Ketua FKKI HR Maizir Mit Tepung Tawari Ustad Abdul Somad

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Pekanbaru, (puterariau.com)

Setelah melalui prosesi adat pemberian tepuk tepung tawar oleh tokoh adat dan agama, yang diantaranya adalah Ketua Kekerabatan Kerajaan Indragiri, HR Maizir Mit SE MBA, akhirnya ustads Abdul Somad LC MA resmi menyandang gelar kehormatan adat Datuk Seri Ulama Setia Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Pemberian gelar adat berlangsung di Balai Adat Jalan Diponegoro Pekanbaru, Selasa (20/2/2018) yang dihadiri majelis undangan LAM Riau, Sekdaprov Riau, DPRD Riau, Kapolda Riau dan Forkopimda lainnya. 

Ketua Forum Kekerabatan Kerajaaan Indragiri, HR Maizir Mit SE MBA mengucapkan selamat kepada Ustad Abdul Somad diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

"Semoga dengan ini dapat mengembangkan adat dan budaya dengan mensyiarkan agama islam," katanya.

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Al Azhar dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian gelar adat Seri Ulama Setia Negara kepada Ustaz Abdul Somad telah sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku di LAM Riau. 

"Ustaz Abdul Somad ini telah berperan penting dalam menyiarkan agama Islam dan memegang teguh adat-istiadat Melayu," ungkapnya.

Karena itu, Al Azhar mengajak seluruh masyarakat Riau untuk selalu mengingatkan sebagai konsekuensi pemberian gelar yang diberikan kepada Ustad Abdul Somad. 

Dengan diberikan gelar tersebut, lanjut Al Azhar, maka kewajiban yang harus dipegang oleh Ustadz Abdul Somad tetap berpegang teguh terhadap apa yang sudah dijalani dan dirintis yakni menjadi ulama umat. 

"Jadi bukan menjadi pengamat politik, atau menjadi ulama segelintir kelompok orang, tapi harus menjadi ulama semua umat dalam mensyiarkan agama Islam," harapnya. 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau sangat mengapresiasi langkah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau memberi gelar adat Datuk Seri Ulama Setia Negara kepada Ustaz Abdul Somad LC MA.

"Tentu kita memberi apresiasi dan penghargaan terhadap LAM yang telah berinisitif memberikan gelar kepada Ustaz Abdul Somad," ungkap Ahmad Hijazi, Sekdaprov Riau.

Selain itu, lanjut Ahmad Hijazi, penabalan gelar adat Ustaz Abdul Somad juga mendapat apresiasi masyarakat. Karena masyarakat dan ormas Islam cukup antusias menyaksikan prosesi penabalan gelar ustad tamatan Timur Tengah ini. (fadil/rls)

Kembali, 86 Karung Sabu Diamankan Dari Kapal Berbendera Singapura Di Sekupang Batam

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Batam, (puterariau.com)

Sabu lagi, sabu lagi... Saat ini Pelabuhan Sekupang sedang heboh akibat ditemukan 86 karung sabu dari sebuah kapal.

Mobil Barakuda Polisi terlihat masuk ke Pelabuhan Sekupang untuk memeriksa kapal bermuatan sabu dari sebuah kapal yang ditangkap BC, Selasa (20/2/2018).

Sampai berita ini naik, sedang ramai di Pelabuhan Sekupang berihwal dengan penangkapan kapal berbendera Singapura yang kedapatan membawa 86 karung narkoba dengan total berat 1,6 ton. 

Saat ini berbagai unsur aparat turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Sejumlah media dilarang masuk meliput. Belum ada keterangan resmi terkait hal ini. (ak/rg/beni)
Karung berisi sabu yang berhasil diamankan

Warga Air Mas Madar Paradise Gelar Unjuk Rasa Di Kantor Bank Tabungan Negara Batam

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Batam, (puterariau.com)

Puluhan warga Komplek Air Mas Madar Paradise Batuaji melakukan aksi demo di depan Kantor Bank Tabungan Negara, Batam Center, Selasa pagi (20/02/2018).

Mereka menuntut hak atas sertifikat kepemilikan rumah. Pasalnya angsuran untuk KPR sudah dilunasi namun pihak BTN Batam tak kunjung mengeluarkan sertifikat tersebut.

“Kami menuntut agar BTN segera mengeluarkan sertifikat rumah kami, karena angsuran KPR sudah dilunasi,” kata Dewi salah seorang warga yang melakukan aksi demo.

Dia menjelaskan bahwa pelunasan pembayaran KPR sudah dilakukan pada 3 tahun silam, namun ketika dipertanyakan kepada pihak BTN Batam mereka selalu beralasan sedang diproses.

Pantauan di lokasi, puluhan warga membawa spanduk bewarna putih sekaligus memasang ikat kepala. “Untuk apa kita bayar cicilan selama ini kalau ternyata tidak dikeluarkan sertifikat,” teriak warga lainnya. (Ak/Rg)

KPU Inhil Dipertanyakan, Banyak Rumah Warga Yang Belum Di Coklit

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Tembilahan, (puterariau.com)

Kinerja KPU Inhil masih dipertanyakan. Sebab Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Indragiri Hilir menemukan masih banyak rumah warga yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir yang belum didatangi dan dilakukan pencoklitan (pencocokan dan penelitian) oleh Petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), salah satunya seperti yang terjadi di Tembilahan.

"Masih banyak rumah warga yang belum dicoklit, bahkan rumah saya sendiri pun belum ada didatangi petugas, dan ini juga terjadi di Kecamatan-Kecamatan lain di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir," sebut Ketua Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir, Andang Yudiantoro SH MH, Selasa (20/2).

Oleh karena itu ia memerintahkan kepada Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang masih menemukan ada rumah warga di wilayahnya yang masih belum dicoklit untuk segera memanggil dan meminta keterangan terkait hal tersebut kepada Ketua PPK di wilayahnya masing-masing.

"Ini adalah termasuk salah satu tugas kita dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada. Jangan sampai karena petugas PPDP yang tidak bekerja maksimal membuat warga kita menjadi kehilangan hak suara mereka karena tidak bisa memilih," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa PPDP ini telah diberi waktu satu bulan untuk menyelesaikan proses coklit. Hanya saja, masih banyak rumah warga yang belum didatangi petugas PPDP tersebut. Jika di ibukota Kabupaten saja masih bisa terjadi, bagaimana dengan daerah ? Patut dipertanyakan. (beni/zidni)

Maling Menggila Di Benteng, Rumah Ketua Panwascam Sungai Batang Dibobol

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Sungai Batang, (puterariau.com)

Maling zaman now memang tak mengenal waktu lagi. Mereka bisa beraksi kapan saja, walau hari masih tergolong muda. Misalnya yang menimpa Kantor Panwascam Sungai Batang yang juga merupakan rumah Ketua Panwascam Sungai Batang, Nurdin yang berada di Jalan Mayang Sari RT 02 RW 4 Benteng, Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir pada Selasa (20/02). 

Diceritakan Risnawati, anggota Panwascam Sungai Batang bermula ketika hendak ke Kantor Panwascam Sungai Batang, ia menjemput istri Pak Nurdin (Ketua Panwascam) di sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, Risna dan staf Panwascam hendak ngantor. "Seperti biasa saya ke Sekretariat dan minta staf nyalakan mesin. Sekre terkunci karena kunci yang biasa kami pakai tertinggal di dalam. Jadi staf kami nunggu di luar," ungkap Risnawati. Ia pun bergegas menjemput istri sekalian mengambil kunci sekretariat Panwascam. 

"Kami masuk ke rumah bertiga. Staf langsung nyalain mesin, saya langsung di meja kerja. Ibu langsung masuk ke dalam dan kaget melihat kamar yang sudah berantakan dibongkar orang," ujarnya. Untuk sementara, diperkirakan kerugian sekitar Rp.3 juta, dan saat ini masih diperiksa tuan rumah. 

Pihak Kepolisian sudah ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Diduga maling masuk melalui jendela kamar yang dibobolnya karena mengetahui bahwa rumah dalam keadaan kosong. Pak Nurdin sedang mengajar di Pulau Kijang, sementara istrinya juga mengajar di Sungai Batang. 

Untungnya laptop dan surat-surat Panwascam Sungai Batang masih ada. Sebuah HP android yang terletak di kamar pun belum sempat diambil maling yang masuk ke rumah diperkirakan sekitar pukul 09.00 WIB. 

Ketua Panwascam Sungai Batang, Nurdin yang dikonfirmasi Putera Riau membenarkan kejadian ini. Ia tak menyangka bahwa hal ini bisa terjadi karena selama ini kondisi selalu aman. 

"Belum pernah terjadi, biasanya tak pernah. Saya pun tak menyangka," ungkapnya kesal. Disebutkan bahwa ia sudah melaporkan ke Polisi. "Untuk secara formil, siang ini (lepas Zhuhur) segera kita laporkan," katanya. (pr/ridho)

Kapolda Kepri Berharap Situasi Kamtibmas Terus Kondusif

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Batam, (puterariau.com)

Kabid humas Polda Kepri Drs. S Erlangga menerangkan upacara bulanan Polda Kepri yang dilaksanakan di lapangan upacara Polda Kepri pada Senin (19/2/2018) sekira pukul 10.00 WIB, seperti press rilis yang diterima puterariau.com.

Sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personil Polda Kepri dan jajaran atas kinerja dan loyalitasnya sehingga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Kepri hingga saat ini secara umum dalam keadaan kondusif.

Menurutnya, kondusifitas seperti ini harus terus dijaga dan dipelihara melalui kegiatan-kegiatan operasional Kepolisian yang dilaksanakan secara rutin dan terpadu dengan melibatkan instansi terkait.

Dalam upaya menindaklanjuti program optimalisasi aksi menuju Polri yang semakin profesional, modern dan terpercaya yang meliputi 11 program, Polda Kepri telah menindaklanjuti dengan melakukan terobosan kreatif yang berbasis teknologi informasi di bidang pengawasan, di bidang SDM, pelayanan bidang lalu lintas, pelayanan intelkam serta bidang penegakkan hukum. Sehingga diharapkan akan mengoptimalkan pelayanan Polri kepada masyarakat. 

Wilayah hukum Polda Kepri khususnya daerah Tanjung Pinang akan melaksanakan Pilkada Walikota Tanjung Pinang yang saat ini akan memasuki tahap kampanye dan tidak lama lagi akan memasuki tahap pemungutan suara. Oleh karena itu perlu dilakukan pengamanan yang matang karena kemungkinan dampak Pemilukada yang dirasakan saat ini akan terjadi pada pemilihan Presiden di tahun depan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kepri juga mengingatkan kembali seiring dengan kondisi cuaca ekstrem serta musim yang saat ini berubah tidak menentu, diharapkan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap fit sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat tetap terselenggara dengan baik. Disamping itu, Kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh keikhlasan serta dedikasi yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, para pejabat utama Polda Kepri, para perwira, bintara, tamtama dan aparatur sipil negara di Polda Kepri. (Rega/Humaspolda)


Kades Tanjung Raja Berdayakan Anak-anak Dengan Olahraga Sepak Bola

Posted by On Tuesday, February 20, 2018


Tanjung Raja, (puterariau.com)

Kades Tanjung Raja, Sunardi mengaku bangga pada anak-anak generasi muda yang selalu aktif dalam hal-hal positif. Salah satunya seperti olah raga sepakbola, dimana permainan yang populer ini dimainkan oleh jutaan anak laki-laki bahkan perempuan dari usia 6 sampai 18 tahun di seluruh dunia.

Secara fisik, sepakbola dan juga olahraga fisik bagi anak-anak memang melelahkan. Tidak heran karena olahraga senantiasa melibatkan kecepatan, perlambatan, gerakan melompat, berputar, berbalik, mengoper, dan juga tentunya menendang bola.

Sepakbola menempatkan banyak tuntutan pada keterampilan teknis dan fisik manusia. Namun jangan salah, ini bisa menjadi latihan besar dan sangat menyenangkan. Ini adalah olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan, kebugaran, kekuatan, dan daya tahan tubuh, beber Sunardi.

"Sepakbola usia 6 sampai 11 tahun biasanya hanya tentang bersenang-senang supaya anak-anak kita kita terhindar dari yang namanya narkoba," kata Kades Tanjung Raja, Sunardi.

Hal ini mendorong anak-anak untuk berolahraga secara teratur dan mengurangi faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung. Sepakbola juga meningkatkan kapasitas aerobik dan kesehatan kardiovaskular manusia.

Jantung bekerja pada kapasitas maksimum dalam olahraga ini. Hal ini juga menghasilkan peningkatan kesehatan karena tubuh terus bergerak melalui berjalan dan berlari.

Sepakbola adalah bentuk praktis untuk meningkatkan detak jantung dan juga kegiatan yang termasuk intensitas tinggi. Ketika anak berlari, melompat, dan menghadapi lawan, anak akan menggunakan semua serat otot mereka.

Olahraga ini secara teratur dapat menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan kekuatan otot. Sepakbola juga membangun kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan. Hal ini dapat langsung berefek pada meningkatnya kekuatan otot dan tulang.

Masih kata Kades, mereka secara teratur bermain sepakbola setidaknya tiga jam setiap pekan. Jika dibandingkan dengan mereka yang hanya duduk di rumah nonton TV, anak-anak hanya menghabiskan sekitar 45 menit untuk bermain sepakbola setiap pekannya, ungkapnya.

Ia berharap agar para orang tua selalu mendukung anak-anak untuk menghabiskan waktu di luar bersama teman-teman. Berikan kegiatan yang positif dengan bermain sepakbola, karena hal ini akan bermanfaat, pungkasnya. (Ridho)

13 Guru Inhil Dipersiapkan Jadi Pelatih Literasi Di Sekolah

Posted by On Monday, February 19, 2018


Solo, (puterariau.com)

13 guru Inhil dari berbagai jenjang disiapkan untuk menjadi pelatih literasi di sekolah. Guru -Guru ini telah mengikuti pemantapan dan penguatan pelatih Sagusaku Delaying dalam gerakan literasi di sekolah yang berlangsung di Solo dari tanggal 16-18 Februari 2018. 

Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Negeri Surakarta dan perusahaan Samsung. 

Kegiatan ini diikuti oleh guru dari SMP Negeri 3 Keritang sebagai Ketua IGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir dan guru-guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir.

Guru-guru tersebut antara lain Guslaini SSi MPd dari SMPN 4 Gaung Anak Serka sebagai narasumber dibidang desain cover, Rabiah MPd dari SMPN 3 keritang,  Silvia Asri MPd dari SMP Negeri 5 Tanah Merah, Laila Suryani SPd dari SMPN 2 Tembilahan Hulu, Anita SPd dari SMPN 1 tembilahan, Marliah SS MPd SMKN 2 Tembilahan, Rona Supitmie SPd MSi dari SMAN 1 Tembilahan Hulu, Tien Kasriani SPd Mat dari SMPN Satu Atap Sanglar, Wirdayane SPd SD 017 Seberang Tembilahan, Ermiati SPd SD dari SDN 027 Nusantara Jaya, Suryati SPd dari SMP Satap Teluk Bunian, Yusfiarni SPd SD dari SDN 001 Kemuning Muda, Herwati A, PhD dari SMAN 1 tembilahan,  Wiwik Andriany SSos dari SMA Negeri 1 Keritang. (herniati)

Sejumlah Pembangunan Ruas Jalan Inhil 2014-2017 Jadi Referensi Publik Inhil

Posted by On Monday, February 19, 2018


Tembilahan, (puterariau.com)

Usai terpilih dalam kontestasi politik Kepala Daerah pada Pemilihan Kepala Daerah di tahun 2013, Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan ternyata tidak hanya menjadi sosok yang melontarkan janji-janji politik kepada masyarakat.

Di awal tahun 2014, Bupati yang dikenal sebagai sosok kharismatik tersebut pun segera merumuskan program-program kegiatan yang berkenaan dengan pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan.

Berbagai sumber pembiayaan pembangunan diupayakan. Mulai yang berasal dari dana APBN hingga menggunakan alokasi APBD tingkat II (Dua) Kabupaten Inhil. Puluhan bahkan ratusan Kilometer ruas jalan diprogramkan untuk memperoleh pembangunan.

Skala prioritas pembangunan infrastduktur jalan segera disusun. Kondisi ruas jalan dengan kerusakan terparah yang menjadi akses utama transportasi masyarakat menjadi prioritas pertama.

Pada medio tahun 2014, pembangunan infrastruktur jalan gencar dilaksanakan dengan penyebaran yang mencakup hampir seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Inhil. Satu demi satu, pekerjaaan pembangunan jalan dimulai.

Berikut sejumlah ruas jalan yang telah dan sedang dilaksanakan sejak tahun 2014 hingga 2017:

*Ruas Jalan Telaga Biru-Baharuddin Yusuf*

Ruas jalan Telaga Biru-Baharuddin Yusuf telah dilaksanakan pada tahun 2014 dengan panjang ruas 3,5 KM. Status jalan ini adalah  ruas jalan Nasional yang pembangunannya menggunakan dana APBN. Berdasarkan surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, ruas jalan ini difungsikan sebagai Jalan Kolektor.

*Ruas Jalan Rumbai Jaya-Tempuling*

Ruas Jalan Rumbai Jaya-Tempuling dengan panjang keseluruhan 11,16 KM, dibangun melalui usulan dana APBN P Tahun Anggaran 2016 dan APBN Tahun Anggaran 2017. Pembangunan berupa rigid pavement pada ruas jalan ini ialah sepanjang 9,16 dengan total nilai 91,6 milyar. Fungsi jalan yang ditetapkan ialah Jalan Kolektor.

*Ruas Jalan Tempuling-Tembilahan*

Ruas Jalan Tempuling-Tembilahan diusulkan pada APBN P tahun anggaran 2016 dan APBN Tahun Anggaran 2017. Panjang keseluruhan ruas jalan yang dibangun ialah 21,94 KM dengan rigid pavement sepanjang 15 KM senilai 150 Milyar. Ruas jalan yang berstatus jalan nasional ini ditetapkan oleh Kemepupera berfungsi sebagai jalan kolektor.

*Ruas Jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya*

Panjang keseluruhan ruas jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya ialah 50,5 KM. Status ruas jalan ini adalah ruas jalan Provinsi. Pembangunan yang dilaksanakan melalui usulan APBD P Provinsi Riau Tahun Anggaran 2016 serta APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2017 adalah senilai 200 milyar untuk pengerjaan rigid pavement sepanjang 20 KM.

*Ruas Jalan Tembilahan-Enok*

Ruas Jalan Tembilahan-Enok yang menghubungkan 2 (Dua) Kawasan Kecamatan tersebut diusulkan dana pembangunannya melalui APBD Provinsi Riau pada tahun anggaran 2016 sebesar Rp 40 Milyar dengan wujud fleksibel sepanjang 10 KM. Secara keseluruhan, panjang ruas jalan Tembilahan-Enok ialah 22 KM.

*Ruas Jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang*

Ruas Jalan Kota Baru-Sanglar-Pulau Kijang yang berstatus sebagai ruas jalan Kabupaten, dibangun menggunakan dana sharing dengan total Rp 165 Milyar yang masing-masing dibagi melalui Dana Alokasi Khusus Daerah Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 65 Milyar dan usulan APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2016 sebesar Rp 100 milyar untuk rigid pavement sepanjang 10 KM. Panjang keseluruhan ruas jalan ini ialah 36 KM.

*Ruas Jalan Sungai Piring - Teluk Pinang*

Ruas Jalan Sungai Piring-Teluk Pinang yang berstatus sebagai jalan kabupaten ini, memiliki panjang keseluruhan 14,1 KM. Ruas jalan ini dibangun melalui dana sharing menggunakan APBD Kabupaten Inhil tahun anggaran 2015 senilai Rp 3 Milyar dan APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2015 senilai Rp. 2 milyar. Kemudian, penambahan dana pembangunan kembali diusulkan melalui APBD Provinsi Riau pada tahun anggaran 2016 dengan nilai Rp 150 Milyar untuk rigid pavement sepanjang 15 KM. 

Masih terdapat beberapa ruas jalan Nasional, Provinsi maupun Kabupaten yang pengerjaannya telah rampung dan masih berlangsung, seperti ruas jalan Sungai Akar-Bagan Jaya, Bagan Jaya-Kuala Enok, Tempuling-Tembilahan, Seberida-Batas Provinsi Jambi, Mumpa-Teluk Kiambang-Pelor, Sungai Luar-Sungai Piring, Teluk Pinang-Kuala Gaung dan lain sebagainya yang mencapai panjang keseluruhan hingga ratusan Kilometer.

Total dana pembangunan infrastruktur jalan yang berstatus sebagai jalan nasional untuk usulan APBN P tahun anggaran 2016 dan APBN tahun anggaran 2017 ialah sebesar Rp 441,6 milyar. Sedangkan, total dana pembangunan infrastruktur jalan berupa rigid pavement yang berstatus sebagai jalan provinsi untuk usulan APBD Provinsi Riau ialah senilai Rp 1,05 trilyun.

Dana yang dialokasikan melalui APBD tingkat II (Dua) Kabupaten Inhil untuk pembangunan infrastruktur jalan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir telah menelan dana sebesar Rp 970 milyar. (beni/adv)

Pj Bupati Inhil Pimpin Rapat Kordinasi Bahas Kinerja Dan Pelayanan Publik

Posted by On Monday, February 19, 2018


Tembilahan, (puterariau.com)

Untuk pertama kalinya pasca dikukuhkan, Penjabat (Pj) Bupati Indragiri Hilir, Rudiyanto memimpin rapat kordinasi bersama seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil, Senin pagi (19/2/2018).

Terdapat beberapa pokok pembahasan yang berkenaan dengan evaluasi kinerja dalam rapat kordinasi tersebut. Salah satunya ialah tentang evaluasi kinerja pelayanan publik.

Menurut Pj Bupati, rapat kordinasi tersebut dipandang perlu untuk mengidentifikasi sejauh mana kinerja pelayanan publik yang telah dilaksanakan serta juga yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi.

"Saya ingin memantau kinerja pelayanan publik yang dilaksanakan. Rapat ini juga harus dilaksanakan karena penting bagi Saya yang baru pertama kali di Inhil untuk mengetahui kinerja aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan," tukas Pj Bupati usai rapat di Aula Lantai V (Lima) Kantor Bupati Inhil.

Lebih lanjut, Pj Bupati mengatakan, rapat kordinasi yang dilaksanakan merupakan sebuah sarana bagi dirinya untuk meminta pertanggungjawaban dari bawahan terkait tugas-tugas kepemerintahan yang dijalankan.

"Jadi ini juga untuk melihat tingkat penyelesaian pekerjaan mereka. Sudah sesuai tidak dengan tim schedule yang ada. Sejauh mana progresnya dan perencanaan yang mereka buat di awal. Setelah in juga Saya akan memanggil para Kepala OPD," pungkas Pj Bupati.

Rapat kordinasi yang dilakukan rutin, diyakini oleh Pj Bupati akan menjadi faktor krusial untuk mendorong kegiatan pembangunan di Kabupaten Inhil dan mampu meningkatkan perekonomian daerah.

"Sebab, Pemerintah adalah stimulan dalam pelaksanaan pembangunan. Jika rutin dilakukan evaluasi terhadap kinerja kepemerintahan. Maka, peluang kemajuan pembangunan dan peningkatan perekonomian akan tercapai," tutup Pj Bupati. (beni/adv)

Kapal Buana Power V Diduga Gunakan Bunker BBM Ilegal

Posted by On Monday, February 19, 2018


Selat Panjang, (puterariau.com)

Kapal tugboat Buana Power V" GT.65 No 3370/PPM No 2971/L milik PT Sandico Ocean Line (SOL) diketahui selain tidak memenuhi persyaratan maupun ketentuan kelayakan untuk berlayar serta keselamatan dan keamanan pelayaran perlindungan lingkungan maritim diduga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.

Kapal tugboat Buana Power V" GT.65 No 3370/PPM No 2971/L milik PT Sandico Ocean Line (SOL) adalah salah satu perusahan pelayaran berkedudukan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau (Kepri) yang menarik tongkang JNP 1802/GT.815 No 1760 /PPm owner/milik PT. Buana Transperundo Wahana Internasional yang sempat terdampar dan kandas berhari-hari di Perairan Kabupaten Kepulauan Meranti Propinsi Riaubdiduga menggunakan Bunker BBM gelap (ilegal).

Nakhoda kapal Tugboat Buana Power V, Andi Gunawan ketika dikonfirmasi dan ditanya terkait izin bunker BBM tidak bisa memperlihatkan bunker secara resmi melainkan ia hanya menunjukan nota pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari perusahaan PT Sandico Ocean Line (SOL). 

"Kalau izin bunker tidak ada, yang diberikan oleh perushaan hanya nota pembelian ini," kata Andi sambil menunjukkan nota pembelian BBM kepada media.

"Mengenai pengisian BBM, bapak bisa tanya sama perusahaan, karena semuanya Josua, pengurus lapangan PT SOL Cabang Tanjung Balai Karimun yang mengurusnya, kami hanya disuruh berangkat saja. Jangankan itu, kebutuhan bunker BBM kapal dengan perhitungan jarak tempuh dibutukan 9 ton, ternyata perusahaan hanya di isi 5 ton," tambah nakhoda Kapal Buana Power V itu.

Sementara itu di waktu yang berbeda, Josua selaku pengurus PT Sandico Ocean Line (SOL) Cabang Tanjung Balai Karimun ketika dikonfirmasi melalui via telfon dengan nomor 0852 7202 19** sempat meminta hal tersebut tidak dibesarkan atau dipublikasi di media. 

"Memang kenapa, tidak usahlah dibesar-besarkan, saya lagi sibuk di Batam dan saya ada tamu besok aja," kata Josua lalu memutuskan percakapan via telpon. (agus)

Ketua DPRD Dan Wabup Meranti Buka Musrenbang Kecamatan Tebing Tinggi Barat

Posted by On Monday, February 19, 2018


Selat Panjang, (puterariau.com)

Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim membuka Musrenbang Kecamatan Tebing Tinggi Barat di Aula Kantor Camat Tebing Tinggi Barat, Senin (19/02). Dalam kegiatan itu Wakil Bupati meminta setiap Kades untuk memaparkan semua permasalahan Desa yang masuk program prioritas untuk disikronkan dengan program OPD agar tidak meleset.

Turut hadir dalam Musrenbang itu, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Ketua Bappeda Meranti H. Makmun Murod, Camat Tebing Tinggi Barat Drs. Idris Sudin, Kepala Desa Se-Kecamatan Tebing Tinggi Barat, tokoh nasyarakat/agama/pemuda, dan jajaran ASN di tiap OPD Se-Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pada kegiatan yang menjadi amanah Peraturan Perundang-Undangan yang digelar secara berurutan mulai tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten, serta Provinsi dan ditutup dengan Musrenbangnas pada April mendatang.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti mengintruksikan agar Camat dan Kepala Desa dapat melakukan ekspos yang didukung dengan data konkrit terkait kondisi wilayahnya. Sehingga yang disampaikan dapat ditangkap oleh setiap OPD terkait untuk dituangkan dalam program prioritas. Sebab jika tidak disampaikan secara detil dikawatirkan tidak masuk dalam program prioritas Kabupaten, bahkan Provinsi dan Nasional.

Sekedar informasi, data yang disampaikan oleh Kades harus detil dan lengkap, diantaranya jumlah penduduk, angka kemiskinan, infastruktur jalan, kondisi rumah ibadah dan gedung sekolah, jumlah guru, potensi perkebunan dan lainnya.

"Data-data ini sangat penting agar diketahui kegiatan itu bersifat prinsip dan penting. Jika alpa menyampaikan maka tidak akan sampai ke Kabupaten, Provinsi dan Nasional, karena apa yang dibutuhkan masyarakat jika perlu akan kita peejuangkan sampai ke Pusat," tegas Wakil Bupati

Wakil Bupati H. Said Hasyim berharap agar alokasi dana yang diberikan dapat bermanfaat maksimal. Misal di bidang pendidikan yang penting bukan berapa banyak gedung yang ada, tetapi seberapa besar manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

"Ini merupakan tanggung jawab Kades untuk membangun Desa sesuai janji janji saat kampaye dulu, begitu juga saya dan Bupati," ucap Wakil Bupati H. Said Hasyim dihadapan seluruh tokoh masyarakat yang hadir.

Wakil Bupati tak bosan bosanya mengingatkan Kepala Dinas teknis tidak hanya menyusun program diatas meja tetapi harus turun kelapangan, sehingga apa yang diinginkan masyarakat yang disinergikan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati dapat dimasukan dalam program prioritas OPD.

Dengan digulirkannya ADD sebesar 1 miliar per desa sesuai dengan regulasi saat ini, Wakil Bupati H. Said Hasyim meminta Kades untuk memanfaatkan dana ADD untuk membangun desa dengan cara menyusun program yang menyentuh masyarakat agar tidak bermasalah mesti melibatkan semua pihak termasuk masyarakat.

"Dengan anggaran yang ada silahkan rencanakan program kegiatan, berembuklah dengan masyarakat jangan buat masalah jika tidak ingin berhadapan dengan hukum," papar Wakil Bupati.

Untuk mengatasi kemiskinan akibat letak Meranti yang terisolir khususnya di Tebing Tinggi Barat, Wakil Bupati mengatakan akan dibuka jalan di Lalang Tanjung-Air Mabuk. Namun untuk mendukungnya diperlukan partisipasi masyarakat yang memiliki lahan disekitar badan jalan yang akan dibangun, dengan ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 10 miliar di kiri dan kanan jalan yang akan dibangun. Dan Kades diminta untuk mensosialisasikannya kepada warga. 

"Rugi memang tapi setelah jalan terbuka masyarakat akan untung berlipat ganda," ucap Wakil Bupati.

Ketua DPRD Meranti H. Fauzi Hasan, SE dalam pidatonya terkait pokok fikiran DPRD menegaskan bahwa apapun yang diinginkan masyarakat untuk membangun Tebing Tinggi Barat sama dengan keinginan Dewan. Baik itu pembangunan jalan untuk membuka akses hingga pembangunan gedung-gedung sekolah.

Kepala Bappeda Makmun Murod dalam pemaparannya menjelaskan angka Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2018 mencapai 28.9. Angka itu sesuai dengan data yang dirilis oleh BPS tahun 2017 lalu. Menurut Kepala Bappeda Meranti, angka ini cukup memprihatinkan dan merupakan yang terendah di Provinsi Riau. Untuk itu perlu dilaksanakan berbagai strategi untuk menggesa pembangunan.

Adapun yang cukup menghawatirkan adalah angka harapan hidup di Meranti adalah 66,8 per tahun. Angka pendidikan/lama pendidikan 12.74, IPM juga masih pada posisi yang rendah berkisar 63.9. 

Pada tahun 2019 Pemprov Riau sebagai perwakilan Pusat di daerah menargetkan indikator makro yang harus dicapai Meranti di bidang pertumbuhan ekonomi dari 3.22 menjadi 3,49 persen. Lama pendidikan sekolah 12,78, harapan hidup 67,4 persen, dan angka kemiskinan ditekan hingga 25 persen.

Meski indikator makro Meranti cukup rendah, dikatakan Murod, yang cukup membanggakan adalah raihan nilai akuntabilitas Meranti yang sejajar dengan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau. 

Kedepan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi berharap nilai SAKIP Meranti dapat ditingkatkan menjadi nilai A danbuntuk mewujudkannya dibutuhkan kerjasama dari seluruh OPD.

"Untuk meningkatkan nilai SAKIP ini butuh perjuangan bersama, mustahil akan mendapat nilai bagus jika seluruh OPD tidak mendukungnya," ucap Kepala Bappeda Makmun Murod.

Kepala Bappeda meyakini dengan ketepatan waktu dan keakuratan perencanaan hingga evaluasi data yang baik maka nilai SAKIP A untuk Meranti akan diraih.

Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim juga menyinggung nilai SAKIP Meranti yang sudah cukup baik (B.red). Kedepan ia berharap dapat ditingkatkan yang kuncinya berada pada input, ouput dan outcomenya.

Untuk tahun 2019 ini, diungkapkan Kepala Bappeda, Meranti fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan menggesa pembangunan infrastruktur dasar, lingkungan hidup, akuntabiltas kinerja dan ketahan pangan.


  1. Akhir kata, Camat Tebing Tinggi Barat menekankan dengan kekompakan bersama yang menjadi kunci suksesnya pembangunan di Kecamatan Tebing Tinggi Barat akan dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

"Semoga dalam Musrenbang ini dapat titik temu dalam rangka menggesa pembangunan Kecamatan," pungkas Idris Sudin.

Sekedar informasi beberapa program prioritas di Kecamatan Tebing Tinggi Barat adalah Batu Pemecah Ombak di Mekong-Insit, Jalan Lingkar Tanjung-Air Mabuk, Jalan simpang Tengkorak-Jembatan Sungai Mahakam, Pembangunan Dermaga Kecamatan, Dermaga Cik Magang, Base Jalan Manggis, Pemabangunan Parit Beton, Pembangunan Pagar Sekolah SD 09 Pelimau, Rehap Berat SD Insit, Gedung SDN 16 Tanjung Pranap, pembangunan Kantor Desa Tanjung Darul Takzim dan lainnya. (Agus/pemda/setwan)

Elemen Masyakat Minta Polsek Proses Kasus Hukum Ketua PPS Marafala Pukul Wanita Hamil

Posted by On Monday, February 19, 2018


Nias Utara, (puterariau.com)

Terkait kekerasan yang dilakukan Gemardin Zendrato selaku Ketua PPS Desa Marafala Kecamatan Lahewa pada anggota PPS lain berinisial (NB) yang masih mengandung selama 2 bulan di Balai Desa Marafala 30/01/2018 lalu menjadi perhatian sejumlah pihak.

Persoalan berawal dari rapat kerja pembahasan kegiatan PPDP tahap I dan pembahasan SPJ/keuangan pengeluaran, adanya 'mark-up' pada pembelian hekter. Hal ini berdasarkan penuturan pihak korban (NB), Sabtu, 03/02/2018.

Pihak NB menambahkan bahwa kronologisnya pada saat itu Ketua PPS Gemardin Zendrato membuka tarmin untuk memberikan tanggapan dalam SPJ yang telah kian disusunnya. Jelas saat itu NB menggugat atau tidak setuju jika pembelian hekter itu sebesar Rp.38.000.00, karena adanya kelebihan menurut perkiraan (NB) sebesar Rp.8.000.00.

Ketua PPS Gemardin Zendrato ngotot tidak setuju membawa emosi dengan berbagai perdebatan antara Gemardin dengan (NB) karena pihaknya tidak setuju jika diubah SPJ yang telah kian disusunnya. Hingga berlarut dalam masalah kekerasan, menampar (NB) yang sedang mengandung selama 2 bulan hingga pingsan. 

Perbuatan keji Ketua PPS Desa Marafala ini sudah dilaporkan ke Polsek Lahewa karena perbuatan atau ulah Ketua PPS Desa Marafala Gemardin Zendrato yang sok menjadi preman ala ikan teri. 

Otorius Harefa Ketua KPU Nias Utara ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu huna mengetahui tindakan selaku pimpinan dalam hal ini menuturkan akan meneliti sejauh mana tingkat kekerasan yang dilakukan Gemardin Zendrato selaku Ketua PPS Desa Marafala.

"Hal ini sudah ditangani oleh penegak hukum yakni Polsek Lahewa. Jika semua telah ada bukti akan diproses dan ada sanksi sesuai tingkat pelanggaran. Sehingga dengan ada hasil pemeriksaan yang dilakukan Polsek Lahewa pihaknya akan menindaklanjuti," ujarnya.

Dikonfirmasi, Arius Zega, Kapolsek Lahewa mengatakan jelas hal ini telah dilaporkan pihak korban beberapa minggu lalu.

"Masalah ini kami sedang memproses saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan saksi," ungkap Kapolsek.

Fotani Lase, tokoh masyarakat bahwa pihaknya menanggapi masalah ini jelas perbuatan yang dilakukan Ketua PPS Gemardin Nazara telah melanggar hukum. Disayangkan dengan gugatan pada SPJ yang telah kian disusun terdapat "mark up" sehingga memukuli perempuan yang sedang mengandung selama 2 bulan. 

Selain itu ianya menanggapi pernyataan Otorius Harefa, Ketua KPU Nias Utara yang seakan-akan bungkam tidak ada tanggung jawab kepada anggotanya.

"Masa dengan alasan menunggu proses yang dilakukan oleh pihak penegak hukum. Apakah ini tidak melanggar aturan yang ada pada Nlnawacita PPS, me'markup'kan anggaran sehingga berpontensi KKN dan melakukan kekerasan kepada teman kerjanya sendiri.

"Diminta tegas Kepada Otorius Harefa Ketua KPU Nias Utara segera mencabut SK yang telah diterbitkan kepada Ketua PPS Desa Marafala Gemardin Zendrato yang perilakunya bukan sebagai PPS namun bersikap sebagai preman ikan teri," tutur Fotani.

Selain itu Fotani Lase mengharapkan pada pihak Kapolsek Lahewa supaya hal ini secepatnya ditindaklanjuti agar tidak terjadi masalah yang tidak diinginkan kedepan demi menjaga keamanan dan kenyamanan Desa Marafala. (Meifermanto Gea)