Didukung Mantan Bupati Bengkalis 2 Periode, Firdaus-Rusli Makin Solid di Pesisir

Posted by On Wednesday, April 25, 2018

DURI- Mantan Bupati Bengkalis dua periode, DR Syamsurizal menunjukkan komitmen penuhnya untuk memenangkan pasangan DR Firdaus-Rusli Effendi.

Hal tersebut dibuktikannya dengan turun langsung ke tengah masyarakat Kabupaten Bengkalis memperkenalkan sosok Firdaus-Rusli Effendi yang menurutnya merupakan calon Gubernur yang paling tepat  dan pas untuk membangun Provinsi Riau ke depan.

Keseriusan Syamsurizal memberikan dukungan dengan langsung terjun bersosialisasi di tengah masyarakat tersebut yang kemudian membuat seluruh tim relawan Firdaus-Rusli Effendi di daerah pemilihan, khususnya Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti semakin solid mendukung dan mengupayakan pemanangan terhadap pasangan calon gubernur nomor urut 3 tersebut.

Seperti diungkapkan Firdaus, salah seorang koordinator barisan relawan Firdaus-Rusli Effendi di Kota Duri.

''Kami itu taat dan mengikut kepada pemimpin kami. Pak Syamsurizal adalah pemimpin yang kami hormati. Kami tahu beliau pemimpin yang baik dan berhasil membangun Bengkalis. Karena itulah, ketika beliau mengatakan memilih Pak Firdaus, kami pun ikut arahan Pak Syamsurizal,'' ungkap pria yang juga punya nama persis sama dengan calon Gubernur Riau DR Firdaus itu.

Kami juga sudah mendapatkan banyak gambaran tentang kepemimpinan Pak Firdaus sebagai Wali Kota di Pekanbaru. Pak Firdaus juga pemimpin yang bagus, Wali Kota Pekanbaru 2 periode. Di bawah kepemimpinannya Pekanbaru tumbuh menjadi kota metropolitan yang disegani,'' papar dia lebih jauh selepas konsolidasi dan penguatan tim relawan Firdaus-Rusli di Kota Duri.

"Saya sendiri sudah mensosialisasikan dan memperkenalkan sebagian pengetahuan  saya  tentang sosok Pak Firdaus-Rusli kepada warga  kampung, kurang  lebih  dua  bulan ini. Kita semua sependapat, apa yang sudah dipertimbangkan Pak Syamsurizal untuk mendukung Pak Firdaus juga akan menjadi sikap politik kita,'' ungkap Firdaus.


"Dengan  sosok pak  Firdaus yang  memeiliki jiwa rendah  hati, pemimpin  cerdas Serta  agamis, kami  berharap  pak  Firdaus dapat  memimpin  kami khusus  Riau  kedepannya. Dan kami  berharap kepada Pak  Firdaus, ketika  terpilih menjadi Gubernur  Riau nanti supaya bisa membangun Riau secara adil dan merata, tak terkecuali di wilayah Kota Duri ini,'' sebut dia.

''Kami berharap pembangunan tidak hanya difokuskan di kota-kota saja, tapi juga di wilayah pedesaan. Banyak jalan desa yang rusak dan perlu diperbaiki dan kami berharap sosok Pak Firdaus bisa berkoordinasi dengan bupati dan kepala daerah lainnya untuk bersama membangun Riau,'' harap dia lagi.

Mendapati dukungan masyarakat tersebut, Syamsurizal pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat. Dia pun berharap seluruh masyarakat Kota Duri, Pinggir, Bengkalis solid untuk memenangkan dan memberikan dukungan untuk Pasangan Calon Gubernur Riau DR Firdaus MT-Rusli Effendi.(tim)




Juwana SH : "Golkar Siak Tetap Solid menangkan Andi-Suyatno, Jangan Membangkang"

Posted by On Wednesday, April 25, 2018

Siak, (puterariau.com) -Sehubungan dengan adanya pemberitaan atas keberatan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Siak, hal ini ditanggapi dingin oleh pengurus DPD Golkar Kabupaten Siak.

Ketika diwawancarai oleh wartawan untuk dimintai tanggapan atas pemberitaan dan adanya surat klarifikasi dari Indra Gunawan dan Naufal serta pernyataan bersama dari 14 pimpinan Kecamatan tersebut, Juwana,  SH (Wakil Ketua BAPILU DPD Golkar Kab.  Siak) justru tertawa dan dengan santai menjawab sambil mengajak diskusi. "Mari kita bicara secara aturan yang berlaku di Partai Golkar," ajaknya.

Disebutkan bahwa Sdr. Naufal Haddrami itu sudah tidak memiliki kapasitas untuk berbicara sebagai pengurus Partai Golkar,  karena namanya memang tidak termasuk dalam SK Kepengurusan yang baru.

"Dulu iya pengurus, tpi SK yang lama sudah dicabut seiring dengan terbitnya penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Siak kepada Pak Juni Ardianto Rachman yang menggantikan Pak H. Syamsuar. Dari situ aja sudah jelas keabsahan dari surat yang mereka tandatangani itu adalah tidak sah. Kami rasa gak perlulah ditanggapi secara berlebihan," ungkapnya.

Dengan terbitnya Surat Keputusan Nomor: Kep-44/DPD/GOLKAR-R/III/2018 tentang komposisi dan personalia DPD Golkar Kabupaten Siak adalah sudah melalui mekanisme rapat yang dihadiri oleh Sdr.  Indra Gunawan, Naufal Hadrami dan pengurus lama lainnya.

Dalam rapat itu disepakati bahwa dilakukan restrukturisasi dan perombakan unsur kepengurusan. "Sekarang malah membantah, lucu kan?" sebutnya sambil tertawa.

Disebutkan bahwa dalam menjalankan organisasi harus ada pengurus yang tentunya ditetapkan dalam Surat Keputusan yang sah dan legal secara hukum.

"Kemudian, salah satu diktum dalam SK yang mereka persoalkan itu adalah perintah untuk dilaksanakannya konsolidasi organisasi. Mereka paham gak dengan makna konsolidasi ? Kita tau bahwa hari ini sedang berlangsung Pilgubri, kemudian lanjut Pemilu Legislatif, bersambung lagi Pemilihan Presiden Tahun 2019, tentu langkah pertama yang harus dilakukan adalah penguatan dan pembenahan organisasi. Yang bengkok kita luruskan, yang belang dan hitam kita kuningkan. Simple aja kan," canda mantan Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Golkar siak zaman Syamsuar ini.

Makanya terjadi konsolidasi dan penggantian kepengurusan di tubuh Golkar yang sedang sakit. "Biasa lah ituu," ucapnya.

Ketika ditanya persoalan Musdalub, Juwana menjawab, pasti akan digelar Musdalub. Hanya perintah DPP Partai Golkar hari ini adalah pemenangan Partai Golkar. Tri sukses, sukses pilkada, sukses Pileh, dan Pilpres 2019.'

Masalah Musdalub Golkar Siak itu dianggap hal yang gampang. "Tapi lihat momentum juga lah, ini sedang perang bos. Kok yang mereka pikirkan malah Musdalub, bukan pemenangan tetapi sebaliknya justru pelemahan dan memecah belah partai,  disitu kita kecewanya, dan ini adalah sebuah pembangkangan dan perlawanan terhadap kebijakan Partai," sebut Juwana, SH dengan nada serius.

"Kita sudah membahas persoalan ini,  dan akan diberikan sanksi tegas. Jadi kesimpulannya,  tidak ada perpecahan,  tidak ada persoalan, DPD Golkar Siak sudah solid, Legal dan siap memenangkan Paslon Nomor 4, H. Arsyadjuliandi Rachman-H.  Suyatno," pungkas Juwana mengakhiri. (berman)

Publik Minta Aparat Hukum Tidak 'Main-Main' Dalam Kasus Bansos Bengkalis

Posted by On Wednesday, April 25, 2018


Pekanbaru, (puterariau.com)

Praktisi hukum Propinsi Riau, Yhofizar SH mengharapkan pada penegak hukum khususnya Polda Riau membuka secara tuntas kasus korupsi Bansos Bengkalis yang masih menyisakan tersangka lainnya.

"Sesuai namanya audit BPKP, berdasarkan audit BPKP beberapa waktu lalu diketahui nama-nama penikmat uang rasuah, yakni ada 11 nama dari 1300-an kelompok yang setelah diperiksa dengan total 4000 kelompok/lembaga penerima dana hibah. Nah, dari total 11 nama itu, kenapa baru 6 orang mantan anggota DPRD yang ditahan. Mestinya berdasarkan 11, ya tuntaskan 11 orang tersebut," ungkap Yhofizar.

Apalagi mantan anggota DPRD Bengkalis, Amril Mukminin yang masuk dalam daftar jilid 1 malah diselamatkan dari tersangka kasus ini. Disinilah kecurigaan publik terhadap penegakan hukum di negeri ini yang masih pilih tebu. 

Dalam pengembangan jilid dua, 2 nama baru sudah ditetapkan sebagai tersangka, sekalian berkas dimajukan di Kejaksaan. Dan hal ini mestinya tidak harus pilih pilih. "Secepat mungkin sebaiknya, sebab 4 bulan yang lalu saya menyempatkan diskusi melalui WA Arpidsus kkejati Riau, Bapak Sugeng bahwa berkas masih di Polda Riau. Mengenai penindakannya, kami tidak bisa dualisme dalam penindakan, tanya langsung ke penyidiknya," arahnya Arpidsus yang ditirukan. 

Sebagaimana diketahui, satu dari dua tersangka baru kasus dugaan penyimpangan dana hibah Kabupaten Bengkalis tahun 2012 telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Meski begitu, hingga kini yang bersangkutan belum dilakukan penahanan.

Tersangka baru itu diketahui berinisial Y. Penetapannya menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang baru diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berdasarkan pengembangan perkara yang telah menjerat 8 orang sebagai pesakitan. Mereka juga telah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah.
Mantan Bupati Bengkalis menjadi pesakitan, dalam artian makan dahulu tersengat kemudian

Adapun para pesakitan yang telah dijebloskan ke penjara itu, adalah mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah. Tersangka lainnya, yang merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi. 

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir, Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Heru Wahyudi.

Untuk melengkapi berkas perkaranya, penyidik kemudian memanggil Y untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Pemeriksaannya diketahui dilakukan belum lama ini.

"Tersangkanya datang penuhi pemanggilan kita. Diperiksa sebagai tersangka," ujar Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Ahad (22/4). 

Meski telah dilakukan pemeriksaan, Y diketahui masih bebas menghirup udara bebas. Belum ditahannya Y ini, Gidion mengatakan hal itu terkait strategi penyidikan yang dilakukan pihaknya. Weleh weleh weleh...

"Nanti akan kita tahan. Kalau sekarang nanti terkendala masa penahanan, sementara berkas belum rampung oleh Jaksa, masih P19 (dilengkapi berdasarkan petunjuk jaksa, red). Jadi kita menghindari itu, dilengkapi terlebih dulu (berkasnya)," sebut Gidion. 

Meski telah didapat inisial salah seorang tersangka baru dalam perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.31 miliar itu, namun belum diketahui seperti apa perannya dalam perkara ini.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, sejumlah pihak disebut-sebut terlibat dan menikmati dana hibah itu. Seperti, nama Bobby Sugara disebut-sebut menjadi calo ribuan proposal dana hibah berinilai Rp.272 miliar ini. Bahkan sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau dalam persidangan pesakitan sebelumnya, Bobby dikatakan mendapat untung 20 persen dari kelompok penerima aliran dana. Selain itu, sejumlah anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014 juga disebut-sebut menerima dana hibah itu.

Hal itu sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan dengan terdakwa Jamal Abdullah di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Dalam dakwaan JPU kala itu disebutkan telah terdapat kerugian negara sebesar Rp31.357.740.000.

Angka tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit yang dilakukan BPKP Riau, yang disebutkan kalau ada penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SPPD) dan direalisasikan pencairan dana sebesar Rp83.595.500.000. Dari realiasi pencairan dana hibah tersebut yang diterima oleh kelompok masyarakat, yakni sejumlah Rp52.237.760.000.

Sisanya, diduga telah menguntungkan diri Jamal Abdillah dan beberapa oknum anggota DPRD Bengkalis lainnya, orang lain yaitu calo dan pengurus kelompok masyarakat, yakni sejumlah Rp31.357.740.000.

Jumlah tersebut diduga dinikmati oleh 11 orang anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, sebesar Rp6.578.500, termasuk di dalamnya 6 orang yang juga telah ditetapkan sebagai pesakitan dalam kasus ini.

Memperkaya diri Jamal Abdullah sebesar Rp2.779.500.000, Hidayat Tagor sebesar Rp133.500.000, Rismayeni sebesar Rp386 juta, Purboyo Rp752.500.000, Tarmizi Rp600 juta, Suhendri Asnan Rp280.500.000, Dani Purba Rp60 juta, Mira Roza (anggota DPRD Riau saat ini) Rp35 juta, Yudhi Veryantoro Rp25 juta, Heru Wahyudi Rp15 juta, dan Amril Mukminin yang saat ini Bupati Bengkalis Rp10 juta. 

Publik Bengkalis berharap agar kasus korupsi bansos ini dituntaskan secepatnya. Apalagi kasus ini sudah berlarut-larut dan takutnya masuk angin atau ada dugaan perdamaian. Nama Amril Mukminin yang jelas terlibat selaku mantan anggota DPRD Bengkalis yang terpampang nyata harus dibungkus. Publik tidak menginginkan tebang pilih dalam kasus korupsi ini agar tidak disebut main-main apalagi dugaan 86. Sebagaimana diketahui, Putera Riau pun sudah mengungkap kasus ini sejak pertama kali di awal tahun 2012 silam. (pr/rls)


Firdaus Komit Dukung Perkembangan Olahraga di Riau

Posted by On Tuesday, April 24, 2018

PEKANBARU - Calon Gubernur Riau nomor urut 3, DR Firdaus MT mengungkapkan sektor olahraga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain mengangkat marwah daerah, meningkatnya animo masyarakat di bidang olahraga akan dapat mengurangi pengaruh negatif yang dapat merusak generasi muda.

Hal ini disampaikan Firdaus usai menghadiri pelantikan pengurus KONI Pekanbaru di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (23/4/2018).

Menurut Firdaus, dalam program kerja yang ia susun bersama Calon Wakil Gubernur Riau, Rusli Effendi, bidang olahraga mendapat perhatian serius. " Kami melihat Riau memiliki potensi yang cukup besar untuk terus meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Selama ini memang sudah cukup baik dimana Riau berada di posisi 10 besar ajang Pekan Olahraga Nasional. Yang terpenting bagaimana terus melahirkan regenerasi atlet-atlet yang berprestasi," ujar Firdaus.

Ditambahkan Walikota Pekanbaru yang sedang cuti ini, jika nanti ia dipercaya sebagai Gubernur Riau, maka ia akan mendorong berbagai pihak untuk ikut membantu perkembangan olahraga di Riau.

" Selain meningkatkan peran pemerintah daerah, terutama dalam membangun sarana dan prasarana olahraga yang sesuai dengan standar internasional, kita akan mengajak perusahaan swasta yang ada di Riau untuk bersinergi mengembangkan olahraga di Riau. Peran pihak swasta ini misalnya dalam mendukung event-event olahraga yang dapat dilaksanakan di Riau," jelas Firdaus.

Hal lain yang akan dilakukannya adalah memberikan apresiasi yang baik terhadap atlet-atlet daerah yang berprestasi. " Tantangan yang muncul selama ini, kita punya atlet berprestasi tapi kemudian dibajak daerah lain. Para atlet ini tergiur karena merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Ini yang harus kita perbaiki. Mereka yang berprestasi harus diberi penghargaan yang baik, dijamin masa depannya," tutur Firdaus.

Ia pun mengucapkan selamat kepada pengurus KONI Pekanbaru yang baru saja dilantik dan berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan sektor olahraga. "Sebagai organisasi induk olahraga, KONI harus mampu menjalin kerjasama yang baik dengan pengurus Cabang Olahraga yang ada dalam memajukan prestasi olahraga di Pekanbaru pada khususnya, dan Riau pada umumnya. (Tim)

Kepala SMPN 3 Keritang Sematkan Tanda Peserta Ujian

Posted by On Monday, April 23, 2018


Kotabaru Reteh, (puterariau.com)

Pembukaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017/2018 di SMPN 3 keritang dibuka langsung oleh kepala sekolah Zulpan Karja, SS yang kemudian dilanjutkan penyematan tanda peserta ujian nasional oleh siswa/i yang dilakukan secara simbolis di halaman sekolah pada pukul 10:20 WIB sampai selesai. Senin (23/04/2018)

Penyematan tanda peserta ujian ini merupakan simbol resmi dibukanya pelaksanaan ujian nasional (UN) di SMPN 3 keritang tahun pelajaran 2017/2018.


Ummul menyatakan selaku pembaca tata tertib ujian, "saya harap siswa/i dapat mengikuti ujian nasional dengan baik, aman, tertib, serta sopan dan santun sehingga dapat menjawab soal dengan jawaban yang benar dan tepat. Semoga hasilnya baik dan memuaskan", ujarnya. (herniati)

Perpustakaan Desa Pondok Perintis Literasi Desa Kuantan Sako Diluncurkan

Posted by On Monday, April 23, 2018


Teluk Kuantan, (puterariau.com)

Dalam upaya menumbuhkan dan membina minat baca masyarakat berbagai cara bisa dilakukan. Antara lain dengan mendirikan rumah rumah baca, pondok baca ataupun perpustakaan desa. Itulah yang ada dalam pemikiran seorang politisi Partai Gerindra yang juga anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Solehudin SSos.

Minggu (22/4), ketika berbincang dengan wartawan Solehuddin menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu bersama sama dengan tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa telah mendirikan dan meluncurkan perpustakaan Desa yang diberi nama Pondok Perintis Literasi Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuansing.

Kehadiran Perpustakaan Desa Pondok Perintis Literasi ini adalah merupakan langkah awal dalam upaya memberikan wadah untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat dengan membaca. 
Antusias anak-anak membaca di Kuansing cukup tinggi

"Selanjutnya kita akan berupaya mendirikan Perpustakaan-Perpustakaan Desa lainnya terutama untuk desa desa eks transmigrasi yang berada di Kecamatan Logas Tanah Darat," lanjut Solehudin.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Azhar MM CPM menyambut gembira kehadiran Perpustakaan Desa di Kuantan Sako ini. Azhar berjanji akan membantu sepenuhnya perpustakaan Pondok Perintis Literasi, terutama didalam peningkatan SDM pengelola pustakanya serta membantu upaya penambahan koleksi bacaan dari berbagai sumber.

Azhar juga berharap kepada masyarakat dalam rangka Gerakan Wakaf Buku di Kabupaten Kuantan Singingi, menghimbau untuk mewakafkan buku-buku yang layak baca melalui Perpustakaan Daerah yang nanti akan disalurkan ke rumah baca ataupun perpustakaan desa yang membutuhkan. 

"Dari pada buku-buku tersebut berdebu dan memakan tempat di rumah lebih baik bukubtersebut kita wakafkan dan dapat dibaca orang lain dan mudah mudahan ini menjadi amal dan sedekah zariah bagi kita," ujar Azhar mengakhir perbincangan. (Lidia Ningsih/adv)

Gubernur Sumbar : Kita Dukung Anak Muda Yang Mau Bertani

Posted by On Monday, April 23, 2018


Lima Puluh Kota, (puterariau.com)

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Prof. Irwan Prayitno yang didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumbar Ny. Nevi Zuairina Irwan Prayitno saat gelar panen raya Jagung di lahan pertanian Gempita Kabupaten Lima Puluh Kota di Buluh Kasok, Ahad (22/04).

Menurut Gubernur, salah satu cara kita bersyukur kepada Allah adalah dengan mengubah dan memanfaatkan lahan kosong  menjadi lahan pertanian. "Kita harus menjadikan lahan kosong yang tidak terpakai menjadi lahan pertanian, supaya menghasilkan nilai ekonomi, sehingga akan membantu perekonomian keluarga," ujar Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur mengucapkan terima kasih kepada TNI khususnya jajaran Korem 032/WB Sumbar yang tiada lelah mensuppor dan membantu program nasional ketahanan pangan di Sumbar.

"Tanpa bantuan jajaran tentara, saya rasa program nasional ketahanan pangan ini akan sulit terlaksana. Untuk itu kami atas nama masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumbar mengucapkan terima kasih yang tulus dan tak terhingga atas bantuan Bapak Dan Rem beserta jajarannya menjadikan lahan kosong menjadi lahan produktif. Kerjasama dan kordinasi Korem dengan anak-anak muda, Pemda sangat baik sehingga program ini berjalan dengan baik," tutur IP.

Kepada beberapa Perbankan yang hadir pada acara tersebut, Irwan Prayitno berharap bank-bank akan memberikan bantuan dana untuk modal kepada gempita.

Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen Mirza Agus SIP mengajak kepada semua unsur masyarakat yang ada di Sumbar untuk saling bekerjasama untuk menggenjot pertanian.

Selaku Danrem 032/WRB Mirza Agus beserta semua staf dan prajurit siap mendukung sepenuhnya program Gunernur untuk ketahanan pangan Sumbar.

"Kami seluruh jajaran Korem 032/WB, siap mendukung program ketahanan pangan nasional di Sumbar," tegas Mirza.

Ketua Gempita Lima Puluh Kota, Hendra dalam sambutannya merasa sangat terbantu dengan program "Jagungkan Lahan Tidur" dari Provinsi.

"Gempita Lima Puluh Kota merasa sangat terbantu dengan program Jagungkan Lahan tidur yang merupakan Program dari Bapak Gubernur dan berterima kasih kepada Bapak Dan Rem atas bantuannya," ujar Hendra.

Lahan yang telah digarap oleh Gempita Lima Puluh Kota sampai saat ini berada di empat titik. "Kita telah garap lahan di Padang Kandi seluas125 hektar, di Talago Tujuah Koto 12 hektar, di Buluah Kasok seluas 30 hektar, dan  25 hektar di Taram," lanjut Hendra. 

Tidak sebatas sebagai lahan pertanian saja, lahan Gempita yang berada di Buluah Kasok tersebut juga akan dijadikan sebagai lokasi agrowisata dan akan ditanami duren, jeruk, dan Manggis.

Gempita Lima Puluh Kota juga akan mendirikan kios dan membuat pupuk organik sendiri untuk mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk.

"Yang menjadi kendala Gempita Lima Puluh Kota saat ini adalah permasalahan bibit dan puput untuk itu kami akan mendirikan kios, dan membuat pupuk organik sendiri," ujar Hendra.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota yang juga hadir pada acara tersebut berharap kegiatan tersebut bisa mencapai program-program pertanian yang sudah ditargetkan Pemda Kabupaten Lima Puluh Kota. 

"Pemda Kabupaten 50 Kota targetkan jagung seluas 17.000 hektar, padi gogo seluas 16.000 hektar dan kedele seluas 14 hektar," kata Wabup.

Terakhir Wabup juga berharap dengan adanya program Gempita ini bisa memenuhi kebutuhan jagung di Lima Puluh Kota. 

"Saat ini Kabupaten Lima Puluh Kota butuh 180 ton Jagung perhari terutama untuk pakan ternak, kita belum mampu untuk memenuhi jumlah tersebut sehingga masih dipasok dari daeraha lain, mudahan dengan adanya Gempita bisa menjawab itu semua," tutup Wabup. (zulfahmi/hms sumbar)

Panwaslu Desa/Kelurahan Lakukan Tes Kejiwaan Di Pulau Kijang, Dokter Jiwa Hanya Bacakan Soal

Posted by On Sunday, April 22, 2018



Pulau Kijang, (puterariau.com)

Puluhan petugas Panwas Kelurahan dan Desa atau Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Pilkada dan caleg 2018 daerah Indragiri Hilir bagian selatan Propinsi Riau melakukan test kejiwaan. Tes kejiwaan berlangsung di Aula Panwascam Kecamatan Reteh, Pulau Kijang, Minggu. (22/04/2018). 

Tes kejiwaan tersebut wajib mereka lakukan sebagai salah satu syarat kategori Pengawas Lapangan pasca tes urine yang terlebih dahulu dilakukan dan langsung mendatangkan dua dokter jiwa yang masih terbilang muda. 

Saat proses pengetesan berlangsung, tugas dokter hanya membantu peserta membacakan soal yang tertera dalam kertas pertanyaan. Dan proses pengetesan tidak berlangsung lama. Bahkan ada peserta yang hanya membutuhkan 30 menit kurang lebih untuk menyelesaikan pertanyaan.

"Tidak butuh waktu lama untuk menjawab soal-soal, berbanding terbalik dengan jarak yang kami tempuh untuk menuju kesini dan pungutan biaya pun yang diminta terbilang besar bagi kami yang hanya mendapat honor kecil," ujar seorang peserta seleksi yang kini sudah menjadi Petugas Pengawas Lapangan Pemilu yang namanya enggan dipublikasikan. (pr)

Letusan Dan Tembakan Di Istana Raja Arab Saudi, Mungkinkah Isyarat Perang Baru ?

Posted by On Sunday, April 22, 2018


Riyadh, (puterariau.com)

Letusan senjata api terdengar jelas di area Istana Kerajaan, Riyadh, Arab Saudi, menyusul ditembaknya sebuah drone mainan di dekat istana Kerajaan oleh pasukan keamanan Arab Saudi. Suara letupan senjata ini langsung memicu dugaan adanya sebuah upaya kudeta kepada Raja Arab tersebut. 

Pada Situs mirror.co.uk, Minggu, 22 April 2018 melansir bahwa Kepolisian Arab Saudi mengatakan aparat Kepolisian di pos pemeriksaan di distrik Khozama telah mengidentifikasi sebuah drone atau pesawat tanpa awak dan segera menembak jatuh sesuai perintah. Khozama adalah sebuah area dimana Istana Kerajaan Arab Saudi berada.

Kejadian berbalas tembak dan letupan kuatpun tak terelakkan di sekitar istana Raja Saudi, Riyadh. Sementara Raja Salman telah dibawa ke kubu bawah tanah di pangkalan udara di kota tersebut.

Rekaman video insiden berbalas tembakan bermunculan di media sosial yang menunjukkan bahwa pertempuran yang menggunakan senjata berat sedang berlangsung di sekitar istana Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud di Ibukota Riyadh.

Dalam laporan yang dikutip mengatakan bahwa raja dan puteranya, Putera Mahkota Muhammad bin Salman telah dipindahkan ke kubu bawah tanah di sebuah pangkalan udara yang berada di bawah perlindungan pasukan AS.
Raja Salman yang diduga menjadi target operasi pengeboman

Sementara para pejabat dan media Saudi belum memberikan keterangan terkait serangan ini. Para saksi dan penduduk di sekitar istana mengatakan bahwa sedang ada upaya kudeta di Kerajaan Arab Saudi.

Anggota oposisi Arab Saudi mengaku bahwa seorang pegawai kanan pasukan darat telah memimpin serangan ke istana untuk membunuh Raja dan putera mahkota.

Dalam rekaman video juga menunjukkan bahwa semakin banyak kenderaan tempur dikerahkan ke sekitar istana. ‘Pengawal khas Muhammad bin Salman’ telah mengambil alih keselamatan di ibukota. Ruang udara Riyadh telah ditutup untuk semua penerbangan kecuali helikopter militer.

Namun, beberapa aktivis Arab Saudi mengatakan di  akun Twitter bahwa pesawat tanpa awak telah terbang di atas istana dan pengawal istana yang mulai melepaskan tembakan ke arah pesawat. Apalagi ada asumsi jika itu pesawat militer Yaman yang dikirim untuk melakukan misi pengeboman terhadap Istana raja. (lukman/rls/pr)

Kasus Raibnya Uang Nasabah, BRI Lotu Harus Bertanggung Jawab

Posted by On Sunday, April 22, 2018


Nias Utara, (PR Nias)

Peristiwa raibnya uang nasabah an. Atinila Zalukhu, warga Desa Lukhu Lase Kecamatan Lahewa Timur Kabupaten Nias Utara di BRI Lotu Kabupaten Nias Utara Prov Sumut pada tanggal 21 Maret 2018 lalu dengan nilai Rp.808.000.000 (Delapan ratus delapan juta rupiah) hingga sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban. Dimana pihak BRI Lotu belum memenuhi tanggung jawabnya atas kehilangan uang nasabah tersebut.

Ketika kru media PR Nias melakukan konfirmasi kepada Atinila Zalukhu sebagai korban pada hari Sabtu 21 April 2018 kemarin di Lotu terkait pemberitaan di media sosial baik media cetak dan media online bahkan media elektronik yang sedang hangat menjadi pembicaraan di berbagai kalangan masyarakat Nias maupun di luar daerah Kepulauan Nias terkait hilangnya uang nasabah BRI KK Lotu.

Atinila Zalukhu menjelaskan kepada PR Nias bahwa ia telah menyimpan uang di BRI Lotu beberapa bulan yang lalu senilai 1 miliar lebih berasal dari PT. Prudencial asuransi jiwa suaminya yang telah meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Menurut Atinila, ia menyimpan uangnya di Bank supaya aman dan tetap utuh demi kebutuhan masa depan anaknya.

Ketika ditanya kru media kepada Atinila Zalukhu dari mana mengetahui bahwa uang tabungannya telah hilang, sambil meneteskan air mata ia menjelaskan bahwa saat terakhir melakukan penarikan pada tanggal 21 Maret 2018 di BRI Lotu melalui ATM ternyata pada saat itu ATM saya tidak terbaca atau terblokir langsung.

"Saya melaporkan ke pihak BRI Lotu dan saat itu juga ATM saya langsung diganti oleh BRI dangan persyaratannya pihak BRI meminta KTP asli dan saya berikan KTP asli baru diproses. Setelah ATM saya diperbaiki, baru saya melakukan penarikan melalui ATM kira pukul 11. 35 WIB. Pertama saya transfer ke nomor rekening keluarga saya sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah), kemudian saya melakukan penarikan dangan uang tunai Rp. 5.000.000.(lima juta rupiah), setelah saya cek saldo saya masih ada Rp.808.000.000. (delapan ratus delapan juta rupiah), setelah itu saya bersama keluarga langsung pulang ke rumah," jelasnya.

Besok harinya, 22 Maret 2018, Atinila pergi ke pasar Lahewa dengan tujuan belanja untuk kebutuhan keluarganya sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu mampir ke ATM BRI unit Lahewa untuk melakukan penarikan. Ternyata ATM miliknya tidak dapat terbaca lalu Atinila mendatangi Satpam yang bertugas di BRI Lahewa mempertanyakan apakah mesin ATM yang rusak atau ATMnya yang tidak terbaca. Langsung Petugas mencoba lagi ATM Atinila, ternyata bukan mesin ATM yang rusak tetapi ATM Atinila telah terblokir.

Lalu pihak Satpam mengarahkan Atinila untuk segera melaporkan pergantian ATM ke pihak BRI dimana Atinila Zalukhu mengurus buku tabungan. Dengan petunjuk itu langsung Atinila mendatangi BRI Lotu sekira pukul 11.00 WIB siang. Setelah sampai, Atinila langsung melaporkan ke pihak BRI Lotu dan mempertanyakan kenapa ATM terblokir sementara baru kemarin diganti.

Pihak BRI Lotu mencoba mengecek ATM tersebut yang ternyata telah terblokir nomor rekening tabungannya, setelah dipertanyakan oleh Atinila kepada Paulius S Zega pihak BRI Lotu kenapa bisa terblokir.

 Paulius S Zega sebagai Kepala BRI KK Lotu menyampaikan permohonan maafnya kepada Atinila Zalukhu sebagai Nasabah dimana kemarin, tanggal 21 Maret 2018, pihak Bank telah memblokir nomor rekening tabungan dengan dasar ada seseorang wanita datang disini yang mengatasnamakan Atinila Zalukhu.

Dengan membawa surat keterangan kehilangan buku tabungan dan ATM yang dikeluarkan oleh pihak Polres Nias dan surat keterangan kehilangan KTP dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Nias Utara. Dengan dasar itulah pihak BRI Lotu melakukan proses sehingga membuat buku tabungan baru kepada orang yang mengatasnamakan Atinila Zalukhu sebagai pemilik nomor rekening tabungan yang sesungguhnya.

"Langsung kami lakukan pemblokiran nomor rekening lama atas nama Atinila Zalukhu," beber Paulius Zega.

Mendengar itu, Atinila Zalukhu bersama keluarganya langsung melaporkan ke penegak hukum Polres Nias atas kejadian tersebut pada tanggal 22 Maret 2018 sekira pukul 23.45 WIB. Namun saat itu yang bertugas di Polres mengatakan kepada pihak korban belum bisa menerima laporan. "Maaf, bukan tidak kami terima laporannya, tetapi lebih baik besok kembali dan sekaligus membawa bukti buku tabungan, ATM dan KTP asli atas nama korban dan sekaligus diminta keterangan transaksi atau nomor rekening koran di BRI Lotu sebagai bahan penyelidikan dalam kasus ini," kata pihak Polres.

Besok harinya tanggal 23 Maret 2018, Atinila Zalukhu bersama dengan keluarganya mendatangi pihak BRI Lotu untuk meminta nomor rekening koran atas nama Atinila Zalukhu. Setelah diberikan oleh BRI Lotu, mereka langsung ke pihak Polres Nias pada 23 Maret 2018 dan diterima laporan Atinila Zalukhu serta dimintai keterangan dan bukti bukti dari pada buku tabungan, ATM dan KTP atas nama Atinila Zalukhu sebagai korban.

Setelah kejadian ini pihak kelurga  korban bertanya atas pelanggaran yang dilakukan oknum BRI Lotu kenapa bisa memblokir nomor rekening nasabah. 

Sebagaimana diketahui, pemblokiran tabungan nasabah tanpa seizin pemilik rekening dengan hanya bermodal surat keterangan kehilangan dari Polres Nias dan surat keterangan KTP sementara pada saat Atinila Zalukhu melaporkan atas terblokirnya ATMnya langsung diminta KTP asli dari korban. "Seharusnya pihak BRI teliti dalam melakukan tugasnya demi terjaminnya keuangan nasabah," tegas Asli. 

Lanjut Asli Lase, penarikan uang tunai tentu ada ketentuan di pihak BRI dengan nasabah yang salah satunya dokumen masabah yang telah disampaikan pada saat membuat buku tabungan dan itu harus terjaga dan terjamin sampai seumur hidup.

Dalam hal ini yang dilakukan oleh pihak BRI Lotu tanpa menyesuaikan dokumen pemilik rekening atas nama Atinila Zalukhu sehingga pihak pelaku bebas mengambil uang nasabah dengan dibuat buku baru sehingga uang Rp.808.000.000 (delapan ratus depalan juta rupiah) bisa raib oleh pencuri.

Asli Lase menduga dalam hal ini, pihak BRI Lotu bekerja sama dengan pelaku sehingga uang itu bisa lolos di tangan pencuri," ujarnya.

Jikalau tidak ada keterlibatan pihak BRI, tak mungkin maling bisa lolos masuk membuka rekening baru, padahal yang punya rekening asli baru saja pihak Bank mengganti ATM Atinila Zalukhu dan melakukan transaksi tarik tunai jam 11.42 WIB.

Dalam hanya beberapa waku saja pada pukul 14.36 WIB, pihak BRI langsung menggantikan buku tabungan dan ATM  pencuri dan langsung menyerahkan uang itu kepada pencuri 200.000.000.(dua ratus juta rupiah). Dan besoknya tanggal 22/03/2018, pihak BRI lagi menyerahkan uang kepada pencuri 608.000.000 (enam ratus delapan juta rupiah). Hal ini diketahui dalam rekening koran dari BRI.

Menurutnya, perkembangan kasus ini sudah ditangani pihak Polres Nias dan dua orang tersangka pelaku penipuan telah ditahan oleh Polres Nias bernisial MZ (23) alias Meiman, warga desa Lakha Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara dan RFZ (29) alias Febriani, warga desa Sihareo Siwahili Kecamatan GunungSitoli Barat dan sesuai informasi masih ada otak pelaku yang masih di proses di Polres Nias sebagai saksi benisial FZ.

Menurut Atinila Zalukhu dan keluarganya, mereka meminta pihak Polres Nias agar pihak BRI lotu diproses secara hukum karena kuat dugaan adanya kerja sama dengan pelaku dan Atinila Zalukhu tidak mau tahu masalah siapa pelakunya tetapi yang dia tahu adalah uangnya harus dipertanggungjawabkan oleh pihak BRI dengan seutuhnya. (Si Ken)


Firdaus-Rusli Bicara Pembangunan dan Riau Madani di Pentas Nasional

Posted by On Sunday, April 22, 2018

Jakarta (PR)  - Riau merupakan salah satu propinsi terkaya dan strategis sebagai salah satu tempat investasi terbaik di Asia-Pasific. Secara georgafis termasuk dalam segitiga emas jalur perdagangan maritim. Pekanbaru sebagai Ibukota Propinsi Riau juga merupakan tempat investasi terbaik di Asia Tenggara sekaligus merupakan etalase pencerminan propinsi Riau yang merupakan tempat yang tepat sebagai pusat pembangunan dan industri di Indonesia bagian barat. Riau sejak dulu terkenal dengan kekayaan alam dan mineralnya, dari hutan, migas dan yang terbaru adalah dengan munculnya potensi-potensi wisata yang dapat di eksplorasi dan dikembangkan di berbagai daerah dipropinsi Riau.

Tak terlepas dari permasalahan-permasalahan mulai dari pemerataan tata ruang dan tata wilayah serta pembangunan infrastruktur  dan kesejahteraan masyarakat yang masih menjadi 'PR' besar bagi pemerintah untuk terus ditingkatkan.

Ditahun 2018 ini propinsi Riau akan melaksanakan Pemilihan Kepala daerah. Salah satu yang menarik dari empat (4) calon yang maju untuk bertarung dalam kontestasi demokrasi di Riau pada Juni mendatang adalah dengan majunya Walikota 2 Priode dipercaya sebagai memimpin Pekanbaru yakninya DR. H. Firdaus ST MT yang berpasangan dengan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Sekretaris Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Jakarta yakninya H. Rusli Effendi SE., S.Pd.I.,M.Si.

Membangun propinsi dengan penduduk 6,18 Juta Jiwa merupakan tantangan tersendiri bagi Firdaus dan Rusli sekalipun tantangan bukan berarti merupakan hal yang berat kemudian harus dibiarkan, namun sebaliknya Pasangan Calon (Paslon) yang di gadang-gadangkan sebagai calon kuat pengganti petahana ini tentu mempunyai langkah dan perencanaan dalam memimpin Riau lima (5) tahun kedepan.

Sebagaimana dalam salah satu program yang ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Nasional pada 19:00-21:00 Jumat malam (20 April 2018) dalam program acara KUPAS KANDIDAT dengan tema Mengupas Asa Tentang Masa Depan Riau dan Indonesia, tayangan langsung berdurasi 120 menit ini menjadi ruang publik bagi paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Nomor Urut 3 DR. H. Firdaus MT dan H. Rusli Effendi M. Si untuk memberikan pemaparan tentang membangun bangsa dalam kontek lokal yakninya propinsi Riau.

Selain dipandu oleh dua orang pembawa acara program ini juga di hadiri oleh beberapa orang panelis yang sangat tepat dengan bidangnya.

Seorang panelis menambah meriahnya dialog dengan diawali dengan sebuah pantun singkat.

" Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Kaki menteri digigit Pari, Kalau mau memilih pemimpin Riau, Tonton dulu Kupas Kandidat TVRI" begitu lah pantun yang dibawakan oleh Pakar Otonomi Daerah (OtDa) Djohermansyah Johan.

Pernah menjabat sebagai Pejabat (PJ) Gubernur Riau beberapa bulan , sudah barang tentu membuat Djohermansyah Johan sangat paham dengan kondisi Riau mulai kultur, struktur bahkan infrastruktur. Djoharmansyah mengajak Paslon untuk berbicara mengenai pendidikan yang merupakan persoalan serius yang dihadapi oleh Riau dari dulu hingga sekarang, baik disegi kualitas maupun kuantitas yang agak tertinggal dari propinsi tetangga ataupun skala nasional.

Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) adalah persoalan serius dalam pembangunan sebuah negara dan bangsa, karena output pembangunan merupakan cerminan dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada sebuah negara dan bangsa itu sendiri, maka yang terpenting adalah pendidikan berkualitas untuk ciptakan SDM yang berdaya saing. dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing juga. terdapat beberapa aspek yang sangat perlu diperhatikan baik guru, anak didik  serta pemerintah yang mempunyai kewenangan dalam usaha menciptakan suasana baru di dunia pendidikan sebagaimana disampaikan Paslon Firdaus-Rusli pada kesempatan pertama yang diberikan oleh panelis.

"Kata kunci pembangunan adalah persoalan daya saing daerah, maka kunci utamanya adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) setelah itu barulah infrastruktur dan pelayanan oleh pemerintah. berkaitan dengan pendidikan ini bagaimana kita meningkatkan kualiatas pendidikan, untuk pendidikan Dasar (Red, SD,SMP) yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten/Kota dapat terselesaikan  penyelenggaraan dengan baik tentu kita perlu bersyukur, namun untuk daerah yang kurang mampu untuk menyelesaikan persoalannya sendiri karena terkendala keuangan daerah, kita akan bantu dari alokasi keuangan propinsi sesuai aturan yang berlaku. untuk tingkat SMA/SMK yang dikelola oleh propinsi tentu perlu perhatian serius juga baik kualitas maupun kuantitas guru". Ujar Firdaus.

Senada dengan Firdaus, Rusli Effendi yang merupakan seorang pendidik juga sangat mengerti dengan mirisnya kondisi pendidikan Riau saat ini dan beberapa tahun terakhir. iya menjelaskan juga menjanjikan jika terpilih nanti sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dan sebagai koordinator pemerintahan daerah akan memberikan perhatian khusus terhadap dunia pendidikan.

"Saya punya latar belakang seorang pendidik, sebagai koordinator pemerintahan daerah dan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah nantinya tentu ada perhatian khusus juga yang harus diberikan terhadap para pendidik atau guru. meningkatkan kesejahteraan guru barangkali akan menjadi prioritas, sebagai tanggung jawab terhadap guru tingkat menengah (SMA/SMK) kita akan berikan honor guru dan beasiswa baik dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas guru serta pelatihan-pelatihan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dasar dibidang pendidikan di Riau". Ungkap Rusli

Masih seputar kepiawaiyan kepemimpinan tapi agak berbeda dengan panelis sebelum, seorang pakar ekonomi Prof. DR. Firmansyah mencermati ironisnya kondisi Riau beberapa tahun terakhir, sebagai propinsi penyumbang devisa terbesar kelima (5) setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah, namun kondisi tersebut tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi yang hampir stagnan  beberapa tahun terkhir dimana pertumbuhan ekonomi Riau di tahun 2015 di angka 2,22 %, tahun 2016 di angka 2,23 %,dan pada tahun 2017 diangka 2,71%. Membuktikan bahwa 2 sektor besar yakninya perkebunan dan migas tidak mampu membawa masyarakat kedalam ekspektasi memuaskan dalam tataran kesejahteraan. Kondisi tersebut seharusnya tidak saja menguntungkun untuk kondisi atau pertumbuhan ekonomi lokal  saja namun akan berefek positif dan sebanding dengan kesejahteraan masyarakat tentunya. Tidak saja sektor besar seperti perkebunan dan migas yang merupakan sumber suplay-an devisa terbesar itu, Riau juga punya banyak sektor unggulan yang seharusnya tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal untuk kesejahteraan masayarakat banyak diantaranya sektor perdagangan dan pariwisata.

Menyikapi persoalan empiris diatas sebagai calon Gubernur Riau Firdaus sangat memahami kondisi yang dialami Riau sebenarnya meski beberapa bidang atau sektor ekonomi besar yang tadinya menjadi primadona namun sekarang sudah menurun dari segi hasil.

 "Kita tahu kondisi minyak kita sudah mulai menurun, sumur baru tidak ada, sumur lamapun sudah kering begitu juga dengan sektor perkebunan Kelapa misalnya di Indragiri Hilir yang tadi nya sebagai hamparan kebun kelapa luas sekarang sudah memprihatinkan, perlu penanganan seperti replanting sehingga ada peningkatan baik kualitas maupun kuantitas, begitu juga dengan perkebunan kelapa sawit yang ada baik perkebunan swasta atau perkebunan rakyat yang selama ini hanya menghasilkan sampai tingkatan CPO, pengendalian harga yang perlu dikomunikasikan dengan kementerian terkait dan dunia usaha, kita berharap sentuhan tangan cerdas pemerintah sehingga ada nilai tambah bagi masyarakat, perlu peningkatan kualitas produksi, kita tidak bisa bertahan dengan kondisi sekarang makanya perlu ada value edit sehingga peningkatan kualitas guna kesejahteraan masyarakat banyak", papar Firdaus.

Selain pembenahan dan penataan ulang di sektor-sektor unggulan tersebut Firdaus juga menjelaskan beberapa sektor penting yang tidak kalah penting untuk di kembangkan dan diperhatikan yakninya perdagangan dan pariwisata.

"dibidang atau sektor perdagangan misalnya kita perlu untuk memutus mata rantai, maksudnya adalah dengan membangun suport-system seperti jalur transportasi, jalan, jembatan, listrik, irigasi, pelabuhan dan lainnya sehingga komuditi-komuditi dari produsen dapat diterima lebih cepat oleh pasar atau konsumen sehingga ada value edit atau nilai tambah yang dapat diperoleh oleh masyarakat baik perdagangan mikro maupun perdagangan sekala besar, ini juga berlaku di sektor pariwisata sehingga destinasi-destinasi wisata didaerah yang telah lama ada namun belum terjamah dan di kenal dapat dikembangkan dan diperkenalkan", Ungkap Jebolan Caumlaude S-3 Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jati Nangor itu.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Riau ini juga menjelaskan ada sektor perikanan baik ikan laut maupun ikan air tawar atau sungai untuk diperhatikan serta dikembangkan dalam rangka meningkatkan perekonomian. garis pantai yang begitu panjang merupakan peluang besar yang dapat dikembangkan.

"Dulu Bagan Siapi-api itu penghasil ikan dan udang terbesar didunia, kita punya garis pantai lebih dari 3000 kilo, tentu banyak potensi yang dapat dikembangkan dan menghasilkan guna kesejahteraan masyarakat". tambah 'sang visioner' itu

 Berbicara mengenai tatakelola pemerintahan daerah dalam hal ini propinsi sudah barang tentu kita akan dibawa hanyut untuk menyimak dialektika politik yang tidak lain dan tidak bukan adalah siapa dan bagaimana cara kepemimpinannya, pengelolaan dan pelaksanaan program dalam pencapaian visi yang diturunkan dalam bentuk misi dan program-program kerja tentu membutuhkan cost atau pembiayaan-pembiayaan yang diakibatkannya. Apalagi dengan angin segar akan meningkatnya iklim investasi di Riau dengan akan disahkannya rencana tata ruang dan tata wilayah propinsi Riau dalam waktu dekat ini. seiring dengan itu tentu juga akan dipertanyakan kesiapan Sumber Daya Manusia(SDM) untuk menyambut iklim atau suasana investasi baru yang lebih selektif tersebut

Integritas seorang aparatur permerintahan baik pemimpin ataupun pelaksana program semestinya sudah cukup cakap untuk menyambut perubahan-perubahan serta tantangan masa depan. Pemimpin misalnya, seperti yang kita ketahui beberapa Gubernur Riau yang tersangkut masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)seperti di jelaskan oleh Ketua Divisi Koordinasi dan supervisi pencegahan KPK Asep Rahmat Swanda sebagai panelis ke tiga dalam acara 'Kupas Kandidat', asep juga menanyakan langkah 'the Doctor' dalam menyikapi hal tersebut.

"Pak Gubernur, kita sama-sama ketahui ini memang sangat syarat dengan masalah integritas dan kinerja, sebagaimana 3 orang gubernur dari 18 gubernur di Indonesia yang tersangkut masalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah gubernur Riau dan untuk pencegahan praktek-praktek korupsi dan sejenisnya itu, langkah apa yang akan bapak tempuh jika terpilih sebagai gubernur nanti..?". Tanya Asep penuh selidik

'Sang Inspirator' kelahiran Muaro Uwai 58 tahun yang lalu ini sangat tenang memberikan penjelasan tentang runtun dan flow dalam menjalankan roda pemerintahan sebagaimana pengalaman yang dilalui baik di 32 tahun sebagai pegawai (Dinas PU) ataupun 6 tahun memimpin Kota Pekanbaru.

"Sebagai Kepala Daerah terpilih nantinya Insya Allah, tentunya kita akan awali susun perencanaan-perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan prosedur atau tatakelola  pemerintahan daerah yang terpenting adalah membangun sikap bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Intinya adalah memainkan peranan sesuai dengan wewenang dan tugas pokok sebagai pemimpin daerah (red, gubernur), sebagai perwakilan pemerintah pusat didaerah ataupun sebagai koordinator pemerintah daerah kota/kabupaten.". ungkap Firdaus serius

Sedangkan Rusli melihat ada elemen penting secara internal pemerintahan yang akan bertugas sebagai pengawasan akan aparatur yakninya inspektorat daerah dalam menjaga integritas sehingga tidak adanya pegawai atau apartur pemerintahan yang menyeleweng atau melenceng.

"Sebagai pengawasan internal di eksekutif tentu kita perlu komitmen dalam menjalankan perencanaan-perencanaan semisal dalam menjalankan RPJMD dengan legislatif tanpa harus ada kongkalikong antara gubernur dan DPRD, tentu mencari orang-orang yang teruji integritasnya dalam menjalankan roda pemerintahan, yang tidak kalah pentingnya adalah moral yang baik, sehingga tidak ada aparatur-aparatur yang borok, karena Inspektorat itu sebagai organisasi yang dibentuk pemerintah dalam pengawasan tatakelola pemerintahan untuk mencari orang-orang yang tepat pada posisi yang tepat pula". Tegas Rusli

Berkenaan dengan 318 pengaduan di KPK  merupakan kasus korupsi dan sebagian besar adalah kasus suap Firdaus juga menambahkan pentingnya sikap mental dan integritas sebagaimana trilogi yang di canangkan semenjak kepemimpinannya di kota Pekanbaru.

"Perlu ada revolusi mental dengan konsep Trilogi, Akhlak, Karakter serta Kualitas SDM". Sambut Firdaus Singkat.

Sisi penuh keikhlasan selalu terpancar dalam setiap jawaban-jawaban yang di berikan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau nomor urut 3 ini, kombinasi teknokrat dan religius ini merupakan pasangan yang tepat untuk nahkodai berlayarnya lancang kuning untuk lima (5) tahun kedepan dengan program yang begitu seimbang sesuai dengan harapan masyarakat Riau kedepan. pasangan yang juga merupakan perpaduan umara yang ulama dan ulama yang umara dirasa tepat sebagai cerminan melayu yang syarat dengan religiusnya penuh tata krama dan sopan santun.

Pada akhir sesi acara malam tersebut Firdaus menjelaskan tentang harapan besarnya akan masyarakat madani yang terbubuh dalam visi dan misi yang diusungnya.

"Kita berharap Riau madani, masayarakat yang madani, toleran, mengedepankan persatuan dan kesatuan, saling hormat menghormati dan harga menghargai, masyarakat yang maju, Agamis dan berperadaban. sebagai indikatornya adalah masyarakat yang religius, sehat, cerdas serta berakhlakul karimah", Jelas Firdaus dengan Mantap. (tim)

Aliran Listrik Warga Diputus Hingga Gelap Gulita, PLN Rayon Bangkinang Bertindak Semau Gue

Posted by On Saturday, April 21, 2018


Kampar, (puterariau.com)

Akibat adanya pemutusan aliran listrik dan dibongkarnya KWH (meteran lampu) milik Fitri secara sepihak yang diduga dilakukan oleh P2TL PLN Rayon Bangkinang Kabupaten Kampar pada hari Selasa lalu (17/04/2018) dengan dalih segel KWH milik Fitri mengalami kerusakan, sejak itulah keluarga Fitri mengalami kegelapan di kala malam hari.

Sejak pemutusan dan dibongkarnya KWH listrik milik Fitri tersebut, maka 5 malam sudah keluarga Fitri mengalami gelap gulita saat malam hari. Yang lebih menyedihkan lagi atas tindakan P2TL PLN Rayon Bangkinang ini adalah ternyata dalam rumah Fitri tersebut adanya 2 bocah kecil yang masih berusia 1 bulan dan 4 tahun.

"Atas tindakan pihak PLN Bangkinang tersebut, saya bersama keluarga mengalami gelap gulita yang kami jalani 5 malam ini. Ini memang sangat luar biasa betapa sedihnya hidup di negeri sendiri, bahwa masih ada saja manusia yang kejam di negeri Indonesia khususnya Kabupaten Kampar ini yang melebihi zaman penjajahan dahulu," ungkap Fitri pada Putera Riau Sabtu malam (21/04/2018) via Watshappnya sembari mengirim foto rumahnya dengan kondisi gelap gulita.

"Karena listrik merupakan kebutuhan vital bagi manusia yang tak bisa ditunda apa lagi zaman sekarang semuanya sudah serba menggunakan aliran listrik. Sejak pemutusan tersebut, keponakan saya yang masih berusia 1 bulan tersebut terus menangis karena rumah kami gelap gulita ketika malam hari," ungkapnya.

Menurut Fitri, kejadian ini memang sangat luar biasa, dirinya beserta keluarganya hidup seperti di zaman penjajahan dahulu, dan sepertinya pihak PLN Rayon Bangkinang sudah tak memiliki rasa kemanusiaan dengan dugaan melakukan pembongkaran KWH miliknya. 

Yang lebih menyedihkan lagi bagi Fitri adalah dirinya dituding telah merusak KWH tersebut oleh pihak PLN Rayon Bangkinang, sehingga dirinya diduga dimintai denda mencapai Rp. 6,7 juta. Asumsinya perusahaan negara itu sengaja ingin membunuh warganya yang sedang mengalami kondisi pahit.

"Atas tindakan pihak P2TL PLN Rayon Bangkinang tersebut, saya selaku konsumen sangat-sangat mengalami kerugian dalam hal kebutuhan listrik. Beruntunglah saya memiliki tetangga yang iba kepada kami, kami bisa menumpang cas lampu emergency, sehingga dapat menerangi keponakan saya saat malam hari," ungkap Fitri dengan mengirimkan stiker menangis pada Putera Riau via Watshappnya.

"Tindakan seperti ini tidak akan saya biarkan, hal ini akan saya lanjutkan hingga ke Pengadilan Negeri, sebab saya selaku warga negara Indonesia berhak mendapat pembelaan hukum atas orang-orang yang menzalimi saya dan keluarga, dengan Undang-Undang perlindungan konsumen. Jikapun kalah nantinya, saya akan menghadap ke Menteri dengan berbagai upaya untuk meminta kebijakannya selaku petinggi di seluruh Indonesia ini, agar rumah saya dapat teraliri listrik lagi. Semoga penderitaan seperti ini cukup saya dan keluarga yang mengalaminya, jangan ada Fitri-Fitri yang lainnya lagi," pungkas Fitri. (pr)

Wakil Bupati Meranti Terima Hibah Kapal PERA Kementerian Perhubungan RI

Posted by On Friday, April 20, 2018


Selat Panjang, (puterariau.com)

Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim menerima bantuan hibah Kapal Pelayaran Rakyat (PERA) dari Menteri Perhubungan Rublik Indonesia Budi Karya Sumadi. Serah terima dilakukan di Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno Hatta Makasar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/4/2018).

Cuaca cerah di langit Makasar, tepatnya di Pelabuhan Soekarno Hatta, Sulawesi Selatan memberikan semangat baru bagi 24 Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota se-Indonesia, khususnya penerima hibah kapal PERA dari Kementrian Perhubungan RI. 

Di lokasi itu terlihat deretan kapal PERA yang siap diboyong oleh Pemda terpilih untuk dibawa ke daerahnya masing-masing dalam rangka membuka isolasi daerah.

Kegembiraan dari Provinsi dan Kabupaten Kota itu juga dirasakan oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim. Kenapa tidak ? karena negeri Sagu merupakan satu-satunya Kabupaten di Riau yang memperoleh bantuan hibah kapal PERA dari Kementrian Perhubungan RI. 

Selain diserahkan kepada Kabupaten Kepulauan Meranti, kapal PERA berjumlah 24 unit  itu juga akan diterima oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten lainnya di Indonesia. 

Dari informasi Kepala Dinas Perhubungan Meranti H. Aready yang turut mendampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti. Dari 5 Kabupaten yang mengusulkan bantuan hibah kapal PERA hanya Kepulauan Meranti yang dijatahi kapal berkapasitas Gross Tonnage sd 35 GT dengan jumlah penumpang 24 orang. 

Sesuai dengan program dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut, kapal ini akan diperuntukan untuk menghubungkan pelayaran rakyat di daerah yang terisolir, sehingga dapat membuka akses penghubung orang dan barang dari dan ke daerah tersebut. 

Selain digunakan untuk pelayaran rakyat, kapal berbahan dasar kayu dengan fasilitas lengkap seperti GPS, alarm, alat pemadam kebakaran dan Black Box tersebut juga dapat digunakan untuk penunjang pariwisata dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan karena sudah dilengkapi dengan fasilitas  pemadam kebakaran yang sangat memadai.

"Kita akan menggunakan kapal ini sesuai dengan peruntuannya, yakni membuka isolasi Daerah semoga bermanfaat bagi masyarakat," ujar Wakil Bupati Meranti. (agus/adv)