Kebijakan Lurah Rianiate Tapsel Dinilai Ngawur

Posted by On Friday, December 30, 2016




Angkola Sangkunur, Tapsel, (puterariau.com)

Dikelurahan Rianiate Khususnya Lingkungan III Bahung, kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pada Oktober 2016 dikeluarkan  Surat pengumuman bahwa Dilingkungan tersebut diadakan Pemilihan kepala Lingkungan.

Panitia penyelenggara pun dibentuk dan di SK kan oleh Lurah Rianiate Baharudin Harap. Panitia menetapkan jadwal pendaftaran calon dimulai tanggal 20 - 27 Oktober 2016. Sejak dibukanya pendaftaran sampai penutupan hanya satu orang yang menyerahkan berkas kepada pihak panitia yaitu atas nama Aperyanus Zai.

Namun masyarakat kelurahan Rianiate sangat terkejut dimana Baharuddin Harahap selaku Lurah Rianiate kembali mengeluarkan surat pemberitahuan pada tanggal 26 Desember 2016 yang menyatakan bahwa proses pemilihan di lingkungan III yang dimaksud dibatalkan.

Dalam surat pemberitahuan tersebut Baharuddin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Rianiate atas kekeliruan yang telah diambilnya. Baharuddin berdalil bahwa dirinya tidak menyadari bahwa jabatan kepala lingkungan III Bahung yang dijabat oleh Yasokhi Mendrofa belum habis masa jabatan.

Hal ini menjadi dilema bagi masyarakat Rianiate yang menyayangkan kebijakan ngawur seorang lurah yang telah terdidik malah berpura-bura bodoh dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

Bagaimana tidak? Dengan jelas Baharuddi Harahap selaku Lurah Rianiate mengeluarkan dan menandatangani SK panitia penyelenggara pemilihan kepala lingkungan III Bahung. Namun tak lama kemudian Baharuddin malah mengeluarkan surat pemberitahuan pembatalan pemilihan.

Hal ini ibarat cinta segitiga yang terjalin antara Lurah Rianiate dan pihak Panitia serta para calon kepala lingkungan dimana Baharuddin terindikasi menjilat ludah sendiri dengan memberi harapan palsu bagi masyarakat dan juga pihak panitia.

Walaupun dalam surat pemberitahuan tersebut Baharudin sudah menyampaikan permohonan maaf nya, namun masyarakat dan pihak panitia tidak serta merta melupakan permasalahan ini. Panitia
dan masyarakat akan menyampaikan keberatan mereka kepada pihak terkait keputusan ngawur yang dilakukan oleh Lurah Rianiate Baharuddin Harahap.

Masyarakat menduga bahwa pembatalan pemilihan di lingkungan III Bahung itu terindikasi kepentingan pribadi, "Yah... bisa saja bang lurahnya menerima sogokan, buktinya kenapa setelah diputuskan diadakan pemilihan malah lurahnya membatalkan dan menetapkan kepala lingkungan yang lama masih menjabat," tutur warga yang tak ingin namanya disebutkan kepada awak media.

Pihak Panitia juga merasa dipermalukan oleh Lurah Rianiate dan memilih untuk menyampaikan keberatan. "Kita telah dipermalukan oleh Lurah, maka kami panitia menyampaikan keberatan dan hal ini harus dituntaskan, Lurah Rianiate mengambil kebijakan sepihak dan tidak menghargai kinerja panitia penyelenggara ungkap Paulinus Gulo selaku ketua panitia penyelenggara pemilihan kepala lingkungan III Bahung.

Kebijakan ngawur Lurah Rianiate ini tentunya sangat berefek pada kinerja pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan karna hal ini menyangkut pada kepentingan masyarakat banyak. Masyarakat berharap pemerintah kabupaten tapanuli selatan tidak memelihara oknum pejabat yang berada didalam ruang lingkup pemerintahan yang menjadi batu sandungan pada program-program pembangunan yang digagas oleh pemerintah khususnya kabupaten tapanuli selatan.
Hingga berita ini diturunkan, sampai awak media belum bisa mendapat klarifikasi dari Lurah Rianiate. (Alvyman Hulu)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »