DR. H. Firdaus ST MT "Membangun Pekanbaru yang Cemerlang"

Posted by On Thursday, December 15, 2016




Puterariau.Com I Pekanbaru, ------- DR.H Firdaus ST MT sejak awal telah berkomitmen untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani. Artinya, visi tersebut merupakan sebuah spirit seorang kepala daerah untuk menjadikan negeri yang modern, maju dan senantiasa berpegang kepada nilai-nilai religius sesuai agama dan keyakinan masing-masing.      



Menurut Firdaus, metropolitan merupakan sebutan untuk sebuah kota yang memiliki kriteria tertentu, sedangkan madani merupakan kemajuan peradaban dalam sebuah wilayah. Dalam artian madani bertujuan untuk penguatan nilai terhadap masyarakat sipil serta meningkatkan peran serta masyarakat yang kuat dalam pembangunan berbasis agama. Dengan kata lain, selain membangun badannya (fisik), mesti juga membangun jiwanya (rohani).


Mengenai kota metropolitan yang madani, merupakan sebuah konsep pembangunan kota yang modern. DR.H Firdaus ST MT menyebutkan bahwa pembangunan kota modern itu meliputi : smart city (kota pintar), liveable city (kota layak hidup), dan green city (kota hijau dan ramah lingkungan).Kepada Pimpinan Redaksi Putera Riau, DR.H Firdaus ST MT membeberkan bahwa smart city dimaksudkan adalah menciptakan pemerintah yang pintar dan warga yang pintar. 

Pintar dalam hal memanfaatkan potensi, peluang, situasi, kondisi dan waktu. Pintar dalam memanfaatkan sumber daya yang ada sehingga tujuan pembangunan kota Pekanbaru dapat terwujud yaitu kotayang beriman, aman, nyaman dan sejahtera.Selanjutnya, mengenai liveable city dimaksudkan sebagai gambaran kota yang aman, nyaman, damai, bersih, sehat dan asri disertai dengan masyarakat yang membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Firdaus menambahkan bahwa liveable city adalah kota dimana ruang umum yang merupakan pusat kehidupan sosial dan fokus ke seluruh masyarakat. 

"Konsepnya juga sangat berkaitan dengan lingkungan yang harus berkesinambungan dengan sistim ekologi dan kenyamanan hidup bagi masyarakat," sebut Firdaus.Menurut Fidau, sapaan akrabnya, prinsip-prinsip liveable city adalah tersedianya berbagai kebutuhan dasar masyarakat perkotaan (hunian yang layak, air bersih, listrik, tersedianya berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial (transportasi publik, taman kota, fasilitas ibadah/kesehatan, tersedianya ruang dan tempat publik untuk bersosialisasi dan berinteraksi, keamanan, bebas dari rasa takut, mendukung fungsi ekonomi, sosial budaya, dan sanitasi lingkungan dan keindahan lingkungan fisik.Kemudian terakhir, mengenai green city yakni pembangunan kota Pekanbaru yang dilakukan harus ramah lingkungan baik dari sisi penggunaan teknologi ataupun pembangunan sumber daya manusianya.

"Sebagaimana kita ketahui, pertumbuhan kota yang cepat diiringi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat berakibat kebutuhan lahan semakin meningkatdan berimplikasi pada degradasi lingkungan. Untuk itu, kita membutuhkan konsepperencanaan berkelanjutan yang salah satunya adalah green city yang selaras dengan alam," sebutnya.

Dengan demikian, Firdaus berharap dengan berbagai konsep kota modern tersebut, Pekanbaru nantinya secara ekologis dapat dikatakan sebagai kota sehat. Artinya ada keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Dimana kota sehat itu merupakan kondisi dari suatu kota yang aman, nyaman, bersih dan sehat untuk dihuni dengan mengoptimalkan potensi sosial ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan forum masyarakat, difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan kota.Pusat Pemerintahan Baru Sebuah Langkah PositifSementara itu, tokoh masyarakat Provinsi Riau, HR.Maizir Mit SE MBA sangat mendukung program pembangunan Kota Pekanbaru yang salah satunya pemindahan pusat pemerintahan kota Pekanbaru ke Tenayan. 

Sebab menurutnya, hal itu akan memicu pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi bagi daerah yang berimbas pada kemakmuran masyarakat. Mengenai hal ini, pernah dikumandangkan oleh DR.H Firdaus ST MT terkait pemindahan pusat pemerintahan Kota beberapa waktu yang lalu. Selama ini dengan bertumpuknya pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi bisnis dinilaimenyebabkan banyak permasalahan lain yang muncul."Coba kita lihat di Malaysia misalnya, pusat kota itu tidak menumpuk di satu tempat. Kita berfikir untuk kemajuan kota ini kedepan, mau jadi apa kota ini kalau hanya bertumpu pada satu titik saja. 

Disitu kantor Gubernur, disitu kantor Walikota, disitu mall dan sebagainya, dan kedepan pasti macet. Untuk itu kita mesti berfikir agar kota ini menjadi kota yang berwawasan dan harus berdampak pada efek sosialnya pada masyarakat," urai HR.Maizir.Ia sangat mendukung rencana pembangunan kota secara menyeluruh oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Hal itu memiliki dampak sosial positif bagi masyarakat, baik yang ada dipusat kota maupun yang ada dikawasan pinggiran kota. Maizir melihat dengan meratanya pembangunan, tentu potensi lahan tidur yang ada di kawasan pinggiran akan dapat dimaksimalkan sehingga memiliki prospek ekonomi yang baik. "Kita berharap akan menjadi kota yang ramah lingkungan, adem, tidak macet dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di setiap sudut," ujarnya. 

Hal itu, secara tidak langsung akan memajukan daerah dengan pemerataan yang menyeluruh. Ekspektasinya, kawasan Pekan Sikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) yang merupakan kabupaten tetangga akan saling mendukung dalam kemajuan daerah, pada Pekanbaru khususnya, Provinsi Riau pada umumnya.Alasan demikian, sudah sewajarnya masyarakat kota Pekanbaru mendukung spirit pembangunan yang digaungkan oleh Pemerintah. Menurutnya, langkah Firdaus untuk membangun peradaban kota Pekanbaru yang modern merupakan titik awal menuju visi misi Kota Pekanbaru sebagai kota metropolitan yang madani tersebut.Pekanbaru Adalah ‘Gula’ Bagi ‘Semut’ SekitarSementara itu, sejumlah masyarakat sangat merespons positif berbagai program pembangunan yang dilaksanakan Pemko Pekanbaru selama ini. 

Pembangunan kota Pekanbaru yang semakin bergeliat secara langsung berdampakpada kehidupan masyarakat. Semua berimplikasi pada membaiknya tingkat perekonomian warga sekitar yang mencari hidup di Kota Pekanbaru.Sebagaimana diketahui, glamour dan 'wah'nya suasana kota Pekanbaru dengan tingkat perkembangan kota yang pesat, membuat negeri Melayu ini menjadi incaran berbagai penduduk negeri seberang. Boleh dibilang, untuk wilayah Sumatera, Pekanbaru makin unggul dalam pembangunan sehingga memancing 'pendatang' untuk mencoba peruntungan di Kota Pekanbaru. Medan, Padang dan beberapa kota lainnya sudah cukup tertinggal dari Kota Pekanbaru. Ini bisa ditilik dari banyaknya perantau-perantau dari kota tersebut, sementara, sangat langka jika mencari ada warga Kota Pekanbaru yang merantau ke Padang maupun Medan. 

Artinya, Pembangunan Kota Pekanbaru yang makin kinclong-lah membuat semakin tertariknya perantau-perantau tersebut. Dengan arti kata, dimana ada gula disitu ada semut, Pekanbaru adalah kota yang diibaratkan sarangnya gula, sehingga semut-semut akan datang mengkerumuni kota ini.Salah seorang tokoh pemuda Pekanbaru, Uwendi cukup mengapresiasi pembangunan yang telah dilaksanakan Pemko Pekanbaru. Perubahan terlihat dari tahun ke tahun, sehingga siapapun yang melongok ke Pekanbaru akan terkesima melihat perkembangan kota yang cukup signifikan. "Kalau tiga bulan saja kita pulang kampung dan tak melihat Pekanbaru, sekembali dari kampung kita bisa heran akibat cepatnya pembangunan kota ini," sebut pria yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi ini. (Beni Yusandra/Fadil/Redaksi)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »