Mimpi Warga Riau Di Tanah " SYURGA"

Posted by On Saturday, December 24, 2016

Orang luar boleh memandang Riau sebelah mata. Boleh mencerca Riau dengan segudang kalimat tak sedapnya. Tapi tahukah mereka bahwa negeri Riau ini memiliki semilyar kemungkinan untuk menjadi negeri maju diantara negeri-negeri lain ? Sumber daya alam Riau yang kaya raya tiada taranya di dunia, boleh jadi telah diprediksikan oleh 'Raffles' pada tempo dahulu. ia menyebut di Jawa hanya ada budaya, di Bengkulu hanya ada onggokan benteng, tetapi di Riau dan Singapura ada masa depan yang gilang gemilang.
 Yah, itu sebuah ungkapan Raffles masa lalu yang telah membuahkan sebatas buku sejarah 'History of Java' di Jawa, sebatas membangun benteng Inggris di Bengkulu. Namun di Singapura dan Riau, Raffles meletakkan tapak perekonomian masa depan dunia yang tak terhingga. Sayangnya, menurut pandangan Tabrani Rab dalam fenomena Melayu, akibat pembodohan orang Riau-lah yang menyebabkan manusia Riau tak berjiwa dan disedot bersama sumber daya alam yang kian kering kerontang.

Walau era reformasi dan transparansi kini, namun masyarakat Riau masih seperti 'penumpang' di kapal sendiri. Lancang kuning berlayar, namun nahkodanya tak jelas mengarahkan kemana arah pembangunan daerah, kemana rakyat ini akan berlabuh. Tak sedikit masyarakat Riau hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Mereka seakan hanya menjadi objek dari pembangunan itu sendiri, cuma segelintir orang langsung sebagai subjeknya. Itupun bagi orang yang 'pandai-pandai' dalam politik praktis.

Orang Riau sendiri diombang-ambingkan dalam kehidupan politik praktis. Mereka belum mampu menerima politik apa yang sedang dimainkan. Ibarat dalam sebuah pertandingan sepak bola, mereka hanya jadi bulan-bulanan tim papan atas. Mereka diiming-imingi 'sesuatu' oleh pelaku politik. Orang Riau masih terkubur dalam kancah pembangunan yang sebenarnya. Elit politik hanya bermain di tingkat atas, sementara rakyat kebanyakan sebagai penonton.

Meskipun banyak diantara mereka yang mengaku 'paham' dalam politik dan pembangunan sumber daya manusia, namun itu semua hanya masih berupa obrolan tingkat kedai kopi. Siapa yang mampu mengalahkan bicara mereka ? Saya, anda dan siapapun bahkan sering keteteran jika berdebat dengan politikus seperti ini. Sementara tidak ada solusi dan tindakan langsung dari mereka. Bukankah sungguh besar kemurkaan Tuhan, jika ada yang pandai bicara dan memberi nasehat namun ia sendiri tidak mampu melakukannya ?

Untuk itu orang Riau mesti merubah pola pikirnya. Mesti membangun etos kerja yang lebih baik. Tidak lagi hidup dibawah bayang-bayang politik praktis yang penuh carut marut. Tidak dalam khayalan yang selalu dininabobokan oleh kepala daerah dan wakilnya. Toh, selama ini kepala daerah selalu berbuat apa yang digariskan untuk kepentingan pusat dan politik. Mengatasnamakan rakyat hanya untuk kekuasaan dan ambisi pribadi. Artinya, rakyat hanya menjadi mainan dari penguasa untuk kepentingan masa depan politik dan kekuasaan semata.

Provinsi Riau yang kaya raya, diatas minyak dibawah minyak, plus kekayaan alam hasil pertanian dan maritimnya. Serba lengkap jika ditambah dengan potensi perdagangan serta merupakan kawasan yang terus akan berkembang. Bahkan, Riau ini menjadi incaran dari warga-warga sekitar untuk sekedar mencari kehidupan. Begitulah, Tuhan semesta alam ini memberi anugerah yang luar biasa kepada bumi lancang kuning ini.

Demikian pula dengan budaya asli Riau yang tepa selira dan menerima seluruh etnis dan budaya apapun yang masuk. Penduduk negeri ini sangat nasionalis dan menjunjung kebhinnekaan. Bayangkan dengan daerah lain, yang sulit menerima masuknya komuniti tertentu. Tetapi bumi Riau sangat menerima hal itu, baik dari Jawa, Sunda, Minang, Batak, Bugis, Banjar, Cina dan lain sebagainya. Ingat, Kebhinnekaan itu untuk siapa ? Adakah untuk pribumi Riau yang kian tergusur ?

Dengan melihat hal itu, betapa Riau memiliki potensi yang sangat besar bagi kehidupan. Tak salah ungkapan Raffles mengenai masa depan yang cerah ada di negeri ini, sehingga banyak kalangan yang berlomba-lomba untuk dapat hidup di negeri ini. Berjibaku dengan kerasnya alam, walau jauh dari negeri antah berantah, menyeberangi lautan demi mencari kehidupan yang cemerlang di Provinsi Riau. Sebab, menurut mereka kehidupan di negeri asal sudah tidak menjanjikan lagi, sehingga mau tidak mau, Riau sesak dengan orang-orang dari seluruh belahan bumi ini demi kehidupan duniawi itu sendiri.

Sedikit nukilan diatas adalah sebuah penggambaran bagaimana Riau terhadap eksistensi kehidupan. Ibarat sebuah gurun pasir, Riau adalah sebuah mata air yang mampu menghidupkan orang-orang di sekitarnya. Tentunya dengan limpahan sumber daya alam dan potensi yang ada, orang Riau harus bersyukur kepada sang pencipta dengan syukur yang sebenar-benarnya. Tanpa Riau, banyak diantara anda, kita dan semua tak dapat berbuat apa-apa, sebab Riau lah gambaran kecil negeri yang makmur itu.***
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »