Shalehuddin PA, MH selaku Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Indragiri Hilir bermohon agar kasus ini diusut sampai tuntas. Dimana menurutnya, ketiga dugaan pelanggaran hukum, dugaan KDRT dengan tersangka sdr.Firdaus, dugaan pengrusakan diduga dilakukan sdr.Firdaus (keduanya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan).
Sementara dugaan penganiayaan sudah disidangkan, terdakwanya sdr. Hariansah (adik Santi Jayanti) sudah ditahan sekitar 3 bulan. Salehudin menambahkan bahwa ketiga kasus tersebut terjadi dalam waktu berdekatan. "Hanya perbedaan hitungan menit saja, mohon dilakukan percepatan proses hukum atas dua kasus lagi yaitu kasus KDRT dan pengrusakan karena sampai saat ini baru pada tahap penyelidikan dan penyidikan. Dan mohon kepada Kapolsek Kempas dan Kapolres Indragiri Hilir agar proses hukum terhadap kedua pelaku pelanggar hukum dilakukan seadil-adilnya," katanya. (Alvinmanhulu)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »