Menjelang Libur Natal Dan Tahun Baru, Arus Penumpang Pelabuhan Sekupang Masih Sepi

Posted by On Saturday, December 16, 2017


Batam, (puterariau.com)

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018, arus mudik di Pelabuhan Domestik Sekupang belum terlihat ada lonjakan penumpang yang signifikan. 

Salah satu agen kapal Dumai, sebut saja Regar mengatakan bahwa belum ada tanda-tanda membludaknya penumpang. "Sekarang ini masih normal aja, seperti biasanya. Kalau dulu, saat-saat seperti ini pemudik sudah ramai, tidak seperti tahun ini terlihat sepi, ujar Regar kepada Putera riau.com, Sabtu (16/12) di loket Dumai Sekupang.

Lebih lanjut ia mengatakan menjelang Natal dan Tahun Baru tiket di Pelabuhan domestik Sekupang masih banyak dan harga tiket masih normal.

Saat ini kondisi stok tiket masih banyak untuk melayani masyarakat ke semua tujuan. Harga tiket belum ada kenaikan dan masih normal.

Untuk tujuan ke Dumai, harga tiket masih Rp.350 ribu dan ke Buton masih seperti biasa. Ataupun seperti  ke Tanjung Balai Karimun dan pulau-pulau terluar.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu petugas Syahbandar, bahwa untuk saat ini belum ada tanda lonjakan dari penumpang. Pihaknya sudah mengantisipasi bilamana terjadi lonjakan penumpang.

Itu setelah kapal-kapal feri khususnya yang menghubungkan Pulau-Pulau terluar Batam sudah dipersiapkan.
"Kayak yang ke Karimun, Selatpanjang, Dumai atau ke Sumatera sudah kami siapkan," ujar petugas tersebut. (rega)

Festival Pancing Udang Bagi Pemburu 'Si Jepit Biru' Di Tembilahan

Posted by On Saturday, December 16, 2017


Tembilahan,  (puterariau.com)

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan membuka Festival Pancing Udang Para Pemburu 'Si Jepit Biru' di Parit 21 Tembilahan. Disebutkan bahwa kgiatan tersebut, memiliki prospek untuk dijadikan sebuah even tahunan karena antusiasme yang tinggi oleh masyarakat untuk berpartisipasi.

"Ini sangat luar biasa. Memiliki prospek dikembangkan jadi iven tahunan. Masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini mencapai 300 peserta. Itu pun sudah dibatasi," ujar Bupati kepada wartawan, usai pembukaan di lokasi Festival, Parit 21, Tembilahan, Kamis pagi lalu (14/12/2017).

Selain dijadikan sebagai sebuah hiburan dan wadah menyalurkan hobi, Festival Pancing Udang, diungkapkan Bupati, dapat juga dijadikan sebuah sarana untuk mempromosikan potensi dan kekakayaan kelautan perairan Indragiri.

"Untuk diketahui, potensi kelautan kita sangat luar biasa. Saya sudah sampaikan kepada para peserta tadi, dikarenakan potensi kelautan kita sangatlah besar, hal ini sempat dilirik oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kemudian dijadikan sebagai daerah budidaya udang gala dan kepiting," papar Bupati.

Pelaksanaan Festival Pancing Udang, disebutkan Bupati, sudah sangat sesuai dengan program pengembangan udang gala dan kepiting yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. 

Ketua Panitia Penyelenggara, Febri Ghifari mengatakan, Festival Pancing Udang yang ditaja oleh Komunitas Pemburu 'Si Jepit Biru' diadakan, mulanya berawal dari hobi. Kemudian, karena hobiyang tidak tersalurkan, dikatakan Febri, rekan - rekan di Komunitas pun menggagas penyelenggaraan Festival Pancing Udang.

"Gagasan ini, Alhamdulillah direspons positif oleh Bupati Inhil, Bapak Wardan. Maka kami pun segera mempersiapkan semua kebutuhan penyelenggaraan," urai Febri.

Febri mengatakan, dalam proses persiapan penyelenggaraan Festival Pancing Udang, pihak Panitia juga menjalin koordinasi dengan instansi Pemerintah Kabupaten Inhil terkait, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Sampai pada akhirnya gagasan kegiatan Festival Pancing Udang dapat direalisasikan. Kami berharap semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun," tandas Febri.

*Jaga Kelestarian Biota Laut*

Menurut Bupati Inhil, HM Wardan, Festival Pancing Udang menjadi sebuah langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian biota laut. Pada kegiatan Festival Bupati menyampaikan kepada para peserta regulasi tentang larangan untuk mengeksploitasi khazanah kelautan menggunakan tuba.

"Berdasarkan UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, masyarakat dilarang untuk mengunakan tuba dalam mencari ikan dan udang. Termasuk juga, ada pelarangan untuk menyentrum karena dengan menyentrum, induk beserta benur nya pun akan ikut mati," pungkas Bupati.

Senada, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mukhtar T mengatakan, kegiatan Festival Pancing Udang, merupakan wujud dari upaya memelihara keseimbangan ekosistem laut.

"Terdapat 12 Sungai besar di Indragiri. Didalamnya terkandung potensi biota laut yang terjaga dalam sebuah ekosistem. Kalau ada kesadaran nelayan untuk tidak menggunakan tuba dalam mencari ikan maka potensi itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa," tukas Mukhtar.

Mukhtar mengatakan, ketika habitat biota laut terjaga, maka usaha pengembangan potensi kelautan juga akan dapat terwujud menjadi kekayaan alam laut yang melimpah.

"Menangkap ikan dengan memancing menjadi sebuah langkah yang benar. Tidak merusak ekosistem, tidak menimbulkan kematian biota laut secara masif. Maka itu, Festival Pancing Udang menjadi sebuah sarana untuk memperkenalkan langkah yang tepat dalam menangkap ikan dan jenis biota laut lainnya," tandas Mukhtar seraya mengatakan, pihak Dinas Kelautam dan Perikanan menyambut baik penyelenggaraan Festival Pancing Udang. (beni/adv)

Tanamkan Generasi Qur'ani, HIPPMIH Adakan MTQ Antar Paguyuban Se-Riau

Posted by On Saturday, December 16, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMIH) Pekanbaru telah usai melakukan pembukaan MTQ I HIPPMIH antar Paguyuban Se-Provinsi Riau yang diikuti oleh mahasiswa 12 Kab/Kota Se-Riau.

Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Kota Pekanbaru yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Propinsi Riau, H. Ahmad Hijazi, SE MSi.

Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Riau menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan mahasiswa ini adalah kegiatan yang positif. Apalagi mengingat MTQ ini merupakan tingkat mahasiswa yang diikuti oleh Paguyuban Mahasiswa Se-Provinsi Riau.

"Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mendapat suport dari semua pihak. Saya memberikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini," ucap Sekda Provinsi Riau.

Ketua Panitia, Jeki Siswanto mengucapkan ribuan terima kasih atas supor baik secara moril mau pun materil kepada pihak yang telah membantu sehingga terlaksananya kegiatan MTQ.

"Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada orang tua kami masyarakat Indragiri Hilir yang terhimpun di Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) Pekanbaru, pihak pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil, kawan-kawan paguyuban mahasiswa Se-Provinsi Riau dan terkhusus kepada kawan-kawan kepanitian tentunya yang telah bekerja keras untuk terlaksananya kegiatan MTQ ini," ujarnya.

MTQ ini dilaksanakan selama 3 hari ditutup pada tanggal 17 Desember pada Minggu malam dibarengi dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi oleh Al-ustadz DR. Zulkarnaen Umar, MSi. 

Sementara itu, M. Syafi'i, Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indragiri Hilir (HIPPMIH) Pekanbaru dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu yang harus dimiliki pemuda-pemudi agar menjadi pemuda yang tangguh adalah menanamkan pondasi nilai agama yang kuat.

Cara menanamkan nilai agama tidak terlepas dari mencintai Al-Quran. Oleh karena itu, mahasiswa melaksanakan kegiatan MTQ ini, beber M. Syafii. (tamba)

 Gempa 6,9 SR, BMKG Himbau Warga Tetap Waspada

Posted by On Saturday, December 16, 2017


Jakarta, (puterariau.com)

BMKG menyatakan peringatan dini tsunami menyusul gempa 6,9 SR yang terjadi pada Jumat, 15 Desember 2017, di Jawa Barat telah berakhir. Masyarakat diminta jangan panik.

Pencabutan peringatan itu disampaikan BMKG pada pukul 02.28 WIB ketika sebagian warga sedang shock mendengar kabar gempa berpotensi tsunami. Warga yang sebelumnya diperingatkan untuk menjauhi bibir pantai bisa kembali aman.

Sebelumnya, sejumlah gempa susulan terjadi dengan kekuatan berkisar antara 2,9 SR hingga 3,3 SR dengan skala gempa yang semakin mengecil. Kondisi permukaan laut di Pantai Pangandaran juga kembali normal sekitar pukul 02.00 WIB setelah sempat turun sesaat usai terjadinya gempa.

Meski begitu, sejumlah warga sudah diperintahkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dilansir dari media nasional, Kepala Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Iwan Herdiawan menuturkan pascagempa 6,9 Skala Richter pada malam Sabtu, warga telah mengungsi ke daratan tinggi yang salah satunya ke kawasan Purbahayu.

"Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan mereka sudah mengungsi ke daerah Purbahayu, itu daerah arah ke gunung," kata Iwan Herdiawan, Sabtu dini hari.

Iwan menuturkan guncangan gempa kali ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan gempa pada 2006 di Kabupaten Pangandaran yang disusul dengan tsunami.

"Waktu itu kekuatan gempanya tidak sebesar yang sekarang. Waktu terjadi tsunami Pangandaran, gempanya tidak yang sebesar seperti saat ini," katanya.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya terus mencoba menenangkan warga namun menghimbau agar selalu tetap waspada. "Secara teori, kalau terjadi tsunami itu intervalnya gempa dulu baru setelah 10 menit kemudian terjadi tsunami, tapi interval ini sudah terlewati, tapi tetap kami imbau untuk waspada," kata dia.

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, juga mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya tsunami yang diperkirakan melanda laut selatan Tasikmalaya pada Jumat tengah malam.

Kepala Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah, Tasikmalaya, Yayan Siswandi mengatakan warga yang berada di kawasan pantai sudah mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

"Warga di sepanjang pantai sudah diarahkan ke dataran yang lebih tinggi," katanya.

Ia menyampaikan, setelah terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter di barat daya Tasikamalya, kondisi sepanjang pantai Tasikmalaya gelap karena mati lampu.

Petugas yang terjun ke pesisir pantai, kata Yayan, sudah menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati pantai. "Semua dihimbau menjauh dari pantai," kata Yayan.

Ia mengatakan, sementara warga berada di titik kumpul seperti Kantor Kecamatan Cipatujah, kantor desa dan bangunan terbuka seperti sekolah yang lokasinya berada di dataran tinggi.

Laporan sementara, kata dia, tidak ada laporan korban jiwa, hanya laporan kerusakan yang belum dapat diketahui secara rinci. "Kerusakan belum bisa dilaporkan secara detail," kata Yayan.

Gempa cukup kuat dirasakan di sejumlah wilayah seperti Jabar, Jateng, DIY, dan Jakarta pada Jumat malam. Informasi BMKG, gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter terjadi pukul 23.47 WIB yang berpusat di 43 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jabar. (tamba/eka/rls)

Polres Kuansing Tangkap 6 Pelaku Narkoba Di Pangean

Posted by On Friday, December 15, 2017


Taluk Kuantan, (puterariau.com)

Untuk memperkecil dan menekan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi, Satuan Reserse Narkoba menangkap 6 orang diduga pelaku tindak pidana narkotika gol I jenis shabu, Kamis ( 14/12/2017 ) pukul 22.00 WIB, di Desa Koto Tinggi Pangean, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuansing Riau.

Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto SH SIK melalui AKP G Lumban Toruan, Kasubag Humas membenarkan bahwa Reskoba Polres Kuansing telah menangkap 6 orang pelaku tindak pidana narkoba.

Mereka semuanya warga Kabupaten Kunsing, adalah Hariswandi (40) warga Desa Koto Tinggi Pangean, Kecamatan Pangean, Epison (38), warga Desa Koto Tuo, Kecamatan Kuantan Hilir, Zulkifli (26) asal Desa Pulau Tengah, Kecamatan Pangean. Ezi Supriadi (44), Desa Pasar Baru Pangean, Kecamatan Pangean, Dori Ismanto (28) Desa Pasar Baru Pangean, Kecamatan Pangean, dan Purnama Sandi (22), Desa Koto Tinggi Pangean, Kecamatan Pangean.

Lebih lanjut Pamen yang dekat dengan wartawan ini meneruskan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan 1 paket sedang plastik bening yang berisikan kristal diduga narkotika jenis shabu, 8 paket sedang plastik bening yang berisikan kristal diduga narkotika narkotika jenis shabu.

Kemudian 1 unit timbangan merek CBIQ warna hitam, 21 lembar plastik bening, 1 botol minyak rambut merek Gatsby warna merah, 1 unit HP merek Samsung Type GT-E1195 warna merah hitam. Uang Rp. 2.198.000,-, 1 buah tas pinggang warna abu-abu, 5 unit sepeda motor.

“Barang bukti dan tersangka dibawa ke Polres Kuantan Singingi untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” kata AKP G Lumban Toruan. (roder/idep)

Kapolsek Tigaraksa : Polisi Zaman Now Harus Bermasyarakat Melalui Seni

Posted by On Friday, December 15, 2017


Tangerang, (puterariau.com)

Kepolisian Republik Indonesia telah mengubah 'wajah' Polri menjadi lebih baik di mata masyarakat.  Tak dapat dipungkiri, imej negatif memang masih belum lepas dari korps baju cokelat ini.

Untuk mengubah imej negatif tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusung Promoter sebagai program unggulan.

Kompol Dodit bertugas menjadi abdi negara merupakan cita-cita dari kecil, menyandang sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) saat ini di wilayah Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten

Dia adalah sosok yang luar biasa Kompol Drs. Dodid Prastowo, SSKom.
Kapolsek yang satu ini, jauh dari kata sangar, namun lebih terkesan ramah dan humanis, akan tetapi soal etos kerjanya begitu nyata.

Cakap dalam gerak, lugas dalam bertindak, mungkin itulah yang bisa digambarkan, akan sosok Kompol Drs. Dodid Prastowo, SSKom.

Saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, sudah tidak zamannya lagi menjadi seorang Polisi berpenampilan sangar, yang penting itu adalah etos kerjanya. Kompol Dodid Prastowo merupakan sosok "Polisi Zaman Now" dengan  hobi musiknya menyalurkan seni agar terwujud polisi yang promoter. 

"Polisi Zaman Now harus bermasyarakat melalui seni ,Seni itu indah dan bersahabat itu indah," tukas Kompol Dodid"

Seorang Kapolsek Tigaraksa yang saat ini bernaung di bawah pimpinan Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Arif.

"Yang penting baginya harus bekerja keras, kerja ikhlas dan masyarakatlah yang merasakan manfaatnya, pastinya kita sebagai abdi Negara, sebisa mungkin memberikan yang terbaik demi terpeliharanya kamtibmas yang mantap,” tegasnya.

Sekedar diketahui, Promoter merupakan ciptaan dari Kapolri Tito Karnavian yang harus profesional, modern, dan terpercaya. 

Menurut Kapolsek Kompol Dodid Prastowo, Polisi bisa lebih dipercaya dan profesional dalam menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat.

"Selain sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat, Polisi juga dituntut profesional dan modern, sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat," kata Kompol Dodid Prastowo.

Lebih lanjut Kompol Dodid Prastowo mengatakan, lewat program Promoter, Polri juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan modernisasi sistem pelayanan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Selain itu, pelayanan masyarakat juga harus mengedepankan faktor humanis. 

"Pelayanan harus dikedepankan dengan hati, agar masyarakat merasa tenang dan terlindungi," ungkapnya. (beni/eman/hms)

Meriahkan HJK, Personil Polresta Pekanbaru Ikuti Donor Darah

Posted by On Friday, December 15, 2017


Pekanbaru, (puterariau.com)

Anggota personil Polresta Pekanbaru ikut memeriahkan Hari Juang Kartika dengan mengikuti salah satu kegiatan Donor darah yang berada di Komplek Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru, Jum'at (14/12/2017).

Berdasarkan Sprint/1228/ XII /2017/Sumsa tanggal 14 Desember 2017 bahwasanya sebanyak 78 orang yang mengikuti kegiatan donor darah, diantaranya 15 Polwan dan 63 Polki.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK saat dikonfirmasi media mengucapkan selamat atas Hari Juang Kartika 2017. Semoga untuk tetap lebih bersemangat meneruskan perjuangan para pahlawan mempertahankan bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta.

"Kita dari Polresta Pekanbaru ada mengirim beberapa orang anggota untuk mengikuti donor darah untuk meriahkan Hari Juang Kartika 2017," tutur Edy.

Sementara Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru Kapten Arh Nirzam, SSos menyebutkan rasa terima kasih atas dukungan Polresta Pekanbaru dalam partisipasi dan ikut sertanya dalam kegiatan tersebut.

"Kami keluarga besar Kodim 0301/PBR mengucapkan terimakasih atas dukungan Polresta Pekanbaru dalam Peringatan Hari Juang Kartika 2017 di Lapangan Rumbai," terang Nizam.

"Sukses Hari Juang Kartika di Pekanbaru merupakan sukses untuk kemanunggalan TNI AD dengan Polri dan Rakyat," tutup Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru. (ari/hms)


Pemilik Tanah Ajukan Gugatan Pembatalan Sertifikat Tanah Di PTUN Kota Baru

Posted by On Friday, December 15, 2017


Kuala Tungkal, (puterariau.com)

Pemilik hak tanah mengajukan gugatan pembatalan sertifikat melalui PTUN Kota Baru Jambi.

Tanah yang menjadi objek gugatan adalah sertifikat hak milik nomor 1523 tahun 2000 tanggal 12-12-2000. Surat ukur nomor 290/tkl.II/2000 tanggal 27-11-2000, dan sertifikat nomor 1524 tahun 2000 surat ukur 291/tkl.II/2000 tanggal 27-11-2000 diterbitkan tanggal 12-12-2000, sertifikat atas nama 3 orang pemilik tanah, 1 Timah, tanggal lahir 00-00,00. 2 Abdul Kadir, tanggal 00-00-1935. dan Iskandar, tanggal 08-04-1939 mengatasnamakan pemilik sertifikat hak tanah yang terletak di Jalan Menggal II RT 09 Kelurahan Tungkal II Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bahwa tanah tersebut saat ini tanah menjadi objek sengketa dengan ahli waris almarhum H Tamin bernama Muhammad Ahyat dan Muhammad Buhari adalah ahli waris pemilik tanah yang diperoleh dari Almarhum H Tamin.

Adapun asal usul tanah adalah dari hasil tebas tebang hutan usaha sendiri oleh almarhum H Tamin sejak tahun 1930 dikuasai oleh H Tamin berdasarkan usaha sendiri, kemudian pada tanggal 24 September 1960, bidang tanah tersebut merupakan tanah hak adat, di atas tanah tersebut berisi dengan tanaman pohon kelapa, lebih kurang sebanyak 680 batang pohon kelapa, lebar 20 baris, panjang 34 baris pohon kelapa bahwa sebidang kebun kelapa tersebut, tidak ada pihak lain selain ahli waris yang berhak menguasai hak tanah almarhum H Tamin.

Penggugat bernama Muhammad Ahyat dan Muhammad Buhari mendapat pembagian warisan tanah berukuran 24.565 M2, lebar 85 M2, panjang 289 M2. Berdasarkan putusan Pengadilan Agama Kuala Tungkal Nomor 24/Pdt.G/1997/PA.Ktl, dan berdasarkan surat keterangan kepemilikan hak tanah tanggal 23 November 1997, sebagai bukti kepemilikan hak tanah milik  M. Ahyat dan M. Buhari hingga tanah tersebut yang menjadi objek gugatan, melalui pembatalan sertifikat nomor 1523 dan sertifikat nomor 1524 diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal yang diatasnamakan 3 orang hak milik sertifikat tersebut.

Terjadi hal ini tentu saja pemilik tanah  M. Ahyat dan M. Buhari tidak terima. Karena hak tanah milikmya itu diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal kepada atas nama 3 orang bukan pemilik tanah yang sah.

Sebab tanah milik Muhamad Ahyat dan Muhamad Buhari yang diterbitkan sertifikat atas nama 3 orang oleh BPN Kuala Tungkal tersebut, hingga M. Ahyat dan M. Buhari mengajukan gugatan untuk pembatalan sertifikat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Baru Jambi.

Dikatakan Ahyat bahwa SHM tersebut tidak sah yang diterbitkan oleh BPN Kuala Tungkal, karena atas nama 3 orang pemilik SHM. Mereka tidak memiliki hak tanah di lokasi objek gugatan tersebut.

"Bagaimana kinerja BPN Tanjab Barat, kok bisa-bisanya BPN menerbitkan sertifikat yang tidak berdasarkan prosedur keterangan kepemilikan tanah yang sah, hingga terjadi sengketa merugikan hak milik tanah orang lain," ujar Ahyat.

Hal ini dibantah oleh kuasa hukum BPN Kuala Tungkal, Syafrizal Syah SH yang mengatakan untuk penerbitan SHM itu sudah sesuai dengan prosedur, dan berdasarkan surat keterangan jual beli tanggal 23 Maret 1963, tanah dari Basa Asing (Tioa) bernama Djesing.

Surat keterangan waris tanggal 8 November 1995 dan Surat keterangan tanah nomor. 593.2/03/1997 tanggal 04 Maret 1997 yang diperlihatkan pemohon Kepala BPN Kuala Tungkal.

"Adapun yang dikatakan kuasa hukum BPN itu adalah bohong yang tidak berdasarkan fakta-fakta kepemilikan tanah yang sah. Hal ini jelas dari pengakuan pemilik sertifikat bernama Iskandar. Surat keterangan jual beli tanggal 23 Maret 1963 adalah palsu yang direkayasa oleh komplotan Iskanda yang seakan-akan orang tua Iskandar bernama Abdul Gani bin Muhamad itu memiliki tanah," ungkapnya.

Tanah itu dibeli dari bangsa asing (Tionghoa) bernama Djesing dan ditanda tangani pake jempol kaki oleh Sarkawi komplotan Iskandar.

Sedangkan keterangan dari Perkumpulan Buhdi Luhur, bahwa Djesing meninggal dunia pada tanggal 04 Oktober 1962 dan Iskandar mengakui terhadap penyidik Mapolres Tanjab Barat.

Berdasarkan dari pengakuan Iskandar menjadi tersangka hingga ditahan beberapa hari karena sakit. Lalu ia dibebaskan pulang kerumahnya 2 hari kemudian dan Iskandar pun meninggal dunia.

Jelas fakta pembuktian rekayasa dasar pengajuan penerbitan sertifikat tersebut Palsu, Untuk lebih jelasnya lagi "Simak keterangan dari Abdul Kadir yang diatas namakan pemilik sertifikat Nomor 1523 dan Nomor 1524 dia mengatakan yang sebenar-benarnya kepada Penggugat M.Ahya dan dihadapan Penyelidik Polda Jambi, Bahwa Saya kata Abd Kadir tidak pernah memohon terhadap BPN Kuala Tungkal untuk diterbitkan sertifikat atas nama 3 orang tersebut.

"Bahkan juga saya tidak pernah menjual belikan tanah yang berdasarkan Sertifikat tersebut, atau saya memberikan Kepada Naziri Lazie Sah. Yang berprofesi selaku pengacara itu. Juga saya tidak pernah menandatangani pernyataan surat kuasa yang berkaitan dengan sertifikat Nomor 1523 dan 1524 atas nama 3 orang tersebut, Kalau ada yang mengatasmamakan saya Abdul Kadir bertanda tangan adalah palsu.

 "Namun semua itu adalah akal-akalan Naziri lazie yang merekayasa, dan saya memohon kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Kota Baru Jambi agar mengabulkan permohonan penggugat untuk membatalkan sertifikat atas 3 orang dan saya. (yudi,effendi/tonang)

Wapres Jusuf Kalla Tutup Rapimnas Kadin 2017 Di Batam

Posted by On Friday, December 15, 2017


Batam, (puterariau.com)

Rapimnas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2017 digelar selama dua hari di Batam. Kini ditutup Oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Radisson Hotel Kamis kemarin (14/12).

Dalam sambutan Jusuf Kalla menyampaikan terkait meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda atau karyawan untuk terlibat langsung membangun negara yang lebih maju dan melatih kepemimpinan agar lebih maju.

Hal itu untuk memajukan bangsa semuanya harus bersinergi.
Seperti industri, penguasa, konsumen dan para pedagang harus sejalan untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi bangsa, beber JK.

:Semuanya harus sinergi kalau negara ini mau maju. Bagaimana mencapai tujuan, kesempatan saja tidak diberikan. Untuk itu harus bertekad memajukan masyarakat demi kehidupan yang lebih maju," ujar Wakil Presiden.

Sementara di tempat yang sama
Siti Fatimah, Manager Umum PT. Jolin Permata Buana memberikan apresiasi kepada Ketua Kadin Kepri, Makruf dan pengurus Kadin Kepri sebagai tuan rumah  dengan suksesnya Rapimnas Kadin 2017 dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Disebutkan bahwa peserta yang hadir kurang lebih 1200 peserta. "Undangan ramai dan acara ditutup oleh Bapak Jusuf Kalla Wapres RI," ungkap Siti.

Ia berharap Kadin mampu menciptakan pengusaha-pengusaha muda Indonesia. "Harapan saya dengan berkumpulnya pengusaha-pengusaha seluruh Indonesia di acara Rapimnas Kadin ini dapat memancing mereka untuk dapat mengembangkan usaha mereka di Batam dan dapat membangkitkan kembali  perekonomian Kota Batam yang sedang melemah saat ini," ungkap Siti. (rega)

Diskominfo Inhil Kunjungi Dewan Pers

Posted by On Friday, December 15, 2017


Jakarta, (puterariau.com)

Dalam rangka mencari masukkan seputar eksistensi media, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indragiri Hilir mengunjungi Kantor Dewan Pers untuk berkonsultasi.

Saat itu rombongan yang diketuai Kadiskomimfo Inhil HM Thaher, yang didampingi Kabid Kerja Sama Media, Trio Beni Putra SE MM diterima langsung Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dengan didampingi Kepala Sekretariat Dewan Pers Rita.

"Kedatangan kesini untuk berkonsultasi dan komunikasi terkait urusan yang ada pada instansi kami," ungkap Kadiskomimfo Inhil HM Thaher, Kamis (14/12).

Secara fungsi Diskominfo merupakan mitra media dalam hal kerja sama publikasi. Hanya saja perlu diketahui mana media-media yang dibenarkan secara Undang-undang untuk dilakukan kerja sama.

"Sehingga tidak terjadi persoalan hukum dikemudian hari. Maka dari itu perlu penegasan dan pemahaman bagi kami supaya tidak terjadi benturan," jelasnya. 

Mantan Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil ini ingin mengetahui apakah ada kewajiban pemerintah untuk menjalin kerja sama. Namun dengan kedatangan mereka ke Dewan Pers banyak masukan yang diperoleh. 

Sementara itu Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menjelaskan banyak kegaduhan seputar pemberitaan oleh sejumlah media yang tidak bertanggung jawab. Bagi media yang tidak bisa memenuhi aturan dapat ditindak sesuai ketentuan. 

"Patokan kita Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Selagi mereka (media) mampu memenuhi aturan itu tidak ada masalah," tegas Ketua Dewan Pers. 

Untuk meminimalisir pelanggaran, Dewan Pers sendiri telah membuat MoU bersama Polri dan Kejaksaan terkait penyalahgunaan profesi. Artinya penyalahgunaan profesi oleh oknum wartawan bisa ditindak sesuai ketentuan. 

Atas dasar tersebut, semua perusahaan pers wajib untuk diverifikasi. Dengan begitu dapat diketahui mana media yang benar-benar profesional dan mana media yang hanya lahir untuk kepentingan tertentu. (beni/adv)

Wah.... Pelaku Narkoba Di Desa Simalinyang Teriaki Polisi Sebagai Rampok

Posted by On Friday, December 15, 2017


Kampar, (puterariau.com)

Setelah sukses membekuk 5 pelaku narkoba tiga hari lalu, tim opsnal Satres Narkoba Polres Kampar kembali beraksi dengan menangkap salah satu pelaku narkoba lainnya di wilayah Desa Simalinyang Kec. Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar pagi hari tadi Jumat (15/12/2017) sekira pukul 06.00 WIB.

Pelaku narkoba yang ditangkap kali ini adalah AS alias AR (LK 32) warga Desa Simalinyang Kec. Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar, dari tersangka ini ditemukan barang bukti narkotika berupa 2 (dua) butir Pil Ekstasi dan 2 unit HP Samsung.

Penangkapan pelaku narkoba ini berawal pada hari Jumat (15/12/2017) dinihari tadi, saat anggota Opsnal Satres Narkoba Polres Kampar mendapat Informasi dari masyarakat, bahwa di salahsatu rumah warga dijadikan tempat transaksi narkotika yang berada di Desa Simalinyang Kec. Kampar Kiri Tengah Kab. Kampar, tepatnya di rumah AS alias AR.

Mendapat informasi tersebut anggota Satres Narkoba langsung melakukan penyelidikan, kemudian Tim Opsnal langsung menuju rumah tersebut dan langsung melakukan penggerebekan, saat dilakukan penggerebekan ini tersangka AS alias AR sedang berada dikamar dan ditemukan narkotika berupa 2 (dua) butir pil ekstasi yang disimpan dalam lemari kamarnya dan 1 buah bong yang juga ditemukan di lemari dapur rumah tersebut.

Saat ditemukan barang bukti narkotika tersebut, tersangka AS berusaha kabur sehingga terjadi kejar-kejaran dengan petugas, pada waktu itu keluarga tersangka berusaha memprovokasi warga dengan cara berteriak minta tolong sambil mengatakan "ada rampok" sehingga dalam waktu singkat masyarakat berlari ke arah petugas yang dikiranya rampok.

Mendapati situasi itu, petugas mengatakan bahwa kami dari pihak Kepolisian Satres Narkoba Polres Kampar sambil memperlihatkan barang bukti, akhirnya masyarakat mundur dan memberi apresiasi serta berterima kasih kepada petugas dikarenakan pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat selama ini.

Kemudian dengan dibantu oleh Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Yusril dan beberapa anggotanya, akhirnya tersangka dan barang bukti dapat dibawa ke Polres Kampar guna penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku narkoba ini, saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (fitri)

Kejari Meranti Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Dermaga

Posted by On Friday, December 15, 2017


Selat Panjang, ( puterariau.com)

Sebanyak empat orang tersangka ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti, Kamis (14/12/17).  Keempat tersangka terjerat dalam dugaan Kasus Tindak Pidana (TP) Korupsi terkait pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat,  Kecamatan Tebing Tinggi Timur. 

Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Meranti, Roy Modino menjelaskan dari kasus Dermaga Sungai Tohor Barat sudah ditetapkan tersangka sebanyak empat Orang dengan Inisial H, FY, B dan Y.

"Mereka berempat ditetapkan sebagai tersangka, tersangka H selaku PA yang merupakan pengguna anggaran, tersangka FY selaku KPA yang merupakan kuasa pengguna anggaran, tersangka B selaku sub kontraktor dan tersangka Y selaku pemenang tender," kata Roy. 

Dijelaskan Roy, tiga dari empat tersangka yakni inisial FY, B dan Y, setelah dilakukan pemeriksaan di ruang Pidsus akan langsung dititipkan atau ditahan di ruang tahanan (Rutan) Jalan Tanjung Mayat, Kota Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 

Untuk tersangka bernisial H yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas PU Kabupaten Kepulauan Meranti tidak hadir dalam pemeriksaan pada Kamis ini.

Untuk diketahui, dugaan tindak pidana korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat di Kecamatan Tebing Tinggi Timur merupakan anggaran 2015 itu diperkirakan merugikan negara berkisar Rp.850 juta.

Dugaan tindak pidana korupsi ini melanggar Pasal 2 (1) jo Pasal 3 jo 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (agus)

Polda Kepri Peringati Maulid Nabi MUHAMMAD SAW 1439 H

Posted by On Thursday, December 14, 2017


Batam (puterariau.com)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H dilaksanakan di Masjid Al-Halim Polda Kepri pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2017 sekira pukul 07.30 wib dihadiri oleh Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo, Sik, SH, Para pejabat Utama Polda Kepri, Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Kepri beserta pengurus Daerah, Bapak Penceramah Ustadz Lasuddin, S.pdi, serta Anggota Polda Kepri, PNS Polda Kepri dan Bhayangkari.

Demikian PRESS RELEASE diterima oleh puterariau.com Kabid Humas Polda Kepri Drs. S. Erlangga menerangkan Tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Masjid Al-Halim Polda Kepri sebagai berikut :

Dalam Sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH, yang dibacakan oleh Karo SDM Polda Kepri Kombes Pol Djoko Susilo, Sik, SH menyampaikan Sebagaimana kita ketahui Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang dalam tahun Hijriyahnya jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal, peringatan ini tidak sekedar seremonial yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya akan tetapi secara substansi peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dan merupakan media yang tepat guna melakukan instrospeksi juga refleksi diri apakah suri tauladan yang ada pada nabi muhammad saw telah menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam setiap perjalanan hidup manusia akan dihadapkan pada ujian dan cobaan, namun demikian setiap ujian yang diberikan senantiasa terdapat hikmah yang memiliki tujuan agar ketaqwaan manusia dapat meningkat. Oleh sebab itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini menuntut kita untuk terus meningkatkan amal ibadah baik berupa hubungan vertikal dengan Allah SWT (Habluminallah) maupun hubungan Horizontal, sesama manusia (Habluminannas).

Adapun tema Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW Tahun 1439 Hijriyah ini adalah “Dengan Meneladani Akhlak Dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW Kita Wujudkan Sdm Yang Unggul Dan Kompetitif”. Sebagai anggota Polri kita patut menjadikan akhlak dan kepemimpinan Nabi Besar Muhammad saw sebagai Inspirasi Revolusi Mental dalam pelaksanaan tugas, disamping keimanan dan ketaqwaan kepada allah swt, mari kita jadikan kebenaran, kejujuran, kecerdasan dan menyampaikan kepada masyarakat apa adanya sebagai landasan kita bekerja dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian. Hal ini bernilai penting agar kita tidak gamang dan tidak bertindak yang dapat merugikan masyarakat maupun institusi polri. Jadikan kebenaran, kejujuran, kecerdasan dan menyampaikan kepada masyarakat apa adanya sebagai nafas kita dalam berkarya sehingga tugas mewujudkan masyarakat yang tertib, aman dan damai yang sedang kita galakkan segera terwujud yang pada akhirnya kita dapat menjadi insan bhayangkara yang dipercaya dan dicintai masyarakat.

Kepada keluarga besar Polda Kepri yang dipercaya mengemban amanah tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW cukup memberikan pelajaran yang berarti untuk disimak dan dihayati dalam mendukung pelaksanaan tugas kita sehari-hari. Kegiatan ini sangat relevan disaat Polri sedang bergiat diri membangun postur anggota Polri yang Profesional, Modern dan Terpecaya. 

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya berharap dan mengajak kepada hadirin dan juga seluruh personel beserta keluarga besar Polda Kepri untuk :

1. Senantiasa meningkatkan Imam dan Taqwa kepada Allah SWT, dengan membersihkan hati dari kemusrikan, keraguan dan dosa-dosa yang telah memutus hubungan kita dengan allah, kemudian mengisinya dengan menjalankan semua perintahnya dan menjauhi larangannya sehingga hidup kita tentram dan nyaman serta terjalin dekat dan erat kepada allah swt.

2. Senantiasa menjalin komunikasi yang baik antar sesama umat islam dengan menunjukkan perilaku dan akhlak yang mulia sesuai yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, agar terwujud suasana yang aman dan damai diantara kita semua.

3. Agar memanivestasikan hubungan Silaturahmi (Hablumminannas) dalam kehidupan sehari-hari dengan harapan tidak ada lagi rasa permusuhan dan perbedaan khususnya sesama umat muslim sehingga dapat tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah kepulauan riau ini.

4. Peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, hendaknya dapat dijadikan sebagai instrospeksi dan kemudian memperbaiki diri dalam meneruskan karya dan memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. 

(Rega/humas poldakepri)